Pasutri Tewas Tertimbun Longsor

Minggu, 04 Februari 2018  20:20

Pasutri Tewas Tertimbun Longsor

Banyuwangi (BM) - Hujan deras yang mengguyur Banyuwangi mengakibatkan sebuah rumah di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, roboh tertimpa longsor. Musibah ini menelan 2 korban jiwa.

Korban meninggal yakni, pasangan suami istri, Tumiran (54) dan Salamah (40) warga setempat. Keduanya meninggal dunia karena tertimpa material bangunan rumahnya. Beruntung, sang anak, Azizah (6) masih bisa diselamatkan. Hanya mengalami trauma.

Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 02.00 Wib, Minggu (4/2/2018). Saat itu, memang kondisi hujan sangat deras. Air hujan menggerus tanah di sekitar rumah pasutri tersebut. Selain volume hujan yang tinggi, kontur tanah yang miring mengakibatkan longsor dan menimpa rumah milik warga tersebut.

"Kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia atas nama Tumiran dan istrinya Salamah. Sementara anaknya Azizah selamat," jelas petugas Tagana Dinas Sosial Banyuwangi, Karsono, kepada sejumlah wartawan.

Tim penyelamat dari BPBD Banyuwangi, Tagana dan relawan desa, melakukan pencarian sekira pukul 04.00 WIB. Ini dikarenakan kejadian tersebut tak diketahui warga. Beberapa warga dan relawan menemukan jasad kedua korban, tertindih reruntuhan rumah. Sementara anaknya, berhasil keluar dan berada di sekitar bangunan yang runtuh.

"Saat ini warga melakukan pembersihan rumah dan sudah rata dengan tanah, kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta," ungkapnya.

Kejadian sebelumnya, bencana juga melanda sejumlah daerah lainnya di Banyuwangi. Akibat hujan lebat mengakibatkan ratusan rumah di Kecamatan Muncar terendam air.

Banjir ini disebabkan adanya luapan sungai Kedungrejo menggenangi permukiman warga. Air mulai masuk ke rumah pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu.

"Lokasi daerah Bajulan, Desa Kedungringin, air naik satu meter masuk kepemukiman, luapan sungai Kedungrejo. Banjir juga menggenangi desa lainnya, antara lain Desa Kedungrejo, Tembokrejo dan Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar," kata Ade Setiawan Komandan TRC BPBD Banyuwangi, kepada wartawan.

Meski demikian, banjir ini tak berlangsung lama dan tak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi berdampak pada kondisi rumah warga kotor dan terganggunya sumber air bersih.

 

Kunjungan Bupati Anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjugi rumah korban tanah longsor tersebut. Ia mengatakan, berencana merawat Azizah, anak yang selamat dari musibah longsor di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Anas menyatakan akan merawat Azizah dan saudara kembarnya Rahmat hingga dewasa.

"Secara pribadi, apabila pihak keluarga berkenan, saya ingin merawat Azizah dan saudara kembarnya di rumah. Akan saya sekolahkan hingga mereka dewasa," kata Anas saat mengunjungi rumah duka, Minggu (4/2/2018).

Azizah (6) adalah bocah yang selamat dari reruntuhan longsor di Banyuwangi. Namun kedua orangtuanya, Sumiran (54) dan Salamah (40), meninggal karena tertimpa reruntuhan rumahnya. Pasangan suami istri tersebut ditemukan tewas dalam kondisi memeluk dan melindungi Azizah dari reruntuhan rumahnya akibat longsor.

Kini Azizah bersama Rahmat menjadi yatim piatu, dan tinggal bersama bibinya. Saat Anas mengunjungi rumah duka, Azizah menangis di pangkuan bibinya.

Azizah tampak masih trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya. Anas lalu memangku Rahmad, dan duduk di samping Azizah. "Kalau mau nanti tinggal sama pak bupati. Nanti sekolah di sana," kata Anas pada kedua saudara kembar itu.

Anas menyatakan akan menunggu sampai kondisi psikologis Azizah dan Rahmad pulih. Anas menginstruksikan kepada pihak kecamatan untuk membawa saudara kembar yatim piatu itu untuk datang dan tinggal di rumah Anas.

"Kapan pun siap, saya tunggu. Pak Camat nanti akan antarkan ke rumah saya ya," kata Anas sambil mengusap kepala Rahmat.

Anas turut berduka atas musibah yang menimpa keluarga ini. "Saya baru datang dari acara kementerian, langsung ke rumah duka," kata Anas.

Jika pihak keluarga masih belum siap merelakan Rahmad dan Azizah dirawat secara pribadi oleh Anas, Pemkab Banyuwangi melalui dinas terkait tetap memastikan menanggung seluruh kebutuhan pendidikan dua anak tersebut serta kebutuhan sehari-harinya.

Kejadian memilukan ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur Banyuwangi, Minggu (4/2) malam. Musibah ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wib. Akibat hujan yang turun membuat tebing setinggi empat meter, yang berada di belakang rumah korban longsor. Kedua korban meninggal dunia akibat tertimpa tembok rumah.

Atas kejadian ini, Anas melakukan cek pembangunan infrastruktur di daerah yang rawan bencana. "Ke depan, kontruksi bangunan di daerah rawan bencana dan tanah yang labil akan menjadi perhatian khusus kami," jelas Anas.

Mengenai musibah itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eka Muharam mengatakan, kondisi tebing yang longsor memang labil setelah hujan. Rumah korban berada di bawah tebing. Sehingga, ketika tertimpa longsor, tembok langsung ambruk.

"Lokasi memang sangat labil tanahnya. Kita himbau masyarakat untuk waspada," ujarnya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>