Jelang Pilbup Pasuruan, Bupati Irsyad dan Wabup Pecah Kongsi

Kamis, 12 Oktober 2017  19:51

Jelang Pilbup Pasuruan, Bupati Irsyad dan Wabup Pecah Kongsi
PASURUAN (BM) – Jelang pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018, peta politik di Kabupaten Pasuruan kian menghangat.  Munculnya nama Riang Kulup Prayudha di bursa bakal calon bupati (bacabup) membuat peta politik mulai berubah.

Wakil Bupati Pasuruan Riang Kulup Prayuda pada Pilkada 2018 ingin merebut kursi bupati. Ia mendaftar ke Partai NasDem. Riang Kulup Prayuda atau yang lebih akrab disapa Mas Gagah, resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon bupati dan diterima langsung oleh Ketua DPD NasDem Kabupaten Pasuruan Joko Cahyono.

Majunya Mas Gagah sebagai bakal calon bupati ini otomati duet kepemimpinan sekarang pecah kongsi. Karena Bupati HM Irsyad Yusuf juga mencalonkan kembali. "Beliau (Gagah) sudah mengembalikan berkas pendaftaran sebagai calon bupati ke NasDem. Kami berdiskusi banyak dan beliau menyatakan siap maju sebagai calon bupati," kata Joko Cahyono, Kamis (12/10).

Joko mengaku partainya menyambut baik pengembalian berkas pendaftaran tersebut. Menurut dia, hal itu membuktikan NasDem sangat dipercaya banyak figur calon kepala daerah yang mendaftar lewat NasDem. "Alhamdulillah banyak yang memberi amanah ke NasDem. Bukan orang-orang sembarang, tapi tokoh-tokoh berpengaruh," terangnya.

Sebelum ini, Irsyad Yusuf juga sudah mengembalikan berkas pendaftaran calon bupati ke NasDem, begitu pula tokoh PDIP yang saat ini duduk di DPRD Jatim Eddy Paripurna.

Selain mereka, ada juga Udik Djanuantoro, Ketua Golkar Kabupaten Pasuruan dan Andri Wahyudi, Ketua PDIP Kabupaten Pasuruan.  "Keduanya daftar calon wakil bupati," terang Joko.

NasDem kemudian akan membuka uji publik pada para tokoh yang mendaftar. Publik bisa menyampaikan masukan, dukungan bahkan kritikan terkait nama-nama yang telah mendaftar tersebut. "Senin depan saya akan bawa semua berkas pendaftaran ke DPP NasDem. Mereka akan menjalani fit and proper test, tim dari DPP akan turun ke daerah untuk melihat secara langsung potensi para tokoh. Setelah itu, ketua umum akan memutuskan siapa yang direkomendasi,"  ungkap Joko.

Sementara itu, sejumlah partai politik (parpol) juga mulai melakukan komunikasi politik satu sama lain untuk menjalin koalisi guna saling mendukung satu sama lain menghadapi konstalasi politik belakangan ini. Salah satunya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI – P) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sejumlah petinggi kedua parpol tersebut tampak hadir di salah satu rumah makan yang berada di wilayah Kraton, yakni Ketua DPC PDI – P Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi dan pengurus parpolnya serta Ketua DPC PPP Kabupaten Pasuruan, Ahmad Mawardi berserta rombongannya.

“Kami sengaja bertemu dan berkomunikasi di sini untuk menyamakan persepsi jelang Pemilukada 2018 mendatang. Kami menganggap PPP merupakan rekan kami yang punya pandangan yang sama dalam menghadapi pemilukada ke depan, ” kata Andri Wahyudi.

Pada kesempatan itu, hadir pula anggota DPRD Jawa Timur, Edi Paripurna yang digadang – gadang akan maju dalam bursa Bacabup dalam Pilkada mendatang. “Saya dan Pak Edi (Edi Paripurna) berencana mendaftarkan diri melalui PPP. Saya sebagai Bacawabup dan Bacabup. Kami berdua ini merupakan kader PDI-P yang solid ya,” tegasnya berseloroh.

Pertemuan kedua parpol PDI – P dan PPP menjelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pasuruan ini merupakan pertemuan yang sangat sederhana yang dibungkus dengan proses pendaftaran secara jemput bola yang dilakukan oleh PPP.

Sebelumnya, DPC PPP Kabupaten Pasuruan juga melakukan upaya jemput bola terhadap sejumlah nama untuk mendaftarkan diri sebagai Bacabup yakni Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf. (ara/udi)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>