Basarnas Janji All Out Cari Korban Lion Air

Selasa, 30 Oktober 2018  17:16

Basarnas Janji All Out Cari Korban Lion Air

Identifikasi barang milik korban pesawat jatuh Lion Air JT 610

JAKARTA (BM) - Badan SAR Nasional (Basarnas) akan melakukan pencarian korban pesawar Lion Air JT-610 sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, yaitu bekerja 24 jam nonstop. "Sesuai perintah Presiden (Jokowi) kita tetap bekerja 24 jam. SOP kita tujuh hari. Apabila masih ada yang belum ditemukan kita tambah tiga hari," ungkap Kepala Basarnas Muhammad Syaugi di Crisis Center, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Senin (29/10).

Jika selama penambahan tiga hari masih belum ada yang ditemukan, Syaugi memastikan pihaknya akan melanjutkan pencarian. "Kita selalu menyampaikan bahwa tiga kata kunci dalam pencarian ini, pemerintah serius hadir, all out kita kerahkan segala daya upaya, dan ketiga adalah bekerja dengan hati karena kita harus menghadapi keluarga-keluarga korban yang penuh duka," tuturnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mendalami jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang.

Menurut Plt Dirjen Hubud Kemenhub, M. Pramintohadi Sukarno, pihaknya masih melakukan penelitian mendalam terhadap pesawat Boeing 737 Max 8. "Kita sedang melakukan pengawasan kemudian penelitian terhadap pesawat-pesawat Boeing 737 Max 8. Kita terus melakukan proses pengawasan penelitian dan saat ini pesawat tetap melaksanakan operasi," ujar Pramintohadi di Komplek DPR, Jakarta, Selasa (30/10).

Sambung dia, secara prinsip memang evaluasi terhadap musibah ini dilaksanakan oleh KNKT. Pihak Kemenhub tinggal menunggu laporan terkait penyebab kecelakaan.

"Jadi KNKT di lapangan dalam proses untuk mencari black box dan juga bagian-bagian dari pesawat Lion Air yang terkena musibah kemarin," terangnya.

Masih kata Pramintohadi, ketika sudah diketemukan black box maka analisa-analisa yang lebih mendalam terhadap jatuhnya pesawat semakin valid dan dapat diambil kesimpulan.

"Berdasarkan itu kita akan mencari data-data kemudian melakukan suatu analisa terhadap penyebab kecelakaan itu," pungkasnya.

 

Kerahkan Alat Sonar

Basarnas mengatakan tidak ada metode khusus untuk mencari kotak hitam (black box) Lion Air JT610. Basarnas berfokus pada pencarian badan pesawat (main body) terlebih dahulu.

"Kita tentunya pengen mencari main body dulu, biasanya kan itu tidak jauh dari main body, kalau itu ketemu saya yakin pasti tidak jauh-jauh dari situ," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018).

Seluruh temuan berupa serpihan pesawat, barang-barang korban, hingga potongan tubuh yang mengapung sudah dievakuasi petugas. Namun, saat ini tim pencarian masih melakukan penyisiran baik di permukaan laut ataupun di dalam laut.

"Kalau yang ada di atas permukaan sudah kita ambil semua. Sudah kita collect semua ada di sini dan 10 kantong itu sejak tadi malam sudah kita serahkan kepada Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi," ujar Syaugi.

Syaugi mengatakan sebanyak 50 personel dikerahkan untuk penyelaman hari ini yang berasal dari Basarnas, Kopaska TNI AL, dan pihak lainnya. Alat multibeam echosounder juga dipakai untuk memaksimalkan pencarian objek di bawah laut.

"Dari pagi tadi pukul 06.00 WIB sudah dilaksanakan penyelaman kembali. Hari ini kita akan melaksanakan penyisiran kembali di atas permukaan air dan dilakukan penyelaman di bawah air termasuk kita menggunakan alat yang namanya multibeam echosounder untuk melihat apakah ada objek di bawah. Karena kita berharap bodi pesawat atau main body-nya bisa terlihat," ucapnya.

Data terakhir tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri masih tercatat 24 kantong jenazah berhasil dibawa ke daratan dari titik koordinat jatuhnya pesawat. Sebanyak 10 kantong jenazah berisi potongan tubuh dan sisanya berisi serpihan pesawat.

Pesawat Lion Air JT 610 berjenis Boeing 737 MAX 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung dengan membawa 189 orang di dalamnya, Senin (29/10). Pesawat terbang pukul 06.20 WIB kemudian hilang kontak pukul 06.30 WIB. Puing-puing pesawat ditemukan di perairan sebelah utara Karawang, Jawa Barat.

 

26 Kantong Jenazah

Hingga Selasa (29/10) siang, tim SAR menemukan lagi dua kantong jenazah dan diserahkan ke tim DVI Polri. Dengan ditemukan dua kantong jenazah, kini total yang ditemukan menjadi 26 kantong jenazah. Sebelumnya ada 10 kantong berisi jenazah korban Lion Air JT 610 dan 14 kantong berisi serpihan pesawat.

"Ada 24 kantong jenazah yang diserahkan ke DVI Polri. Dari pagi hingga siang dapat lagi dua kantong jenazah," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar, dalam jumpa pers di kantor Basarnas, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Menurut dia, dua kantong jenazah itu masih berada di Kapal Batu Dewa dan Kapal Baruna Jaya. (rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>