Libur Panjang, Kinerja RFB Surabaya Melonjak Tajam

Sabtu, 01 Juni 2019  19:00

Libur Panjang, Kinerja RFB Surabaya Melonjak Tajam

Kepala Cabang RFB Surabaya, Leonardo.

Surabaya(BM)-Kinerja PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Kantor Cabang Surabaya semakin terdongkrak paska pemilu 2019 dan libur panjang Lebaran. Hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat untuk ikut andil menjadi bagian dari bidang perdagangan berjangka.Kepala Cabang RFB Surabaya, Leonardo, mengatakan hal itu dalam menyikapi dampak paska Pemilu 2019 dan libur panjang Lebaran, Sabtu (1/6/2019).

”Antusias masyarakat untuk andil menjadi bagian dari perdagangan berjangka ini, justru semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini semakin menunjukkan bahwa libur panjang dan paska Pemilu lebih berdampak positif terhadap kinerja RFB Surabaya,”ungkap Leonardo.Leonardo menjelaskan kinerja RFB Surabaya selama kuartal I tahun 2019 terus melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun 2018 dan 2017. Volume transaksi perdagangan berjangka pada Maret 2019 tercatat sekitar 160 ribu lot. Pada periode yang sama tahun 2018, lebih dari 80 ribu lot dan periode yang sama tahun 2017, tidak beda jauh dengan 2018.

”Yang jelas transaksi perdagangan selama kuartal I tahun 2019 untuk Kantor Cabang Surabaya naik dua kali lipat jika dibanding periode yang sama tahun 2018,”ujarnya.Pada kegiatan di kuartal kedua, Leonardo menegaskan, demi pelayanan kepada investor maka semua produk tetap akan dijual. Sampai saat ini emas masih menjadi produk yang paling dicari oleh investor.

”Jadi fokus kami di kuartal kedua ini adalah memasarkan produk Emas/Gold. Kenapa demikian karena emas harganya stabil dan cenderung naik dari tahun ke tahun. Selain itu, tingkat likuiditasnya juga tinggi sehingga sangat mudah jika ingin menjual atau membeli emas kapan saja,”paparnya.

Apakah ada target baru yang dibidik RFB Surabaya? Leonardo menegaskan pihaknya akan terus mengenalkan Perdagangan Berjangka Komiditi ini ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga semakin banyak orang yang mengenal transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi. Sehingga, Indonesia tidak cuma menjadi penghasil produk fisik seperti kopi, sawit, tambang emas dan lain-lainnya, tetapi juga menjadi basis harga komoditi dunia.

Banyaknya investor yang melakukan perdagangan kontrak berjangka komoditi dalam jumlah yang tinggi, kata Leonardo, akan menjadi sarana pembentukan harga. Sehingga masyarakat penghasil komoditi fisik petani kopi, sawit dan lain-lainnya tidak perlu khawatir dengan kondisi saat panen harga menjadi murah.”Selain itu, perdagangan kontrak berjangka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sarana melindungi usaha melalui pengalihan resiko fluktuasi harga komoditi/aset tertentu untuk menjamin kepastian dan kelangsungan usaha jangka panjang (lindung nilai),”pungkas Leonardo. (ris/dra)

 

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>