Industri Sepatu Jatim Stagnan Permintaan

Selasa, 28 November 2017  23:15

Industri Sepatu Jatim Stagnan Permintaan

Industri persepatauan di Jatim saat ini mengalami sepi order

SURABAYA(BM)–Kinerja industri alas kaki di Jawa Timur semakin menunjukkan kelesuan sepanjang tahun ini. Penjualan produk alas kaki di dalam negeri maupun di luar negeri masih sepi permintaan. Data Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim menunjukkan penjualan pada periode Januari—September 2017 anjlok nyaris 50% untuk pasar lokal dan turun sekitar 10% untuk pasar ekspor. Kondisi ini memukul keberadan pabrik sepatu di Jatim.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim Winyoto Gunawan mengatakan industri persepatuan di provinsi tersebut masih harus menghadapi pahitnya kondisi perekonomian yang lesu. “Industri alas kaki boleh dikatakan yang merekrut tenaga kerja terbanyak. Teman-teman pengusaha sudah teriak tahun ini karena penjualan lesu. Kami harap pemerintah bisa mengambil kebijakan yang dapat menstimulus industri riil,” jelas Winyoto kemarin.

Winyoto mengungkapkan penjualan yang lesu tidak hanya dihadapi industri persepatuan, namun juga sektor padat karya lain seperti industri garmen di Jatim. Penjualan dalam negeri dan luar negeri terpantau terus turun selama Januari—September 2017.Berdasarkan informasi yang telah dihimpun Aprisindo Jatim, beberapa pabrik telah mengurangi jam operasionalnya dari yang biasanya 3 shift menjadi 1—2 shift. Artinya, keberadaan pabrik sepanjang tahun ini telah tertekan hingga 30%.

Namun data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan kinerja industri alas kaki sangat optimistis. Data BPS menunjukkan industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tumbuh 18,85% pada kuartal III tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy).(sur/dra)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>