Gerindra Keluar dari Pansus, PAN Tunggu Sebulan

Selasa, 25 Juli 2017  17:21

Gerindra Keluar dari Pansus, PAN Tunggu Sebulan

Zulkifli Hasan

JAKARTA (BM) – Partai Gerindra telah menyatakan keluar dari panitia khusus (pansus) angket KPK. PAN yang selama ini dikenal dekat dengan Gerindra membuka peluang untuk meninggalkan Pansus Hak Angket KPK. PAN akan memantau kerja Pansus sebelum menentukan langkah lanjutan.

"Kita lihat nanti. Kalau memang di luar lebih bagus, ya kita di luar. Tapi kalau kita enggak di dalam bisa berbahaya, kita di dalam," ujar Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di gedung DPR, Selasa (25/7/2017).

PAN masih menunggu waktu yang tepat sebelum keluar dari Pansus KPK. PAN mematok waktu satu bulan. "Kita lihat dulu nih satu bulan ini kayak apa. Kita ingin menguatkan," tegas Zulkifli.

Zulkifli mengingatkan Pansus agar tak mengaitkan kerja mereka dengan kasus e-KTP yang sedang berjalan. Anggapan publik bahwa Pansus KPK punya hubungan dengan kasus e-KTP harus dijauhkan. PAN hanya ingin menguatkan KPK.

"Kita di dalam meminta temen-temen agar jangan sampai publik berpendapat ini barter e-KTP. Kalau memang betul ingin memperkuat, mana dong," ujar Zulkifli.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gerindra telah menarik diri dari Pansus Hak Angket KPK. Gerindra kini menunjuk hidung parpol-parpol pendukung Jokowi sebagai pihak yang ingin melemahkan KPK.

"Sekarang masyarakat harus tahu, bahwa parpol pendukung Joko Widodo yang ingin mengerdilkan dan mendelegitimasi KPK," ujar Waketum Gerindra Arief Poyuono, Selasa (25/7/2017).

Menurut Arief, sebenarnya dari awal Gerindra tidak pernah mau mendukung Pansus Hak Angket KPK. Dia menyebut yang menginisiasi adanya Pansus adalah partai pendukung pemerintah sendiri.

"Inisiatif pembentukan Pansus KPK kan juga lebih diinisiatifkan oleh partai pendukung pemerintah. Yang mana kadernya akan banyak terancam di penjara oleh KPK dalam kasus e-KTP," tegasnya.

Arief juga menolak anggapan bila penarikan diri Gerindra dari Pansus Hak Angket KPK ada hubungannya dengan UU Pemilu. "Tidak ikutnya Gerindra dalam Pansus Hak Angket tidak sama sekali ada hubungannya dengan UU Pemilu," tutupnya.

Keputusan Gerindra menarik diri dari Pansus Angket KPK tertuang dalam surat Fraksi Gerindra DPR yang bernomor A.1400/F.P-Gerindra/DPRRI/VII/2017. Gerindra pamit dari Pansus terhitung per 24 Juli 2017.

"Dengan ini, kami menyatakan mundur dari Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi terhitung mulai tanggal 24 Juli 2017," demikian bunyi penggalan surat tersebut.

Sejumlah alasan jadi pertimbangan Gerindra meninggalkan Pansus KPK. Salah satunya karena Pansus menemui napi koruptor di Lapas Sukamiskin, Bandung, beberapa waktu lalu.

"Saya udah bilang, kalau mengunjungi koruptor, maka Gerindra akan keluar. Kami melihat ada langkah Pansus yang salah," ujar Wakil Ketua Komisi III F-Gerindra Desmond J Mahesa. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>