IPO, Produsen Cat Avian Incar Dana Rp 2 Triliun
Produsen cat Avian yang bagian dari grup Tanobel akan melepas sahamnya akhir tahun ini
By: Wahyu
7 Mei 2017 19:42
 
 
JAKARTA(BM)– Grup Tanobel kembali akan melakukan IPO yakni  PT Avia Avian yang bergerak sebagai produsen cat juga berencana melakukan pelepasan saham perdana lambat pada tahun depan, dengan target dana diatas Rp2 triliun. Komisaris PT Sariguna  Primatirta Tbk. Hermanto Tanoko mengungkapkan rencana melakukan initial public offering (IPO) bisa paling cepat dilakukan pada akhir tahun ini dan paling lambat tahun depan. Dia mengungkapkan rencana pelepasan saham Avian masih dalam proses.
 
"Ini masih dipersiapkan. Kalau enggak akhir tahun, bisa tahun depan," ungkapnya di Jakarta, Hermanto mengungkapkan, produsen cat itu mengincar dana segar lebih dari Rp2 triliun melalui aksi penawaran umum saham perdana. Menurutnya, melalui IPO maka perusahaan akan semakin dikenal dan transparan. Berdasarkan catatan Bloomberg, produsen cat di Indonesia PT Avia Avian merencanakan penjualan saham perdana pada tahun ini dengan target dana US$250 juta.
 
Adapun Sariguna Primatirta merupakan grup Tanobel Food dan tercatat sebagai emiten ke-540 dan mencatatkan over subcribed sebesar 2,95 kali dari seluruh saham yang ditawarkan. Sariguna memiliki sandi saham CLEO melepas 450 juta lembar saham dengan harga Rp115 per lembar saham. Aksi melantai di pasar modal CLEO ini pun meraih dana senilai Rp51,75 miliar.
 
Analis Anugerah Sentra Investama, Yusuf Nugraha, mengatakan maraknya perusahaan penunjang properti yang akan IPO sejalan dengan pertumbuhan sektor properti dan infrastruktur.“Dikarenakan hal inilah beberapa emiten ini mencari modal kerja melalui IPO untuk mengantisipasi permintaan produksi yang nanti semakin banyak dari proyek infrastruktur dan properti,” ungkapnya. 
 
Menurut Yusuf, yang menjadi kendala bagi sektor penunjang properti adalah bahan baku, terutama bahan campuran kimia. “Karena, bahan campuran kimia jarang diproduksi oleh perusahaan di Indonesia dan harus diimpor dari negara lain. Sementara impor masih menjadi kendala,” ucapnya.
 
Sementara sentimen yang memengaruhi IPO, yang terdekat sentimen datang dari pasar global, karena saat ini pasar masih dipengaruhi dari perubahan kebijakan ekonomi AS. 
 
“Jika IPO dalam jangka waktu dekat ini belum tepat. Kemungkinan baru bisa pada semester dua tahun ini. Prediksi saya masih belum kondusif pada semester satu ini dan lebih prospektif pada semester dua,” tutup Yusuf.
 
Sementara analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menuturkan kalau melihat dari prospek sebenarnya cukup bagus tapi harus disesuaikan dengan pertumbuhan industri utamanya. Selain itu, terkait dengan faktor-faktor umum IPO, seperti waktu (timing), kinerja keuangan, penjamin emisinya dan lain-lainnya harus dipersiapkan. “IPO-nya cukup punya prospek,” tutur Reza.(jak/dra)

Create Account



Log In Your Account