Saksi Kunci Kasus Korupsi P2SEM Meninggal

Kamis, 20 Desember 2018  16:39

Saksi Kunci Kasus Korupsi P2SEM Meninggal

dr Bagoes Soelyoadikoesoemo dikawal petugas kejaksaan usai berhasil ditangkap dalam pelariannya sebagai buron.


SURABAYA (BM) - dr Bagoes Soelyoadikoesoemo, terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) meninggal di Lapas Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo (Lapas Porong), Kamis (20/12/2018). Diduga kematian dr Bagoes disebabkan sakit jantung yang dideritanya.

Pargiyono, Kepala Lapas Porong mengatakan, kematian dr Bagoes diketahui petugas sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu, petugas yang tengah membuka pintu kamar tahanan melihat dr Bagoes tergeletak. “Saat dibangunkan petugas, dr Bagoes tidak bangun-bangun. Kondisi badannya sudah dingin,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Bahkan napi lainnya yang menghuni satu sel juga tidak mengetahui bahwa dr Bagoes telah meninggal dunia. Atas temuan tersebut petugas langsung melaporkan hal ini ke Kepala Lapas Porong. “Selanjutnya kami melaporkan ini ke Polsek Porong,” beber Pargiyono.

Atas laporan tersebut, sejumlah anggota Polsek Porong dan Tim Inafis Polresta Sidoarjo langsung melakukan identifikasi di sel tempat dr Bagoes meninggal. “Kemudian jenazah dr Bagoes dibawa ke RS Bhayangkara Porong,” katanya.

Untuk kepastian penyebab dr Bagoes meninggal Pargiyono telah menyerahkan hal itu ke pihak kepolisian. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun, dr Bagoes meninggal disebabkan serangan jantung.

 

Kumpulkan Penyidik

Menyikapi meninggalnya dr Bagoes, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan mengumpulkan para penyidik untuk memastikan kelanjutkan kasus korupsi P2SEM.

Richard Marpaung, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dulu berkas perkara kasus P2SEM. “Kami akan kumpulkan penyidik lagi, apakah perlu keterangan tambahan dari yang bersangkutan karena sebelumnya dr Bagoes sudah pernah diperiksa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/12/2018).

Saat ditanya apa langkah penyidik setelah dr Bagoes meninggal, Richard mengaku hal ini akan dievaluasi oleh para penyidik. “Ya kami bahas lagi secara internal nantinya,” katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya dr Bagoes dinyatakan sebagai buron sejak tahun 2011 silam. dr Bagoes dihukum lantaran telah melakukan korupsi dana P2SEM dengan modus menjadi makelar untuk kampus-kampus di Jatim.

Dalam prakteknya, dr Bagoes memakai proposal dan meminjam bendera lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) di beberapa kampus diantaranya, ASMI, STKIP BIM, STIE Wilwatikta, dan Universitas 45. Juga beberapa kampus di Malang, Jombang, Ponorogo, dan Sidoarjo. (Arf/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>