39 Kapal Ikan Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Miliar

Senin, 09 Juli 2018  19:47

39 Kapal Ikan Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Miliar

DENPASAR (BM) – Sebanyak 39 kapal ikan terbakar di Pelabuhan Benoa, Bali, Senin (9/7). Korsleting mesin pada salah satu kapal nelayan diduga jadi penyebabnya. Hingga Senin malam, pihak pemadam kebarakan masih berusaha memadamkan api.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Denpasar, Wayan Puja mengatakan, diduga ada korsleting pada mesin kapal yang diletakkan di timur pelabuhan.

"Diduga ada korsleting mesin pada kapal sehingga menyebabkan kebakaran," terangnya di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Senin (9/7/2018).

Dia mengaku pihaknya sempat kesulitan memadamkan api. Pasalnya di Jalan Bypass Ngurah Rai terjadi kemacetan yang cukup parah sehingga menghambat mobil pemadam kebakaran ke lokasi. "Terjadi kemacetan di By Pass Ngurah Rai sehingga mobil yang ke sini agak lama," kata dia.

Sementara itu, Pusdalops BPBD Provinsi Bali melaporkan, sebanyak 39 unit kapal nelayan terbakar di Pelabuhan Benoa, Bali, sekira Pukul 02.00 Wita.

Laporan sementara, kapal yang terbakar di antaranya milik PT AKFI sebanyak 5 unit kapal, yakni KM Cilacap Jaya Karya, KM Akau Jaya Lima, KM Bmj Satu, KM Bintang Barat dan KM Bina Sejati.

Selanjutnya 7 kapal milik PT Intimas Surya yakni KM Hiroyosi 7, KM Permata 03, KM permata 103, KM Permata 06, KM Permata 01, KM Mutiara 28, dan KM Mutiara 10

Pihak terkait masih mendata kapal lainnya yang turut terbakar dalam peristiwa ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan adanya peristiwa kebakaran kapal tersebut.  "39 unit kapal ikan terbakar di Pelabuhan Benoa Bali," kata Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya, Senin (9/7/2018) pukul 09.45 WIB.

Kebakaran terjadi pada pukul 02.00 Wita. Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Sutopo menambahkan belum ada laporan korban jiwa dalam kebakaran itu. Penyebab kebakaran juga belum diketahui.

"Laporan sementara tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang," ujarnya.

Sementara itu, Polisi memprediksi kebakaran di Pelabuhan Benoa, Bali, baru benar-benar padam sore atau malam. "Sampai sekarang memang belum padam, tapi sudah hampir (padam). Katakanlah (padam) 50-60 persen (dari keseluruhan objek yang terbakar)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

"Mungkin diprediksi sampai sore atau malam nanti. Proses pemadaman berlangsung," sambungnya.

Iqbal menuturkan hingga kini polisi dan seluruh instansi terkait masih berupaya memadamkan kebakaran. Polisi setempat menurunkan kendaraan taktis water cannon.

"Bahkan water cannon polisi dikerahkan untuk melakukan tambahan kekuatan agar cepat padam," ujar Iqbal.

Iqbal mengaku belum mengetahui ada atau tidaknya korban akibat kebakaran tersebut. "Kita (polisi) belum tahu ada korban jiwa, luka-luka, dan lain-lain," imbuh Iqbal.

Kebakaran terjadi pada pukul 02.00 Wita. Tercatat sebanyak 39 kapal ikan terbakar. Sebelumnya diberitakan pemadam kebakaran mengerahkan sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran.

 

13 Orang Diperiksa

Polisi memeriksa 13 saksi terkait peristiwa kebakaran 39 kapal di Tanjung Benoa, Bali. Saksi-saksi tersebut merupakan kapten dan anak buah kapal (ABK).

"Kepolisian daerah setempat sudah memeriksa 13 kapten dan ABK kapal yang diduga penyebab terjadinya kebakaran itu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

"Tak tertutup kemungkinan akan meluas kepada saksi lain, termasuk juga kita minta keterangan kepada pengelola kapal dan pelabuhan," ujar Iqbal.

Iqbal menerangkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan masih menyelidiki penyebab kebakaran.

"(Tim Puslabfor) sudah turun (ke TKP). Penyebabnya kita belum tahu karena antara dua, terbakar atau ada pembakaran. Polisi memastikan bahwa penyelidikan ini berjalan dengan baik dan mencari penyebab itu," terang Iqbal.

Iqbal menambahkan, 15 dari 39 kapal sudah bisa diidentifikasi kepemilikannya. Sisa kapal belum teridentifikasi lantaran kondisi yang hangus terbakar.

"Teridentifikasi nama kapalnya, siapa nakhodanya, siapa pemiliknya. Kapal lain belum, kondisinya hangus, ada yang sebagian dan ada yang total," tutur Iqbal.

 

Bukan Pelabuhan Transportasi

Kemenhub menyebut lokasi 39 kapal terbakar di Benoa, Badung, Bali, bukan pelabuhan transportasi. Dengan begitu, insiden kebakaran 39 kapal itu bukan kewenangan Kemenhub.

"Itu adalah pelabuhan perikanan yang di luar daripada pelabuhan ataupun kewenangan transportasi secara nasional," kata Karo Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Baitul Ihwan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Kapolda Bali Irjen Petrus Golose mengatakan pihaknya akan menyelidiki peristiwa kebakaran 39 kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Bali. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran puluhan kapal tersebut.

"Yang pertama adalah pemadaman api dulu. Setelah api padam nanti kita akan turunkan (petugas) untuk memeriksa. Apakah benar kebakaran atau ada unsur pembakaran," kata Petrus di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Senin (9/7/2018).

Dari laporan awal yang diterima, kata Petrus, kebakaran diduga akibat kelalaian. Menurutnya tidak mungkin ada api di dalam kapal kalau ada ketelitian pengelola kapal maupun ABK.

"Bencana kebakaran kapal ini human error kalau menurut saya. Harusnya pemilik (kapal) lebih teliti dan saling menjaga apalagi kalau dilihat kapal (bersandar) berderet," urainya.

Petrus mengatakan api sulit dipadamkan karena setiap kapal berisi atau membawa BBM jenis solar. Kondisi ini juga menyebabkan api mudah menyambar.

"Kenapa sulit dipadamkan ya karena setiap kapal berisi solar," tuturnya.

Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. "Kami belum tahu penyebab utama kebakaran kapal-kapal ikan itu. Namun kerugian tiap kapal antara Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar tergantung kelengkapan isi kapal dan ukurannya," ucap Ketua II ATLI (Asosiasi Tuna Longline Indonesia) Bali Agus Dwi Siswaputra, S.E. saat ditemui dilokasi Senin (9/7/2018) usai meninjau kebakaran tersebut.

Menurutnya, dalam insiden tersebut, sebagian besar kapal ikan yang terbakar merupakan kapal milik anggota ATLI yakni 33 unit. Ia mengaku belum mengetahui barang-barang dalam kapal yang terbakar.

 "Namun yang jelas karena musibah ini, kapal-kapal tersebut sudah tak bisa lagi melaut menangkap ikan," ungkapnya.

Terkait upaya selanjutnya, Agus Dwi Siswaputra belum bisa memastikan bagaimana tindakan selanjutnya termasuk menyangkut nasib ratusan ABK karena masih menunggu penyelidikan aparat serta memastikan api seluruhnya padam.

Sementara, GM Pelindo Benoa Wayan Eka Saputra di sela-sela pemantauan peristiwa itu mengatakan dengan kejadian ini pihaknya bersama dengan aparat terkait segera melakukan evaluasi agar kasus serupa tak terulang lagi, apalagi kebakaran menimpa kapal ikan kerap terjadi di Pelabuhan Benoa Denpasar.(BB).(oke/det/bal/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>