Selasar Tower II BEI Ambruk, Puluhan Korban Terluka

Senin, 15 Januari 2018  20:40

Selasar Tower II BEI Ambruk, Puluhan Korban Terluka

Reruntuhan bangunan selasar tower II BEI yang roboh pada Senin (15/1).

JAKARTA (BM) –  Selasar Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk dan menyebabkan puluhan orang terluka. Mereka sebagian besar mahasiswa yang sedang melakukan kunjungan.

Jumlah korban tercatat sebanyak 77 orang. Adapun data tersebut dikeluarkan secara resmi oleh pihak keamanan di tempat kejadian perkara (TKP) yang bersinergi dengan pengelola gedung per Senin (15/1/2018) sore.

Para korban tersebut dilarikan ke lima rumah sakit yang berbeda. Sebanyak 17 korban dilarikan ke Rumah Sakit Mintoharjo, 20 korban ke Rumah Sakit Jakarta, 32 korban ke Rumah Sakit Siloam, 7 korban ke RSPP, dan 1 orang ke RSUD Tarakan.

Dari total 77 korban, Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek Melati Ratimanjari mengklaim hanya ada 7 orang yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 “Kemungkinan masih akan bertambah. Namun kami pastikan korban yang menjadi peserta mendapat perlindungan dan pelayanan sesuai indikasi medisnya,” ucap Melati di Gedung BEI, Jakarta, tadi sore.

Adapun pihak BPJS Ketenagakerjaan masih melakukan perekapan sampai saat ini. Kendati demikian, Melati tidak menampik apabila mayoritas korban merupakan mahasiswa yang sedang melakukan kunjungan ke Gedung BEI.

 “Rata-rata korban adalah mahasiswa yang sedang kunjungan studi banding ke BEI,” ungkap Melati.

 “Ada yang cedera kepala dan patah jari, tapi belum ada korban meninggal,” tambahnya.

Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) merawat 7 pasien korban ambruknya selasar di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Korban mengalami patah tulang hingga luka di kepala.

"Kami RSPP menerima 7 pasien, 4 laki-laki dan 3 perempuan. Terdapat 1 pasien ibu hamil dan 1 mahasiswa yang sedang kunjungan belajar. Kondisi 7 korban yang dilakukan rawat inap 5 pasien, satu sudah pulang, satu masih observasi," ujar Kepala Manajemen Bisnis RSPP Agus W Susetyo di kantornya, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Korban yang dirawat di RSPP menjalani penanganan medis. Lima korban juga harus menjalani rawat inap di RSPP. "Ada luka lecet, patah tulang, benturan di kepala, dan yang satu psikisnya masih shock. Luka ringan sampai sedang," katanya.

"Ada yang dilakukan tindakan langsung di IGD, misalnya penjahitan, ada tindakan medis lanjut yang sudah kita lakukan juga, yang 5 dirawat inap," imbuhnya.

Agus mengatakan salah seorang ibu hamil yang menjadi korban sempat mengalami trauma dan sesak napas. Namun ia memastikan kondisi janin ibu tersebut masih aman.

"Ibu hamil kebetulan namanya Ibu Nova. Beliau tidak langsung kena reruntuhan. Kejadiannya tepat di depan pasien jadi dia shock sesak napas dan kontraksi. Tapi janinnya bagus posisinya," jelas Agus.

Agus mengatakan ibu hamil tersebut kini tengah dirawat inap di RSPP. "Posisinya sudah mulai rawat inap. Hamil anak pertama 32-33 minggu. Yang di IGD tinggal yang mahasiswa yang masih observasi," ucapnya.

Selain mahasiswa yang sedang berkunjung ke BEI, RSPP merawat korban dari karyawan di gedung BEI. Saat korban datang ke RSPP, seluruh pasien dalam kondisi sadar.

"Karyawan Tenan (pekerja di gedung BEI) paling parah. Satu cedera kepala sedang, masih sadar, luka robek di kepala, kaki, tangan, dan satu tulang patah," tutur Agus.

 

Mahasiswa Berkumpul

Rekaman CCTV ambruknya selasar di Tower II BEI beredar. Dari pantauan CCTV, terlihat mahasiswa berkumpul di selasar.

Dilihat dari video CCTV, Senin (15/1/2018), peristiwa itu terjadi pada pukul 11.56 detik ke-41. Terlihat mahasiswa berkumpul di titik yang cukup jauh dari CCTV pemantau. Di titik yang dekat dengan CCTV, terlihat sejumlah orang berjalan santai.

Saat selasar ambruk, dari rekaman CCTV, terlihat tak banyak pergerakan dari kumpulan mahasiswa. Bruk! mereka jatuh menghantam lantai di bawahnya. Sedangkan orang yang berjalan santai berlarian mencoba menyelamatkan diri.

Oktarina Sarah, salah seorang mahasiswa yang menjadi korban, menuturkan dia dan teman-temannya berada di selasar itu untuk mencari ruangan. Para mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, ini memang sedang melakukan kunjungan ke BEI.

"Saya habis naik tangga, mau cari ruangan. Tiba-tiba bruk," ujar Oktarina saat ditemui di ruang perawatan RSAL Mintohardjo, Senin (15/1).

"Kebanyakan kan mahasiswa. Kan lagi nyari tempat. Ya sekitar setengahnya (jumlah mahasiswa) ada di lokasi, sekitar 50 orang," sambungnya.

 

Mencekam

Ketika peristiwa selasar Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk, karyawan langsung dievakuasi. Mereka dievakuasi melewati tangga darurat.

Seorang karyawan bernama Arie menyebut suara selasar yang ambruk seperti suara bom. Seketika itu, lift di BEI mati.

"Itu tiba-tiba ada suara kayak bom gitu. Terus lift mati semua," ujar seorang saksi bernama Arie, Senin (15/1/20180.

Saat itu, Arie dan karyawan lainnya langsung dievakuasi melewati tangga darurat. Arie menyebut ada banyak korban yang terkena reruntuhan selasar itu.

"Abis itu, kita disuruh keluar semua lewat jalur evakuasi di tangga darurat," ucapnya.

"Itu kan kejadian di lantai 1, bawahnya restoran, jadi yang di bawah kena semua," imbuh Arie.

Ambruknya selasar lantai 1 BEI terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Saat ambruk, terdengar suara kencang yang sempat dikira ledakan. Belum diketahui penyebab ambruknya selasar.

 

Pecah Kaca Bank

Kaca Bank BCA sempat dipecahkan petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi korban akibat ambruknya selasar Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI). Para korban dievakuasi lewat tangga.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang saksi mata, karyawan asuransi AIG bernama Ari (39), kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15/1/2017).

"Tadi ada petugas pemadam yang mecah kacanya terus keluarin karyawan. Saya lihat sendiri. Katanya ada karyawan yang nggak bisa keluar, terus sebagian keluar lewat situ," ujarnya.

Menurut Ari, hanya sebagian kecil karyawan yang dievakuasi lewat tangga melalui lubang di kaca yang dibuat tersebut. Sebagian besar menyelamatkan diri lewat tangga darurat atau jalur evakuasi.

Ari mengatakan suasana saat kejadian begitu mencekam. Seperti sejumlah saksi lainnya, dia mengaku mendengar suara gemuruh saat selasar Tower II BEI ambruk.

 

Tim Labfor

Tim Labfor Polri mengidentifikasi penyebab robohnya lantai selasar di gedung BEI tersebut. "Kami belum bisa pastikan penyebabnya. Tim Labfor dan Dokpol masih bekerja," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di lokasi, Senin (15/1/2018).

Sementara itu, pihak kepolisian juga belum bisa memastikan jumlah korban dalam peristiwa tersebut. Tim Dokpol dikirim ke tiga rumah sakit untuk mendata para korban.

"Untuk jumlah korban belum, Dokpol sedang ngecek ke rumah sakit," imbuhnya.

Sementara itu, terkait adanya korban dari mahasiswa, Setyo juga belum bisa memastikan.

"Jadi di sini sering ada siswa-siswa yang kunjungan lihat BEI, tapi saya tidak bisa memastikan apakah ada siswa saat itu yang sedang berkunjung," tambah Setyo.

"Korban dibawa ke RS Siloam, RS Pertamina dan RS TNI AL Mintohardjo," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan di lokasi, Senin (15/1/2018).

"Korban mengalami luka lecet di sikut, kaki, tangan," ujar Argo.

 

Posko Pengaduan

Kepolisian membuka posko pengaduan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Petugas posko akan melayani kebutuhan karyawan di gedung BEI pasca ambruknya selasar di Tower II.

"Iya kami buka posko pengaduan ini supaya keluarga korban atau karyawan yang ada keperluan di dalam gedung misalnya mau ambil properti di dalam gedung bisa tanya dulu ke posko," ujar Kapolres Jaksel Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto kepada wartawan di lokasi, Senin (15/1/2018).

Tidak hanya itu, pihak luar yang memiliki kepentingan di gedung BEI juga bisa ke posko pengaduan. Akan ada perwira pengawas dan petugas yang siap melayani di posko pengaduan.

"Bapak dari mana?" tanya Mardiaz ketika ada pegawai bank yang meminta masuk ke dalam bank.

Petugas bank tersebut bermaksud mengambil properti dari dalam kantornya yang berada di Tower II, tempat lokasi kejadian. Mardiaz meminta agar petugas bank ditemani oleh sekuriti gedung.

"Nanti pak ya, harus ada yang dampingi. Karena khawatirnya nanti terjadi apa-apa kan bagaimana," imbuh Mardiaz.

 

Sertifikat Laik Fungsi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) akan habis bulan ini. Kelaikan gedung dicek terakhir kali oleh Pemprov DKI pada Mei 2017.

"Inspeksi dilakukan, izin terakhir itu keluar di situ. SLF-nya itu berlaku sementara dan akan berakhir pada tanggal 25 Januari 2018. Jadi 10 hari dari sekarang," kata Anies saat jumpa pers di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).

Anies mengatakan hasil inspeksi dinyatakan bahwa gedung tersebut memenuhi standar. Hingga kemudian, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI memberikan rekomendasi penerbitan SLF.

"Secara umum gedung tidak ada permasalahan. Dan digarisbawahi di situ bahwa surat ini layak, SLF ya, di sini ada, sertifikat laik fungsinya itu di dalam rekomendasi teknis oleh Dinas Penataan Kota. Dikatakan bahwa diberikan rekomendasi untuk penerbitan perpanjangan sertifikat laik fungsi di PTSP dengan catatan bahwa rekomendasi teknis ini hanya menyatakan kelaikan fungsi bangunan," papar Anies.

Pada saat inspeksi terakhir tim Pemprov DKI memang tidak bisa mengecek seluruh gedung. Namun, menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Edy Junaedi, rekomendasi penerbitan SLF tetap diberikan karena pengelola gedung memiliki jaminan yakni Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB).

"Ya, jadi pada saat dilakukan inspeksi tanggal 25 Mei 2017 itu sedang ada aktifitas bursa di sana, sehingga tidak seluruhnya memang diperiksa. Namun, itu ada penjamin struktur dari IPTB yang melakukan daily checking dan mereka menjamin bahwa struktur yang ada di seluruh gedung tersebut sudah sesuai dengan peraturan kehandalan bangunan. Jadi mereka menjamin," terang Edy.  (det/tir/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>