Ratusan Perlintasan Liar KA di Pasuruan-Banyuwangi Bakal Dit

Selasa, 20 Februari 2018  22:14

Ratusan Perlintasan Liar KA di Pasuruan-Banyuwangi Bakal Dit
PASURUAN (BM) – Berbagai upaya terus dilakukan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember guna mengurangi terjadinya kecelakaan di perlintasan KA liar. Salah saatunya, berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menutup ratusan pintu perlintasan liar di sepanjang wilayah kerjanya mulai Kabupaten Pasuruan hingga Banyuwangi.

"Kami akan terus menutup perlintasan liar di wilayah Daop 9 untuk mencegah terjadinya kecelakan di perlintasan sebidang yang tersebar di sejumlah titik," kata Manajer Humas PT KAI Daop 9 Luqman Arif, Selasa (20/2).

Selama Januari-Februari 2018, lanjut dia, PT KAI telah menutup 20 pintu perlintasan sebidang liar yang lebarnya kurang dari 2 meter karena kalau tidak cepat ditutup akan menjadi perlintasan liar.

"Untuk perlintasan liar yang lebarnya melebihi dua meter, PT KAI Daop 9 akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan penertiban dan mengurangi dampak sosial dari masyarakat akibat ditutupnya perlintasan sebidang liar itu," kata Luqman.

Berdasarkan data PT KAI Daop 9 Jember, tercatat ada 102 sebidang yang dijaga baik petugas PT KAI maupun pihak luar sepanjang Pasuruan-Banyuwangi, sedangkan yang tidak dijaga ada 276 perlintasan.

"Jumlah pintu perlintasan kereta api terbanyak berada di Kabupaten Jember sebanyak 114 perlintasan, namun hanya 39 perlintasan yang dijaga, sedangkan sisanya sebanyak 75 perlintasan tidak terjaga," kata dia.

Luqman mengatakan, penutupan perlintasan sebidang liar seharusnya dilakukan pemerintah daerah sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Menurut dia, banyaknya perlintasan kereta liar menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas, apalagi pada saat-saat tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri karena frekuensi perjalanan kereta bertambah dan kendaraan yang melintas cukup padat di perlintasan itu.

Pintu perlintasan liar sepanjang wilayah kerja Daop 9 Jember disebabkan beberapa faktor di antaranya bermunculan permukiman baru dan jalan baru yang dibuka masyarakat secara liar. Karena itu, kewenangan untuk menjaga pintu perlintasan tersebut bukan pada pihak PT KAI Daop 9 Jember. (nt/udi)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>