DLH Jatim Pantau Proyek SPAM Umbulan

Kamis, 11 Februari 2018  22:56

DLH Jatim Pantau Proyek SPAM Umbulan
 SURABAYA (BM) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim, terus melakukan pemantauan lapangan terhadap Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Kabupaten Pasuruan.
 
Kepala DLH Provinsi Jatim, Diah Susilowati mengatakan, DLH hanya sebatas melakukan pemantauan lapangan untuk persoalan Umbulan. Selebihnya, untuk pelaksanan proyek ada di Dinas Cipta Karya dan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR).
 
Namun terlepas dari itu, menurut Diah, kontraktor pembangunan wajib melakukan pemantauan uji kualitas udara, kualitas air dan kebisingan, gangguan lalu lintas akibat galian, perbaikan jalan rusak, estetika memasang rambu-rambu keamanan. "Semua wajib dilaporkan termasuk rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan setiap enam bulan sekali,” katanya.
 
Lebih lanjut dikatakan, yang perlu diperhatikan kontraktor adalah masalah sosial, seperti ganti rugi jika dampak pembangunan menggangu masyarakat sekitar Umbulan. “Hasil evaluasi lapangan pelaksana proyek harus mematuhi ketentuan yang dipersyaratkan, agar pembangunan tetap aman dan dampaknya bisa dikendalikan," harapnya.
 
Sebelumnya, Komisi D DPRD Provinsi Jatim meminta PT Meta melalui Pemprov Jatim agar memenuhi janji khususnya kepada masyarakat Pasuruan, terkait proyek Umbulan. Di antaranya soal Masyarakat Pasuruan diprioritaskan untuk mendapatkan aliran air Umbulan serta perbaikan pada galian dan jalan.
 
Ketua Komisi D DPRD Jatim, Edi Paripurna menuturkan, saat ini hampir 60 persen jalan menuju Umbulan, rusak karena lalu lalang kendaraan berat untuk proyek. Di sisi lain terkait soal aliran air dari Umbulan, ternyata tidak semua masyatakat mendapatkan air bersih. Akibatnya beberapa waktu lalu sejumlah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) mendatangi DPRD Jatim, untuk mengadukan persoalan ini. (kmf/udi) 
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>