Mahasiswi UNS Dibuang ke Sungai

Senin, 29 Januari 2018  18:37

Mahasiswi UNS Dibuang ke Sungai

Septiana (20) yang ditemukan tenggelam di Sungai Opak bawah Jembatan Kretek Bantul, DI Yogyakarta

Bantul (BM) - Mahasiswi UNS Solo, Septiana (20) ditemukan tenggelam di Sungai Opak bawah Jembatan Kretek Bantul, DI Yogyakarta, Senin (29/1/2018) dinihari. Korban diduga dibuang oleh pacarnya sendiri, usai terjadi pertengkaran.

Kapolsek Kretek, Kompol Leo Fasak menjelaskan, kejadian ini berawal saat korban diajak pacarnya ke Parangtritis. Korban berangkat mengendarai sepeda motor seorang diri. Sementara pacarnya mengendarai sepeda motor bersama temannya.

"Korban ini berangkat dari Klaten ke Parangtritis," jelas Leo kepada wartawan di Mapolsek Kretek, Senin (29/1/2018).

Sebelum sampai di Parangtritis ternyata hujan turun. Setelah itu korban dengan pacarnya berhenti di atas jembatan. Kemudian sempat terjadi pertengkaran di antara korban dengan pacarnya.

"Korban akhirnya jatuh ke sungai (Opak). Iya (dijatuhkan)," ungkapnya.

Leo mengatakan, pihaknya sudah berhasil mengantongi identitas teduga pelaku. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran.

"Untuk motif karena latar belakang mereka selama ini berpacaran," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan korban kepada polisi, korban sengaja dibuang oleh pacarnya sendiri. Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Kretek. Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Kretek.

Awalnya korban dirawat di ruang gawat darurat Puskesmas Kretek. Namun setelah itu korban dipindahkan ke ruang persalinan di puskesmas yang sama. Belum diketahui secara pasti mengapa korban dipindahkan ke ruang persalinan.

Ia mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Kretek. Pihaknya belum bisa menyimpulkan kondisi korban. Namun secara umum kondisi korban sudah berangsur-angsur membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

"Kalau untuk mengandung itu saya masih menunggu hasil dari pemeriksaan kesehatan. Tetapi ini nanti hasil dari kesehatan bagaimana saya belum tahu," ungkapnya.

Sementara pimpinan Puskesmas Kretek tidak bisa berkomentar ke awak media. Pihaknya beralasan bahwa hasil pemeriksaan atau rekam medis korban bersifat rahasia. Rekam medis tersebut sepenuhnya adalah hak korban. Saat ini korban sudah dipindah di ruang perawatan bagian persalinan.

Kapolsek Kretek, Kompol Leo Fasak mengatakan, berdasarkan keterangan korban kepada polisi, korban sengaja dibuang dari atas jembatan oleh pacarnya sendiri. Sebelum dilempar ke Sungai Opak, korban dengan pelaku sempat terlibat cekcok persis di atas jembatan.

 

"Korban ngakunya (pelaku) pacarnya," kata Leo kepada wartawan di Mapolsek Kretek, Senin (29/1/2018).

Menurutnya, pelaku tidak beraksi seorang diri melainkan dibantu oleh seorang temannya. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku. Sedangkan motor korban oleh terduga pelaku ditaruh di sebuah tempat yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Pelaku ada dua orang, (pacar korban) sama temannya. Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran, anggota saya sudah berangkat," sebutnya.

Sebelumnya, korban ditemukan mengapung di bawah Jembatan Kretek Bantul, Senin (29/1/2018) dini hari. Korban pertama kali diketahui oleh Sumber Widodo (42) dan Wisni (29), warga Kretek yang kebetulan melewati jembatan.

Sesampainya di atas jembatan mereka mendengar ada suara teriakan meminta pertolongan. Suara tersebut datang persis di bawah Jembatan Kretek. Setelah dilihat ternyata sumber teriakan meminta tolong berasal dari korban.

"Akhirnya korban berhasil ditolong dengan menggunakan pelampung dan perahu dayung. Korban berhasil diselamatkan kemudian oleh petugas langsung dilarikan ke Puskesmas Kretek," pungkas dia. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>