Aksi PMII Tolak Hasil Revisi UU MD3 di DPRD Surabaya Ricuh

Senin, 19 Februari 2018  18:20

Aksi PMII Tolak Hasil Revisi UU MD3 di DPRD Surabaya Ricuh

Aksi demo PMII di DPRD Surabaya, Senin (19/2)

SURABAYA (BM) – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di gedung DPRD Surabaya berlangsung ricuh. Ratusan massa menolak revisi Undang-Undang nomor 17 tahun 2014, tentang UU MPR, DPR, DPD dan DPRD, (D3).

Kericuahan dipicu ketika mahasiswa memaksa masuk ke gedung dewan untuk meminta Ketua DPRD Surabaya, Armudji, menandatangani surat pernyataan penolakan pengesahan revisi UU nomor 17 tahun 2014 tentang UU MD3.

Aksi terobos yang hendak dilakukan oleh ratusan mahasiswa ini dihadang aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Aksi saling dorong, hingga bentrokan pun terjadi antara aparat kepolisian dengan mahasiswa yang berusaha masuk ke dalam gedung dewan.

Sejumlah mahasiswa yang dianggap memprovokasi suasana pun diamankan oleh polisi. Melihat kawannya diamankan, aksi ratusan mahasiswa pun makin memanas dengan memblokir Jalan Raya Yos Sudarso yang berada di depan gedung dewan. Aksi blokir jalan dilakukan dengan aksi tidur di jalan, sebelum akhirnya berhasil dibubarkan polisi.

Sebelum terjadi kerusuhan, aksi dari mahasiswa ini sempat ditemui oleh Ketua DPRD Surabaya, Armuji. Menanggapi aksi mahasiswa ini, politisi dari PDI Perjuangan ini sepakat dengan upaya menempuh jalur konstitusi dari elemen mahasiswa untuk menganulir revisi UU nomor 17 tahun 2014 tentang UU MD3.

"Artinya apa yang dibahas oleh DPR RI yang digulirkan oleh beberapa elemen masyarakat komponen mahasiswa sudah di meja Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itulah, kami mendukung langkah konstitusi yang dilakukan mahasiswa, di antaranya untuk bisa menganulir UU MD3," tutur Armudji.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut beberapa poin, yakni meminta pemerintah menganulir UU nomor 17 tahun 2014, karena dianggap memberikan angin segar bagi DPR untuk bertindak sewenang-wenang, termasuk adanya hak imunitas DPR yang disebut dalam pasal 224 ayat 1 UU MD3. .

"PMII Menuntut Revisi UU no 17 tahun 2014 ada 4 poin yang kita tuntut. Tuntutan kami menolak keras revisi UU no 17 tahun 2014, tentang MD3 meminta presiden mengeluarkan perpu badan legislatif," kata Fahrurrozi, Ketua Umum PMII Cabang Surabaya.

Akibat kerusuhan dalam aksi demo ini, sempat terjadi kemacetan kurang lebih 1 jam di Jalan Yos Sudarso Surabaya. Setelah dilakukan perundingan dengan pihak kepolisian, ratusan mahasiswa akhirnya membubarkan diri. (dji/poj/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>