Lapangan Futsal Kaza City Berubah Menjadi Hotel Bintang Tiga
General Manager Palm Park Hotel Surabaya, Isa di kafe dan resto komplek hotel. (BM/HARUN)
By: harun
3 Jun 2019 20:46
 
 

SURABAYA (BM) – Menjamurnya lapangan futsal terbuka yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, ditambah terhentinya kompetisi futsal prestasi di kota pahlawan karena faktor dana, membuat banyak tempat persewaan lapangan futsal dalam ruangan gulung tikar, diantaranya Lapangan Futsal Kaza City, Kapas Krampung, Tambaksari.

 

Tidak ingin terus merugi, manajemen Kapas Krampung Plaza membuat gebrakan dengan mengalihfungsikan tempat futsal menjadi hotel yang representatif, yakni Palm Park Hotel Surabaya.

 

Menurut Isa, General Manager Palm Park Hotel bahwa hotelnya memiliki rating bintang tiga, namun sudah menangkap peluang-peluang di MICE (Meeting Insentive Convention Exhebition), dimana potensi yang sangat besar di Surabaya ini seperti wedding, diantaranya wedding traditional, wedding Chinese, dan international wedding. Ketiga kategori ini mempunyai peluang besar di Surabaya.

 

Dilansir oleh Wikipedia.org, MICE mempunyai terjemahan, pertemuan, insentif, konvensi dan pameran, yang mana merupakan suata kegiatan dalam kelompok besar secara terencana dengan baik, dilakukan bersama-sama untuk tujuan tertentu dalam bidang pariwisata. Memiliki istilah baru, the Meetings Industry, contohnya Tokyo Motor Show. Meski menjanjikan, MICE di Indonesia kurang diminati karena minimnya pengetahuan.

 

Setelah acara grand wedding organization beberapa waktu yang lalu, Palm Park Hotel mempunyai positif impact, dimana pertumbuhan bisnisnya meningkat signifikan, terutama di bidang MICE. Dimana mempunyai ballroom besar yang mampu memuat hingga 1000 orang. Selain itu, juga terdapat ruangan dengan kapasitas 25 orang. Hal ini mendapat sambutan positif dari Surabaya hingga Jakarta.

 

“Dan bisnis (MICE) ini menjadi lebih hidup dibanding dari bisnis-bisnis yang sekelas kami di Surabaya. Ini yang menjadi motor andalan kami sebagai convention, dan nilai plusnya juga menjadi hotel,” terangnya.

 

Masih Isa, kalau tantangan perhotelan selalu ada, dan itu menjadi sangat dinamis karena bisnis perhotelan yang sangat baru ini adalah pemanfaatan sistim aplikasi, yang merubah cara berbisnis, memudahkan penjualan kamar-kamar (hotel) kepada tamu-tamu, dengan aplikasi online yang mampu memasarkan hotel-hotel tidak berbintang untuk mengambil porsi kamar-kamar yang tersedia di Surabaya.

 

“Saya pikir tantangan selalu ada, namun bagaimana kita memiliki kecermatan menyediakan produk-produk yang sesuai kebutuhan market saat ini dan ke depan. Peluang bisnis Palm Park Hotel ini kita mentargetkan tiga segmentasi, yakni kawula muda milenial, pebisnis Surabaya yang besar, dan market keluarga,” urainya.

 

Dirinya berharap Palm Park Hotel Surabaya bisa memberikan warna baru bisnis hotel di Surabaya. “Dan kami harap bisa memberikan warna yang semakin banyak, semakin indah, meningkatkan bisnis pariwisata di Surabaya,” pungkasnya. (han)


Create Account



Log In Your Account