Tolak Proyek Umbulan, Seratu Kembali Turun Jalan

Senin, 08 Januari 2018  21:25

Tolak Proyek Umbulan, Seratu Kembali Turun Jalan
PASURUAN (BM) – Sekelompok massa dan aliansi LSM Pasuruan yang tergabung dalam Serikat Rakyat Tolak Umbulan (Seratu) kembali melakukan aksi di lokasi proyek sekitar wilayah Pleret, Pasuruan, Senin (8/1). Mereka meminta pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan dihentikan dan seluruh kelengkapan dokumen proyek dibuka ke publik.
 
Suryono Pane selaku koordinator aksi mengatakan, proyek strategis nasional tersebut telah merugikan masyarakat Pasuruan. Pasalnya, masyarakat yang berada di wilayah Pasuruan masih banyak yang kekurangan air.
 
"Dapat kami pastikan bahwa proyek SPAM Umbulan akan berdampak langsung pada rusaknya ekosistem dan lingkungan sekitar. Hal mendasar ini yang menjadi alasan penolakan dan tuntutan penghentian. Disinyalir ada komersialisasi atas air Umbulan yang keuntungannya lebih banyak dinikmati investor swasta," katanya.
 
Ditegaskan pula, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan harus membuka seluruh dokumen terkait proyek SPAM Umbulan, utamanya menyantkut dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Kami minta dokumen mulai lelang, klarifikasi hingga penetapan pemenang. Tak terkecuali bila ada perjanjian-perjanjian dalam proyek ini dibuka ke publik,” tegas Suryono Pane.
 
Lebih lanjut dikatakan, dengan dibukanya dokumen, maka dipastikan masyarakat dapat mengetahui hal-hal yang menguntungkan maupun merugikan yang diterima pemerintah Kabupaten Pasuruan.
 
Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar wilayah Pleret tersendat. Selain itu, untuk beberapa waktu proses pengerjaan proyek SPAM terhenti.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama, arus lalu laintas kembali normal dan pekerjaan proyek pun berlanjut. Sesudahnya menggelar aksi di lokasi proyek, massa langsung menuju kantor Pemkab Pasuruan.
 
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan akan memasok air bersih pada sejumlah kota di antaranya Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.
 
Saat ini, pengerjaan fisiknya masih berlangsung sebagaimana penandatanganan kesepakatan proses kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) pada 11 April 2017 lalu di Surabaya.

Dalam kesepakatan tersebut waktu, konstruksi pipa bakal dituntaskan dalam kurun dua tahun sudah harus menyambung ke lima daerah wilayah Propinsi Jawa Timur itu. (ara/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>