31 DPD Desak Munaslub Sebelum 16-17 Desember

Rabu, 06 Desember 2017  19:31

31 DPD Desak Munaslub Sebelum 16-17 Desember

Nurdin Halid

Nurdin: Golkar Guncang, Negara Guncang

JAKARTA (BM) - Sebanyak 31 dari 34 DPD I Partai Golkar mendesak Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) digelar sebelum 16 atau 17 Desember 2017. Ketua DPD I Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, aspirasi tersebut telah diserahkan secara resmi kepada DPP Partai Golkar. Ia menunggu keputusan DPP hingga Senin (11/12/2017).

Jika Munaslub belum juga dilakukan hingga batas waktu yang diberikan, langkah apa yang dilakukan DPD I? "Kita kan bisa monitor, hari Senin sudah ada keputusan belum. Kalau Senin belum ada keputusan juga, belum bikin rapat juga, ya kita akan datang lagi untuk menanyakan," ujar Dedi di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Dedi mengatakan, setelah 17 Desember 2017 adalah masa libur panjang. Waktunya dianggap kurang strategis untuk menggelar Munaslub.

Sedangkan, pada Januari 2018, partai politik sudah mulai disibukkan serangkaian kegiatan politik.

"Pendaftarannya 7-9 Januari 2018. Kan harus ada kepastian karena menyangkut nasib banyak orang. Saya yakin DPP bisa melaksanakan," kata Dedi.

"DPP pasti berpihak pada kepentingan partai Golkar ke depan," lanjut dia.

Dedi mengatakan, tak ada lagi alasan untuk menunda Munaslub. Suara DPD I sudah terpenuhi lebih dari 2/3.

Praperadilan Ketua Umum nonaktif Partai Golkar Setya Novanto juga tak bisa menjadi alasan menunda. Menurut dia, upaya hukum itu tidak memiliki relevansi dengan pelaksanaan Munaslub.

Dedi mengatakan, untuk Pilkada 2018, harus ada kepemimpinan yang definitif dan diakui Kementerian Hukum dan HAM. Ditambah lagi elektabilitas Golkar yang kian merosot.

"Tak ada lagi alasan lain karena seluruh alasan administratif kepartaian sudah terpenuhi," kata Dedi.

Dalam Munaslub tersebut, nantinya akan dipilih Ketua Umum pengganti Novanto. Dedi mengatakan, 31 DPD sepakat mendukung Airlangga Hartarto sebagai penggantinya.

Jumlah dukungan 31 DPD I Golkar tersebut telah memenuhi syarat administratif digelarnya Munaslub untuk mencari pemimpin baru partai berlambang pohon beringin itu.

 

Kunci Munaslub

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I, Nusron Wahid, menyebut setelah seluruh DPR sudah setuju menggelar Munaslub, kelanjutkan tampuk pergantian pimpinan di Golkar berada di tangan Plt Ketum Idrus Marham. Menurut dia, sekarang tergantung Idrus bagaimana menempatkan aspirasi dari 31 DPD Golkar yang mendesak Munaslub pergantian ketum.

"Kunci permainan hari ini, bola ada di tangan Pak Idrus Marham. Hari ini nanti kan jam 13.00 WIB teman-teman DPD I secara resmi mengirim surat ke DPP Golkar (berisi) permintaan akan adanya Munaslub," kata Nusron Wahid di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12).

"Karena adanya permintaan Munaslub, maka yang diinikan harusnya ada respons secara cepat dari pengurus DPP Golkar dalam hal ini Plt Ketum sama para koordinator bidang-koordinator bidang ini," lanjut dia.

Namun hingga kini Munaslub belum direspons. Padahal, lanjut Nusron, besok atau Jumat depan pleno harus digelar.

"Inilah, pemain kuncinya ada di Pak Idrus Marham. Kita harus melakukan proses dialog dan negosiasi dengan Pak Idrus Marham supaya merespons surat dari teman-teman DPD I yang sudah meminta secara resmi diadakannya Munaslub," ucap Kepala BNP2TKI ini.

Sebelumnya, Nusron Wahid juga menyebut, Munaslub tidak harus digelar hingga menunggu hasil sidang praperadilan Setya Novanto, seperti hasil rapat pleno. Menurut dia, merujuk AD/ART, Munaslub dapat digelar jika 2/3 DPD mengusulkan ke DPP partai.

Dalam kondisi saat ini, Munaslub sudah dapat terlaksana karena sudah 31 DPD mengusulkan, lebih dari syarat 2/3. Sehingga, lanjut Nusron, Munaslub dapat segera digelar.

 

Guncang

Sejumlah ketua DPD I Golkar beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan pertemuan itu wajar karena keguncangan Golkar saat ini juga merupakan keguncangan negara.

"Pertemuan itu bukan kaitannya dengan dukung-mendukung. Bisa saja silaturahmi, dialog, apa pendapat-sarannya (Jokowi). Karena kalau Golkar guncang, negara guncang. Karena Golkar adalah parpol terbesar nomor dua. Jadi adalah sesuatu yang wajar ketika teman-teman dari daerah datang bersilaturahmi dengan Presiden," ucap Nurdin saat akan menghadiri pertemuan tertutup DPD I Golkar di Hotel Mulia Senayan, Jl Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Keguncangan yang dimaksud Nurdin terkait ditetapkannya Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus megakorupsi e-KTP. Ia menilai saat ini semua program yang dijalankan Golkar ikut tersandung karena kasus ini.

"Sekarang pun program berjalan. Tapi sekarang bukan karena programnya. Karena serangan udaranya. Karena citra partai ini rusak akibat e-KTP. Jadi bukan karena tidak jalannya program. Tapi karena ada persoalan e-KTP dan ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Nah, seolah-olah karena korupsi ini kan e-KTP jadi tidak lancar, kan begitu," jelasnya.

Nurdin berpandangan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Novanto itu bukan kasus Partai Golkar. Namun ia tidak menampik bahwa kasus Novanto turut mempengaruhi citra dan elektabilitas partai pohon beringin tersebut.

"Golkar harus bisa memisahkan ini kasus perorangan. Bukan kasusnya Golkar. Tapi dari sisi pencitraan sangat berpengaruh terhadap elektabilitas partai," papar Nurdin.

Berkaitan dengan desakan mundur Novanto dari kursi Ketua DPR, Nurdin menyatakan ada banyak anggota Fraksi Golkar di DPR yang dapat menggantikan Novanto. Ia menyebutkan nama Bambang Soesatyo (Bamsoet), Aziz Syamsuddin, dan Rambe Kamarulzaman.

"Di Golkar banyak figur. Ada Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Rambe Kamarulzaman, banyaklah figur yang bisa jadi anggota DPR. Itu nanti," tandasnya.

 

Calon Ketum Golkar

Rencana munaslub Partai Golkar untuk menggantikan Setya Novanto kian kuat. Ketua Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Ridwan Bae menyampaikan semua kader yang memiliki keinginan maju memiliki peluang yang sama.

"Golkar itu memiliki kader tidak cuma Airlangga. Ibu Titiek juga kader yang andal. Kemudian Aziz Syamsuddin andal, Idrus Marham andal. Saya menyebut andal orang-orang yang berkeinginan saja. Semua mereka mempunyai peluang," ucap Ridwan di Hotel Mulia Senayan, Jl Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Hingga saat ini Ridwan mengaku DPD I belum membahas sosok tertentu untuk dijadikan caketum. Namun ia yakin nama-nama yang sejauh ini sudah berkembang, seperti Airlangga, Titiek, Azis, dan Idrus, akan mendapatkan dukungan.

"Kita belum bicara figur, belum banding membandingkan soal calon. Tapi saya yakin Airlangga juga punya dukungan yang besar. Titiek Soeharto juga pasti ada dukungannya. Aziz juga ada, Idrus ada. Tinggal kita lihat nanti mengerucut saat mendekati munaslub," jelasnya.

Siang ini di Hotel Mulia, Senayan, hampir seluruh pengurus tingkat provinsi atau DPD I Golkar berkumpul. Ada lebih dari 25 DPD I yang hadir untuk membahas rencana munaslub.

"Ini rutinitas kami DPD I, tapi arahnya bahwa kami coba mikirin soal munaslub. Apakah sudah pantas apa belum, tapi mayoritas DPD I sudah ingin munaslub. Tinggal bagaimana DPP menanggapinya," kata Ridwan. (det/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>