Polisi Buru Pengeroyok Anggota TNI di Kulon Progo

Senin, 08 April 2019  18:25

Polisi Buru Pengeroyok Anggota TNI di Kulon Progo

Suasana saat ricuh di Jalan Wates, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Kulon Progo (BM) - Polisi memburu pelaku pengeroyokan anggota Korem 072 Pamungkas, Serka Setio Budi Haryanto saat kericuhan terjadi di Jalan Wates, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pengeroyok diduga oknum dari konvoi massa sepulang menghadiri acara kampanye Pilpres 2019 Pro Jokowi di Alun-alun Wates.

"Ada laporan pengrusakan rumah dan kendaraan warga di Sentolo. Iya (anggota Korem menjadi korban pengeroyokan)," kata Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution, Senin (8/4/2019).

Anggara mengaku korban telah membuat laporan polisi. Anggotanya pun telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.

Anggara menyampaikan pelaku diduga merupakan oknum kelompok massa yang konvoi sepulang dari kampanye Pro Jokowi.  "Iya (diduga oknum massa kampanye Jokowi)," sebutnya.

"Laporannya saya tindak lanjuti, pelakunya masih dilakukan penyelidikan. Olah TKP telah dilaksanakan dan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi," lanjut Anggara.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Korem 072 Pamungkas, Mayor Mespan, membenarkan peristiwa tersebut. Kejadiannya berlangsung saat massa yang menghadiri kampanye terbuka Pilpres 2019 kubu 01 di Alun-alun Wates pulang melewati Jalan Wates.

"Ada (anggota Korem 072 yang dikeroyok). Tapi (pengeroyokannya) tidak di tempat (kampanye). Itu pas mereka (massa yang menghadiri kampanye terbuka 01) pulang," ujar Mespan saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (8/4).

Mespan menjelaskan, Budi dikeroyok oleh massa saat berada di dekat rumahnya. Kala itu Budi sedang tidak bertugas. Namun Budi turut menjadi sasaran amukan massa hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Kemarin (dilarikan ke) rumah sakit. Tadi malam (Budi) sudah langsung pulang itu," jelasnya.

Mespan tak menjelaskan penyebab Budi dikeroyok massa. Sementara akibat pengeroyokan tersebut, Budi mengalami luka-luka cukup serius di bagian kepala dan lengan. Bahkan Budi harus menerima jahitan dari tim medis.

"Kepalanya itu dijahit, ada tujuh jahitan. Kemudian tangan kiri ada lima jahitan lukanya," tuturnya.

 

Keroyok Anggota Panwaslu

Anggota Panwaslu Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, Janarta, turut menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok massa saat melintasi Jalan Wates di Kecamatan Sentolo, Minggu (7/4).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Rahayu Werdiningsih, membenarkan kejadian tersebut. Akibat insiden ini Janarta mengalami luka di bagian kepala.

"Kepalanya (Janarta) terluka dan dijahit lima jahitan kemarin," ujar Werdiningsih, Senin (8/4/2019).

Werdiningsih menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat massa kampanye terbuka Pilpres 2019 kubu Jokowi-Amin Ma'ruf di Alun-alun Wates, Kulon Progo, pulang melewati Jalan Wates, Minggu (7/4) sore. Namun mereka terlibat bentrok dengan warga setempat.

"(Penyebabnya) karena di sekitar tempat tersebut ada rumah caleg PPP atas nama Sukarja, dan ada beberapa atribut PPP yang kemudian oleh massa 01 dicabut sehingga menimbulkan suasana tidak kondusif," ujarnya.

"Salah satu anak buah Sukarja sempat dipukul menggunakan bambu dan saat akan dipukul menggunakan balok kayu. Panwas (pemilu) Desa Sentolo atas nama Janarta berusaha mencegahnya," sambung Werdiningsih.

Janarta, lanjut Werdiningsih, sudah mencoba memperkenalkan diri sebagai Panwaslu Desa Sentolo. Namun usahanya tidak membuahkan hasil, justru dia menerima pukulan dari massa.

"Saat (Janarta) akan pergi dari belakang tiba-tiba dipukul menggunakan stik besi oleh massa 01," ungkapnya.

Bawaslu DIY belum memutuskan akan melaporkan kasus tersebut ke polisi atau tidak.

"Kami belum menentukan langkah. Kalau hari ini kami full pengawasan kampanye 02," pungkas Werdiningsih.

 

Beberapa Tempat

Kericuhan massa kampanye terjadi di beberapa tempat di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Minggu (7/4). Salah satunya terjadi di markas Front Pembela Islam (FPI), Jalan Wates KM.

Kericuhan juga pecah di Dusun Bantar Kulon, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIJ. Bahkan seorang anggota TNI menjadi korban dari peristiwa itu.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072 Pamungkas Mayor Mespan membenarkan adanya anggota TNI yang terluka dalam insiden. Namun yang bersangkutan tidak sedang dalam menjalankan tugas.

Terpisah, Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto mengatakan, pihaknya mengimbau agar semua komponen saling menahan diri. Saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi.

“Masing-masing pihak bisa duduk bersama untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Ini masalah warga Jogja dan harus mampu menyelesaikan permasalahan ini dengan bijak,” tegas Yuliyanto.

Terkait kericuhan di Jalan Wates KM 8, polisi sampai saat ini belum mendapatkan laporan. Ketika laporan masuk, polisi segera bertindak. “Info sementara karena saling ejek dan berlanjut lempar baru,” papar Yuliyanto.

 

Sikap DPP FPI

DPP FPI mengambil sikap terkait peristiwa tersebut. Pernyataan sikap DPP FPI itu ditandatangani Ketum KH Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum Munarman. Ada tiga poin yang menjadi sikap DPP FPI soal kericuhan itu.

Salah satu sikap FPI adalah meminta aparat penegak hukum bertindak tegas. FPI turut menyinggung soal perlakuan aparat ke kubu 02.

"Dewan Pimpinan Pusat-Front Pembela Islam (DPP-FPI) mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas sebagaimana yang sering dipraktikkan ketika tuduhan pelanggaran hukum dituduhkan kepada pendukung 02. Sudah menjadi standar aparat penegak hukum, ketika pendukung 02 dituduh melanggar hukum walau dengan baru terindikasi, maka tindakan tegas penangkapan melalui cara-cara seolah pelanggaran hukum berat dan berbahaya bahkan dengan segala ekspose media besar-besaran. Maka kini sikap yang sama mestinya mesti dipraktikkan oleh aparat hukum untuk menunjukkan bahwa aparat hukum tetap profesional, modern dan terpercaya," demikian bunyi salah satu poin sikap DPP FPI.(jpc/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>