Isteri Terduga Teroris Meledakkan Diri

Rabu, 13 Maret 2019  19:25

Isteri Terduga Teroris Meledakkan Diri

Detik-detik ledakan bom Sibolga pada Rabu (13/3) dinihari.

SIBOLGA (BM) – Himbauan aparat, agar isteri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah menyerahkan diri tak membuahkan hasil. Pada Rabu (13/3) dinihari, mereka diduga meledakkan diri bersama anaknya.

Pihak kepolisian menyatakan, jasad korban terlempar hingga 70 meter dari lokasi. "Terlempar dari lokasi sekitar 70 meter, ada potongan tubuh," ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto.

Jasad dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Sibolga. "Sudah dibawa ke RS Sibolga," kata Agus.

Sementara itu, tim Densus belum menemukan jasad anak yang sebelumnya disebut berada di dalam rumah bersama istri Abu Hamzah itu.

"(Anak) belum lihat jasadnya, kalau potongan tubuh istrinya ada, kemungkinan diduga istrinya," tuturnya.

Sebelumnya, isteri Abu Hamzah itu diimbau menyerahkan diri setelah suaminya ditangkap pada pukul 14.23, Selasa (12/3). Tokoh masyarakat juga dilibatkan untuk membujuk dan bernegosiasi.

Namun sang istri, yang belum disebut namanya, memilih meledakkan diri dini hari tadi. "Info dari lapangan, istri meledakkan diri sekitar pukul 02.00 WIB," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (13/3).

Peledakan diperkirakan terjadi pukul 01.20 WIB Rabu (13/3). Terjadi dua kali ledakan bom berturut-turut disekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Sumatera Utara.

Akibat ledakan bom cukup dahsyat dari rumah terduga terorisme di Sibolga, Husain alias Abu Hamzah tersebut, warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri.

Diduga kuat, isteri terduga teroris melemparkan bom itu ke arah rumah warga dari atas rumahnya.

Petugaspun langsung bergerak untuk melakukan pengecekan ke lokasi ledakan bom.

 

Bom Lontong

Istri Abu Hamzah diduga meledakkan diri menggunakan bom lontong.  "Sementara dugaan kita dia menggunakan bom rakitan bom lontong. Kita masih menunggui perkembangan lebih lanjut dari lapangan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Medan sebagaimana dilansir Antara, Rabu (13/3/2019).

Bom lontong di Sibolga tersebut merupakan bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya. Di antaranya potasium, paku, baut, dan pecahan kaca.

Bom jenis yang sama sebelumnya juga ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P, yang berhasil diamankan pekan lalu.

"Jadi di Lampung kita juga menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang kita temukan di sini. Di Sibolga cukup banyak, baik yang sudah terakit maupun yang belum terakit," katanya.

 

Rakit Puluhan Bom

Terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang ditangkap di Sibolga, Sumut, mengaku sudah merakit puluhan bom. Empat bom di antaranya dibawa istri yang kemudian tewas karena memilih meledakkan diri bersama anaknya saat dikepung polisi.

"Dari pengakuan pelaku AH itu ada sekitar puluhan bom yang sudah terakit. Yang aktif yang dibawa istrinya sekitar 4 bom dan ada bahan-bahan juga (seperti) puluhan kg berupa potasium sebagai bahan baku," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Saat pengepungan, hanya ada istri Abu Hamzah dan anaknya yang berusia sekitar 2 tahun. Keduanya tewas karena istri Abu Hamzah meledakkan diri dengan bom lontong rakitan pada sekitar pukul 01.20 WIB, Rabu (13/3).

"Yang sudah bisa dipastikan yaitu jasad yang ditemukan di TKP ada dua. Jasad seorang perempuan yang usianya di atas 30 tahun dan satu jasad anak-anak yang usinya sekitar 2 tahun. ini masih proses identifikasi," sambung Dedi.

Dedi menerangkan efek ledakan bom rakitan Abu Hamzah yang diduga terkait jaringan JAD berafiliasi ISIS ini cukup kuat. Sejumlah rumah mengalami kerusakan.

"Artinya bahwa jumlah bom meskipun low explosive, tapi kalau jumlahnya cukup banyak bisa berakibat kerusakan cukup fatal. Tim masih bekerja," tegas dia.       

 

2 Terduga Teroris Diciduk

Sementara itu, Tim Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris selain Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumut. Polisi masih berada di lokasi rumah terduga teroris Abu Hamzah.

"Kejadian di Sibolga merupakan pengembangan penangkapan Densus 88 jaringan ISIS di Sumatera. Densus bergerak dan ditangkap satu terduga di Lampung dengan pengembangan di Sibolga. Tim bergerak di Sibolga, ada 3 orang ditangkap, selain Abu Hamzah, ada AHH dan AR alias D," ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3/2019).

Penangkapan Abu Hamzah dilakukan pada pukul 14.23 WIB, Selasa (12/3). Sedangkan istri Abu Hamzah meledakkan diri pada dini hari tadi setelah menolak menyerahkan diri ke polisi dalam pengepungan di Jl KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Pancuran Bambu, Sibolga.

Iim Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di rumah Abu Hamzah. Polisi juga mendatangi satu rumah lainnya di Jl Kutilang.

"Masih kita jaga, kita police line," kata Agus.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan pelaku terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Sibolga dan Lampung merupakan bagian dari jaringan yang berafiliasi dengan ISIS.

 

Gunakan Robot

Pasca kejadian, Tim Densus 88 masih terus bersiaga di sekitar lokasi TKP. Selain menangkap terduga teroris di Jalan Cenderawasih, Tim Densus juga melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan.

Sebuah rumah yang digeledah Tim Densus 88 tersebut, diduga terkait penangkapan satu teroris yang mengakibatkan terjadinya ledakan hingga dua kali di Jalan Cenderawasih.

Dalam penggeledahan tersebut, seorang terlihat seorang petugas penjinak bom dari Tim Gegana memasuki rumah yang diketahui selama ini sebagai lokasi warung internet.

Tak hanya mengerahkan petugas, Tim Gegana juga menggunakan robot untuk melakukan penyisiran. Usai beberapa saat kemudian, terdengar ledakan benda yang mencurigakan.

Warga terlihat berkerumun di sekitar lokasi. Untuk menjaga keamanan warga, petugas membatasi area TKP dengan pagar.

Salah seorang warga di lokasi, Hotman Sipahutar benarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Densus 88 bersama Tim Gegana di TKP rumah milik Simanjuntak.

"Ya kalau orang rumah anaknya bukan disini, dia tinggal itu rumah orangtuanya," kata Hotman, Rabu (13/3/2019)

"Orangtuanya bermasyarakat tapi anaknya yang kita tidak kenal," sambungnya.

Tak lama berselang setelah dilakukan penggeledahan, Tim Densus berhasil mengamankan yang diduga bahan peledak seberat 30 Kilogram.

Dalam penggeledahan itu, pemilik rumah tidak mengetahui kenapa ada bahan peledak sebanyak itu di dalam rumahnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo yang ditemui di kampus UMSU, membenarkan soal bahan peledak yang diamankan.

"Bahan yang di dapat sama seperti yang disita di Lampung dengan tersangka Rin. Jumlahnya juga lebih banyak," kata Dedi.

"Di Sibolga ada yang sudah terakit atau pun belum terakit. Bom itu dirakit dari potasium, pipa paralon, paku, mur dan baut. Biasa disebut dengan bom lontong. Daya ledaknya juga tergolong besar. Sasarannya aparat keamanan. Tapi ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemilu," papar Dedi. (tri/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>