19 Gempa Susulan di Tasikmalaya, Warga Diminta Tak Panik

Jumat, 17 Desember 2017  16:50

19 Gempa Susulan di Tasikmalaya, Warga Diminta Tak Panik

Reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Bara.

JAKARTA (BM) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 19 gempa susulan (aftershock) pasca gempa bumi Tasikmalaya pada Jumat malam, 15 Desember 2017 lalu dengan kekuatan gempa susulan terbesar mencapai 5,7 skala Richter. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik.

"Bagi masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya," kata kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Minggu, 17 Desember 2017.

Sutopo juga mengimbau masyarakat tidak terpancing isu mengenai gempa bumi dan tsunami. Sutopo mengatakan saat ini BPBD kabupaten dan kota akan melakukan kaji cepat/assessment dampak gempa bumi.

Empat kabupaten dan kota yang terkena dampak gempa telah menetapkan status tanggap darurat. Keempat daerah itu adalah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

Gempa bumi Tasikmalaya terjadi pada Jumat malam, 15 Desember 2017. Gempa diawali dengan kekuatan sebesar 7,3 SR, yang kemudian menurun menjadi 6,9 SR. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 23.47 WIB untuk wilayah Tasikmalaya dan Ciamis. Namun, peringatan tersebut dicabut pada pukul 02.30 WIB Sabtu dini hari setelah petugas tidak menemukan tanda-tanda tsunami.

Sebanyak 1.239 rumah rusak akibat gempa yang melanda Kabupaten Tasikmalaya. Kerusakan rumah tersebut tersebar di delapan kabupaten dan kota yang terkena dampak. "Rusak ringan 565, rusak sedang 447, rusak berat 227," kata Sutopo.

Selain merusak rumah, gempa merusak 54 sarana dan prasarana umum seperti sekolah, mesjid, kantor, aula dan rumah sakit. BNPB mencatat 2 orang meninggal dan 6 lain mengalami luka - luka. "Serta 200 orang masih mengungsi di posko," kata Sutopo.

Data sementara pada Minggu (17/12/2017) pukul 14:30 WIB, sebanyak 451 rumah rusak berat, 579 rumah rusak sedang, dan 1.905 rumah rusak ringan.

Selain itu juga terdapat kerusakan 46 unit sekolah/madrasah, 38 unit tempat ibadah, 9 kantor, dan 4 rumah sakit serta puskesmas.

Menurut Sutopo, daerah yang paling parah mengalami kerusakan terdapat di empat daerah, yaitu Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran.

Keempat daerah tersebut, kata Sutopo, paling dekat dengan episentrum gempa sehingga intensitas gempa dirasakan dengan skala V-VI MMI (sedang hingga kuat).

"Bupati dan wali kota di keempat daerah itu telah menetapkan status keadaan tanggap darurat penanganan gempabumi selama 7 hari terhitung 16/12/2017 hingga 22/12/2017, yang dapat diperpanjang sesuai dengan situasi di lapangan," tuturnya.

Di Kabupaten Tasikmalaya terdapat 1.362 unit rumah rusak, terdiri dari 192 rumah rusak berat, 76 rumah rusak sedang, dan 1.094 rumah rusak ringan.

Sementara, di Kabupaten Ciamis terdapat 759 rumah rusak yang terdiri 117 rumah rusak berat, 239 rumah rusak sedang, dan 403 rumah rusak ringan.

Sedangkan di Kabupaten Pangandaran terdapat 320 rumah rusak yang meliputi  60 rusak berat, 75 rusak sedang, dan 185 rusak ringan.

"Gempa tidak merusak sarana dan prasarana umum yang vital seperti jalan raya, jembatan, utilitas listrik, utilitas air minum, dan lainnya. Pendataan masih dilakukan. Diperkirakan jumlah kerusakan akan bertambah," kata Sutopo.

BNPB telah menyerahkan dana siap pakai sebesar Rp 250 juta kepada empat daerah untuk operasional selama masa tanggap darurat.

Untuk perbaikan pemukiman yang rusak akan dipenuhi melalui bantuan stimulan dana dari BNPB dengan masing-masing daerah terlebih dahulu melakukan verifikasi yang valid.

Bantuan mendesak yang diperlukan masyarakat saat ini adalah hunian sementara (huntara), tenda, relawan untuk membersihkan material bangunan yang rusak, permakanan, trauma healing, tukang dan bahan material bangunan.

"Kepala BNPB Willem Rampangilei telah melakukan rapat koordinasi dengan para Kepala Daerah, BPBD, Kementerian Sosial, dan aparat setempat di Tasikmalaya dan Ciamis. Empat prioritas yang perlu ditangani adalah penambahan bantuan logistik, perbaikan pemukiman yang rusak, bantuan pendanaan, dan perbaikan kerusakan sarana prasarana umum," ujar Sutopo.

 

Bantuan Logistik

Kementerian Sosial menerjunkan tim untuk menangani korban gempa Jawa Barat yang terjadi pada Jumat (15/12/2017) malam. Salah satunya adalah Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang dikerahkan untuk mengevakuasi korban bencana.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menuturkan, ratusan Tagana yang diterjunkan berasal dari Kabupaten Tasik, Kota Tasik, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut Kabupaten Pangandaran, dan kabupaten Banjar.

"Total ada lebih dari 234 personel," kata Khofifah melalui keterangan tertulis, Minggu (17/12/2017).

Selain Tagana, tim yang diterjunkan adalah Tim Layanan Dukungan Psikososial untuk memberikan trauma healing bagi para pengungsi. Utamanya bagi kelompok rentan, yakni lansia, ibu hamil, difabel, dan anak-anak.

Sejumlah bantuan logistik juga turut dikerahkan. Mulai dari kebutuhan makanan, logistik hingga tenda.

Bantuan tersebut dikoordinasikan oleh Dinas Sosial Provinsi Jabar dan Dinas Sosial kabupaten kota setempat.

Adapun total bantuan logistik yang disalurkan mencapai Rp 893 juta.

"Logistik yang dikirim berupa lauk pauk, kid ware, food ware, family kits, tenda serba guna, matras, selimut dan tenda gulung," ujar Khofifah.

Khofifah juga mengimbau para kepala daerah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Darurat.

Dengan dikeluarkannya surat tersebut, maka kebutuhan logistik, terutama cadangan beras, dapat segera disebarkan.

"Dengan SK Darurat Bupati, Wali Kota, kebutuhan logistik berupa beras dapat dikeluarkan 100 ton. Jika beras tersebut sudah habis, maka dengan SK Darurat Gubernur, dapat dikeluarkan 200 ton beras," kata perempuan kelahiran Surabaya tersebut. (kom/tem/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>