Banjir Bandang Terjang Probolinggo dan Malang

Selasa, 11 Desember 2018  18:21

Banjir Bandang Terjang Probolinggo dan Malang

PROBOLINGGO (BM) – Sebanyak 63 bangunan rumah warga rusak akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Sejumlah rumah yang rusak itu di antaranya, 29 rumah di Dusun Lawang Kedaton dan 24 di Kedaton, Desa Andung Biru, dimana seluruhnya rusak akibat terjangan longsor. Sementara 10 rumahnya lainnya, berlokasi di Desa Tiris rusak akibat disapu air bah, pada Senin sore (10/12).

Sejumlah rumah yang mengalami kerusakan paling parah, adalah rumah penduduk yang lokasinya berdekatan dengan aliran sungai Kedaton.

Dikonfirmasi di lokasi bencana, Camat Tiris Roby menyampaikan, jika terjangan banjir bandang tak hanya memporak-porandakan rumah warga, tetapi juga merusak 4 jembatan yang ada di wilayah Kecamatan Tiris.

Akibatnya, akses menuju sejumlah titik bencana terputus. Akses jalur hanya bisa dilalui dengan jalan kaki dimana jarak yang ditempuh mencapai 5 kilometer.

“Sementara aksesnya terputus, Mas. Ini terus kita upayakan pembersihan jalan. Semoga lekas bisa terbuka jalurnya, biar pasokan bantuan bisa masuk dan menjangkau daerah terdampak bencana,” jelasnya.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Kabupaten Probolinggo, Teguh Kawiandoko menyampaikan, pihaknya tengah berupaya melakukan pembersihan jalur yang terputus.Menurutnya pihak BPBD telah berkoordinasi dengan pihak PUPR, untuk mendatangkan alat berat agar akses jalan menuju lokasi bencana bisa cepat dibersihkan dan dilewati kembali.

"Kita sudah kirimkan bantuan ke lokasi. Termasuk membangun tenda untuk tempat tinggal para korban,"jelasnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait antisipasi hujan turun, Teguh menyebut pihaknya masih menunggu perintah untuk dilakukan pengungsian para korban terdampak.

Banjir bandang menerjang perkampungan penduduk di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin 10 Desember 2018 sore hingga malam. Dua korban meninggal dunia. Satu di antaranya masih hilang terbawa arus.

Korban meninggal bernama Siti Munawaroh (19) dan Akbar Maulana (10) warga dusun lawang kedaton, Desa Andung Biru, kecamatan Tiris.

Pasi Intel Kodim 0820 Probolinggo, Kapten Inf Slamet Riyanto menyebut korban hilang kini sedang dalam pencarian.

"Petugas saat ini terus berupaya mencari korban hilang, yang pihak Kodim akan menerjunkan kekuatan maksimal untuk bencana ini," kata Kapten Inf Slamet, Selasa (11/12/2018).

 

Banjir di Malang

Banjir bandang juga melanda wilayah kota Malang dan sekitarnya, hingga meninggalkan sampah dan genangan air beberapa titik, Senin (11/12) petang hingga malam.

Kondisi parah terjadi di Jalan Gajayana, Jalan Galunggung, Jalan Sukarno Hatta, Jalan Borobudur, Jalan Bantaran dan lain-lain.

Air juga sempat merendam restoran Ringinasri, berikut sejumlah mobil di halaman parkir ikut terendam. Selain itu, dua sekolah yakni SMP Negeri 16 dan SMP Muhammadiyah 6 Kota Malang juga sempat terdampak air hujan.

Hujan juga mengakibatkan dua pohon roboh yang menyebabkan akses ditutup dan memacetkan jalan. Pohon asam di Kawasan Arjosari tumbang dan sempet menutup flyover. Pohon tumbang juga terjadi di Kawasan Kelurahan Merjosari.

Selain itu, banjir juga menyebabkan dua kendaraan terperosok terseret air. Satu mobil Honda Jazz terperosok tanah amlas di Kawasan Bukirsari, sedangkan satu lagi masuk terbawa ke saluran air di Kawasan Telagawangi.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penyebab timbulnya banjir di Kota Malang salah satu disebabkan tidak ditutupnya dam air di sekitar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Akibatnya air masuk ke kota yang menyebabkan kapasitas sungai meluber dan tidak mampu menampung air hujan.

"Setelah dicek di lapangan, sementara didapat data bahwa penyebab banjir selain hujan lebat, karena dam air di UMM yang semestinya ditutup oleh SDA ternyata terbuka, sehingga luapan air yang tidak mencukupi kapasitas sungai yang ada," kata Sutiaji dalam keterangan pers, Selasa (11/12).

Dam air tersebut berada di Kawasan Tegalgondo, Kabupaten Malang yang menjadi kewenangan dari pihak SDA. Sehingga dilakukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut.

"Saya sudah perintahkan kepada dinas PU untuk koordinasi dengan SDA untuk menutup dam," tegasnya.

Sutiaji juga menyampaikan terkait genangan di sekitar rumah makan Ringan Asri yang ternyata ditimbulkan oleh bambu milik masyarakat yang terhanyut. Sehingga dampaknya, saluran air tertutup dan naik ke kawasan tersebut.

"Selain itu irigasi tersumbat yang berada di wilayah Ringan Asri, tersumbat sampah bambu milik masyarakat yang terhanyut," tegasnya.

Kata Sutiaji, musim penghujan mendatangkan cuaca ekstrem yang melanda Kota Malang dan beberapa daerah lain di Indonesia. Kapasitas air yang melimpah berikut jumlah saluran air yang tidak mencukupi menimbulkan genangan air, berikut dampak turunan lain.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak atas kondisi tersebut.

"Namun demikian atas nama Pemerintah Daerah saya sampaikan permohonan maaf kepada segenap warga yang terdampak," tegasnya.

Sutiaji telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat dengan segenap potensi yang dimiliki atas peristiwa tersebut. BPBD dan jajarannya dijadwalkan akan melakukan pembersihan akibat kerusakan dan sampah dampak dari arus air tersebut.

Kejadian tersebut sebagai pekerjaan rumah Kota Malang yang harus dicarikan solusinya. Sebagai langkah awal, telah dilakukan pemetaan dan mendata titik kejadian.

Sutiaji juga menegaskan, adanya sampah-sampah yang mengganggu saluran air. Sampah itu ditimbulkan dari budaya kurang tertib yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

Hadi Priyanto, Plt Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyampaikan, personel BPBD sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan assesment terkait bencana yang terjadi.

"Selanjutnya dilakukan evakuasi korban terdampak dan pemberian bantuan darurat yang diperlukan serta melakukan penyedotan daerah-daerah yang tergenang," katanya.

Hamdi menyampaikan, intensitas hujan yang sporadis perlu kewaspadaan masyarakat. Tanggung jawab bencana ini sehingga diperlukan kepedulian masing-masing pihak.

"Kita sudah koordinasi dengan OPD yang lain untuk penanganan ini seperti DPUPR, PERKIM, PMI, Dinkes dan lain-lain," tegasnya.

 

Bocah Tewas

Sementara itu,  seorang bocah, Dimas Oky Syahputra (11), dikabarkan terseret arus di aliran Sungai Amprong, Kota Malang, Senin (10/12/2018), siang. Korban sebelumnya diketahui berenang bersama satu rekannya, namun rekannya pergi terlebih dahulu.

Warga yang hendak memancing ikan di sungai kemudian mencurigai adanya baju yang diduga milik korban tergeletak di pinggir sungai. Namun pemilik baju tak diketahui keberadaannya.

Upaya pencarian yang dilakukan oleh regu penolong terhadap Dimas akhirnya membuahkan hasil. Bocah malang ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah Dimas ditemukan beberapa saat setelah penyisiran hari kedua dimulai pada pukul 08.00 WIB, Selasa (11/12/2018).

Pada pukul 09.45 WIB, jenazah siswa kelas 5 sekolah dasar itu ditemukan tak jauh dari titik pertama Dimas diduga terseret arus sungai. (sip/mer/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>