Bursa Cawapres Jokowi, Disarankan Pilih dari Kalangan Santri

Rabu, 11 Februari 2018  18:38

Bursa Cawapres Jokowi, Disarankan Pilih dari Kalangan Santri

Muhaimin Iskandar

Jakarta (BM) – Menjelang ajang Pilpres 2019, membicarakan sosok cawapres tak kalah menariknya dibanding sosok capres. Jokowi yang di berbagai survei masih diunggulkan hampir pasti maju sebagai capres. Siapa yang layak bakal menjadi Jokowi?  "Untuk menutupi kekurangan-kekurangan Jokowi, cawapres dari kalangan santri nampak sangat ideal mendampingi Jokowi," kata Direktur Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Mohammad dalam Forum Dialektika di Resto Gado-Gado Boplo, Jl Gereja Theresia No 41, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018).

Hal ini disebabkan, posisi Jokowi sebagai capres terkuat saat ini belum sepenuhnya aman. Ia melihat setidaknya ada tiga kekurangan Jokowi yang harus mampu 'ditutupi' oleh calon pasangannya. Apa saja?

"Sisi minus Jokowi saat ini di antaranya adalah persoalan religiusitas. Kurang dekat dengan kaum santri. Kedua, mudah diserang isu SARA. Ketiga, ia dinilai belum memenuhi janji-janji kampanye," ucap Yasin.

Dua kekurangan Jokowi dalam isu agama itu, kata Yasin, dapat menggerus elektabilitas Jokowi. Yasin menilai, saat ini faktor popularitas, akseptabilitas, dan kepuasan kinerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat keterpilihan.

Oleh karena itu, jika Jokowi ingin memenangkan perhelatan Pilpres 2019, ia harus memilih cawapres yang merupakan tokoh nasional yang memiliki rekam jejak baik serta berlatarbelakang religius dari kalangan Islam moderat. Sebab, koalisi Pilpres sejatinya adalah koalisi figur, bukan sekadar pertarungan antar parpol.

"Idealnya cawapres Jokowi haruslah memenuhi kriteria di antaranya memiliki integritas tinggi, serta seorang tokoh nasional yang memiliki rekam jejak yang bagus, bersih, tidak menyandera Jokowi. Kemudian berlatarbelakang religius dari kalangan Islam moderat yang bisa diterima oleh semua kalangan," ujar Yasin.

"Koalisi figur capres-cawapres nasionalis-santri nampaknya koalisi yang saling melengkapi. Jika koalisi figur ini terjadi, maka Jokowi bisa dipastikan dapat memenangkan hajatan Pilpres 2019 nanti," urainya.

Perlu diketahui, saat ini parpol yang telah mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi di antaranya adalah Partai Golkar, Hanura, NasDem, PPP. Beberapa nama pendamping Jokowi dari barisan parpol tersebut pun telah berseliweran.

Disebutkan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi kandidat kuat cawapres Jokowi. Selain itu ada nama Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang juga mendapat dukungan maju sebagai cawapres.

PPP sepakat bahwa Joko Widodo (Jokowi) harus memilih cawapres 2019 dari kalangan santri. Namun PPP meminta supaya tak sembarang santri yang jadi cawapres Jokowi.

"Koalisi nasionalis-Islam dari kalangan santri memang harus kita lihat. Ya kalau Pak Jokowi mau menang, harus ambil dari kalangan santri. Tapi tidak sembarang santri," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi dalam Forum Dialektika Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) di Resto Gado-Gado Boplo, Jl Gereja Theresia No 41, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018).

"Pertama, ambil figur dari kalangan Islam yang dalam diskusi ini diterjemahkan sebagai santri yang bisa diterima oleh ormas Islam besar lah. Karena itu populasinya cukup besar. Diterima Muhammadiyah, NU, dan lain-lain," urai anggota Komisi II DPR itu.

"Kedua berwawasan luas, berwawasan kebangsaan. Ketiga, harus berintegritas. Tidak bermasalah moral, hukum, atau lainnya. Kemudian terakhir cawapres dari bapak harus bisa mengambil segmen milenial," imbuhnya.

Terkait sosok Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) yang santer terdengar maju sebagai cawapres Jokowi, ia pun membantah. Baidowi mengatakan, partainya baru sebatas memberikan masukan pada Jokowi.

"Baru itu kritera itu saja yang kami serahkan pada Pak Jokowi. Siapa orangnya ya kami serahkan pada Pak Jokowi," kata Baidowi. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>