DPT Ganda Tinggal 6,3 Juta, Bawaslu Prediksi 1,8 – 2 Jut

Rabu, 12 September 2018  17:59

DPT Ganda Tinggal 6,3 Juta, Bawaslu Prediksi 1,8 – 2 Jut

Komisioner KPU Viryan Aziz

Jakarta (BM) - Laporan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda yang disampaikan parpol koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkurang. Awalnya koalisi Prabowo-Sandiaga melaporkan adanya temuan 25 juta DPT ganda, namun kini menjadi 6,3 juta.

"Justru kemarin, tadi malam, disampaikan dari 25 juta sudah berkurang jadi 6,3 juta. 6,3 juga itu menurut teman dari partai didapat dengan 4 elemen dan data DPT," ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Viryan menjelaskan, KPU bekerja sama dengan parpol koalisi Prabowo-Sandiaga yakni Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS yang sebelumnya menyerahkan temuan 25 juta DPT ganda untuk Pemilu 2019.

"Pertama pakai DPS angkanya waktu itu 137 juta dengan 3 elemen dapatnya 25 juta. Kemudian kita berikan data DPT, sudah kita berikan, 185 juta dan memang NIK (Nomor Induk Kependudukan) kita tutup jadi 6 digit karena menyangkut kerahasiaan data pribadi," ujar Viryan.

"Sehingga teman-teman dari partai mengambil bukan 3 elemen tapi 4 elemen dengan tempat lahir, hasilnya hanya 6,3 juta," sambungnya.

Viryan meyakini proses penyisiran DPT ganda yang dilakukan KPU bisa mengeliminir data-data ganda. Sampai saat ini, proses tersebut masih belum selesai dilakukan.

"Kami meyakini masih jauh di bawah itu. Angkanya berapa? Kita masih terus melakukan pengecekan kegandaan dan verifikasi di daerah. Tapi data yang sudah kita rampungkan, analisis DPS dibawah 1 persen data kegandaannya," sebut dia.

Sebelumnya, parpol koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak jumlah DPT yang telah ditetapkan KPU. Alasannya, dalam DPS yang dirilis KPU sebelumnya masih ditemukan sejumlah kesalahan. PKS, Gerindra, PAN, dan Partai Demokrat menyatakan menemukan setidaknya 25 juta data ganda dari 137 juta lebih pemilih yang ada di DPS.

Sedangkan KPU menetapkan jumlah DPT Pemilu 2019 sebanyak 185 juta pemilih pada Rabu (5/9) . Namun KPU tetap akan menyempurnakan DPT dalam waktu 10 hari.

"Ada (target) sampai tanggal 15 (September) harus sudah selesai semua. Tanggal 16 (September) kalau memang ada yang berubah, dimulai dari kabupaten kota, provisi, dilakukan pembuatan berita acara perbaikannya," ujar Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Namun Arief belum menjelaskan ada-tidaknya temuan DPT ganda dalam penyisiran KPU. Dia hanya menegaskan proses penyempurnaan DPT masih berlangsung.

"Masih jalan, masih proses ini. nanti terakhir tanggal 16 kita tetapkan lagi," sambungnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu Rahmat Bagja, mengatakan pihaknya memprediksi jumlah data ganda mencapai 1,8 – 2 juta pemilih.

“Prediksinya 1,8 juta-2 juta. Prediksi tersebut terhadap data ganda dari seluruh kabupaten/kota yang ada,” kata Rahmat Bagja di Kantornya, Jakarta, Rabu (12/9).

Rahmat mengatakan, masalah masih adanya data ganda dalam DPT karena sejumlah masalah. Diantaranya belum adanya budaya tertib administrasi masyarakat.

Ia mencontohkan, masih banyak masyarakat yang pindah tidak mengurus surat-surat kepindahan, sementara di tempat yang baru mereka juga membuat kartu identitas baru.

Selain itu, juga ada beberapa rekomendasi Bawaslu di daerah yang tidak diindahkan KPU saat penetapan DPT dan rekapitulasi di provinsi.

Ia menambahkan, sampai saat ini pihaknya terus mencermati data-data yang diberikan KPU.(rmo/det/akt/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>