Demo Ojol, Tuntut Payung Hukum Zona Merah

Rabu, 13 Desember 2017  18:04

Demo Ojol, Tuntut Payung Hukum Zona Merah

Demo Ojol di depan patung Gubernur Suryo, Rabu (13/12)

Surabaya (BM) - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) Surabaya melakukan unjuk rasa di depan gedung negara Grahadi, Rabu (13/12/2017). Mereka mendesak pemerintah segera mengesahkan aturan membawa penumpang di zona merah. Desakan ini karena ingin ada perlindungan.

Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka lebih banyak berunjuk rasa di depan patung Gubernur Suryo sambil membentangkan poster tuntutan tulisan tangan.

Selain menuntut payung hukum yang jelas bagi angkutan umum ojek, mereka juga menuntut jaminan keamanan bagi para pelaku driver ojek online di jalan raya.

Herry Wahyu Nugroho Koordinator Aksi PPOD Jatim mengatakan, para driver online seringkali mengalami gesekan dengan pengendara ojek pangkalan maupun angkutan umum konvensional seperti Angkutan Kota.

"Kami meminta Gubernur agar berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian agar menjamin keamanan dan kenyamanan bagi driver ojek online," ujarnya.

"Berikan payung hukum kami agar ojol bisa beroperasi di Surabaya," kata Novan, salah satu pengemudi ojol di sela aksi di depan Gedung Negara Grahadi dan yang diamini peserta demo lainnya, Rabu (13/12/2017).

Mereka berharap, dengan ada payung hukum bagi ojek online, bisa menghapus kawasan yang selama ini dilarang menaikkan penumpang.

"Selama ini diberlakukan zona merah seperti Terminal Purabaya, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Gubeng dan Bandara Juanda. Hapus zona itu, dengan payung hukum," tambahnya.

Massa juga membawa puluhan poster berisi tuntutan. Di antaranya 'Kami Driver R2 Online Butuh Perlindungan', 'Ojek Online Juga Warga Negara Indonesia' dan 'Mana Payung Hukum R2'. Sementara itu mereka juga meneriaki sesama pengemudi ojol yang masih tetap beroperasi.

Beberapa perwakilan dari paguyuban Ojek Online dan PPOD Jatim diterima oleh Dishub Surabaya di salah satu ruangan di Gedung Negara Grahadi. Mereka menyampaikan aspirasi kepada para pejabat dan kepolisian.

Aksi unjuk rasa ini tidak terlalu mengganggu lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo. Sejumlah anggota kepolisian yang mengamankan jalannya unjuk rasa tetap bersiaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.

Pagar kawat untuk menghalau aksi unjuk rasa tetap dipasang di depan Gedung Negara Grahadi, seperti biasanya ketika ada aksi unjuk rasa di depan gedung kenegaraan Jatim itu. (det/ssn/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>