Jelang Munaslub, GMPG: Ada Tiga Faksi dalam Golkar

Selasa, 26 November 2017  18:35

Jelang Munaslub, GMPG: Ada Tiga Faksi dalam Golkar

Airlangga Hartarto

Jakarta (BM) – Munaslub Partai Golkar sudah di depan mata. Banyak pihak di internal Golkar mendorong agar Munaslub segera dilaksanakan. Bahkan nama-nama calon Ketua Umum pun mulai muncul ke permukaan. Di antaranya yang cukup kuat adalah Airlangga Hartarto.

Menjelang Munaslub tersebut, Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) mengungkap adanya tiga faksi di dalam tubuh Partai Golkar dalam menyikapi permasalahan sang Ketua Umum, Setya Novanto.

 “Pertama, faksi pro perubahan yang menghendaki segera munaslub, faksi ini tegas meminta partai Golkar tidak saja sekedar munaslub dalam waktu singkat, tapi faksi ini juga bekerja terus menyuarakan agar komitmen Partai Golkar untuk bersih bersih, anti korupsi, menjunjung tinggi etika dan rasa malu,” papar tokoh Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Mirwan Bz Vauly, di Jakarta, Minggu (26/11).

Menurut Mirwan, faksi pro munaslub ini dimotori para kader muda Golkar yang melihat Indonesia lebih jauh ke depan.

Sedangkan pada faksi kedua, disebut Mirwan sebagai golongan status quo atau menolak adanya perubahan dalam partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Golongan ini masih bertahan menunggu kembalinya Setya Novanto sebagai pahlawan Golkar. Faksi inilah yang saat ini konon merasa memegang kendali Partai Golkar dan merasa paling legal berbicara atas nama partai Golkar,” terang Mirwan.

Ia menambahkan jika kelompok status quo menganggap orang-orang di luar faksi ini sebagai pihak yang tidak memiliki legalitas untuk berbicara mewakili partai.

 “Selain mereka tidak boleh, dilaporkan ke polisi,” imbuhnya.

Sementara itu, faksi terakhir disebut Mirwan sebagai faksi tengah. Menurutnya, faksi menjadi pihak yang paling netral di antara ketiga kelompok yang ada, ada atau tidaknya munaslub tidak menjadi masalah penting bagi faksi tengah.

“Mereka menganggap organisasi itu harus berposisi seperti pandito destarata raja hastinapura yang tidak boleh berpihak. Orang merusak dan orang memperbaiki sama saja di matanya,” jelas Mirwan.

 “Semua harus direspon sebagai kekuatan politik. Biarkan keduanya bertempur hingga hastinapura runtuh tinggal nama,” tambahnya seraya menyudahi.

Namun demikian, Mirwan enggan menyebutkan siapa saja nama-nama yang termasuk dalam tiga faksi ini. Ia hanya menyebutkan bahwa ketiga faksi ini yang tengah mewarnai Partai Golkar saat ini dalam menyikapi kasus hukum setya novanto di ruang publik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyatakan bahwa pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) ditujukan untuk mencari pemimpin baru. Dia berpendapat langkah itu paling ideal untuk menyelamatkan partainya.

"Saya percaya bahwa munas ini mudah-mudahan ada pemilihan kepemimpinan baru. Itu sebuah jalan yang paling pas, tepat untuk mengatasi persoalan jikalau dikehendaki," kata Agung seusai menghadiri acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di Medan, Minggu (26/11).

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sudah menggelar pertemuan dengan seluruh DPD Tingkat I di Jakarta pada Sabtu (25/11). Hasilnya adalah pelaksanaan munaslub menunggu vonis praperadilan terhadap Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e di KPK dan sudah ditahan sejak 19 November 2017.

Setya Novanto mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang perdana rencananya akan dilakukan pada 30 November 2017.

"Jikalau kalah di praperadilan, dia harus mengundurkan diri. Kalau tidak, di rapat munaslub. Saya rasa teman-teman sudah melihat itu. Munaslub diperlukan dalam rangka merubah kepemimpinan yang berwajah segar dan tentunya tidak bermasalah," tambah Agung.

Agung menyebut salah satu calon terkuat untuk menggantikan Setnov adalah Airlangga Hartanto yang saat ini Koordinator Bidang Perekonomian DPP Golkar, sekaligus Menteri Perindustrian.

"Ya tidak hanya regenerasi, tapi juga harus tampil yang tidak punya masalah. Salah satu yang disebut-sebut antara lain Airlangga Hartanto. Dia sudah diterima di kalangan pemerintah dan di kalangan pimpinan partai baik pusat atau daerah, beliau selama ini aktif," jelas Agung.

Ia pun yakin bahwa Setnov akan legowo untuk mundur dari tampuk kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Golkar.

"Saya yakin Pak Novanto juga legowo. Kami juga harus tetap menghormati beliau karena Pak Novanto selama memimpin Golkar, meski singkat cukup berkesan. Janji beliau jadi, bangun gedung, kunjungan ke daerah, tentunya baik, hanya dia punya masalah pribadi," tutur Agung.

Namun, masalah pribadi Setnov itu menurut Agung memengaruhi elektabilitas Golkar di mata masyarakat.

"Ya tentu akan mempengaruhi elektabilitas. Saya harapkan tahun ini selesai karena tahun depan kalau bisa kita sudah bicara penggalangan suara untuk pilkada. Persiapan rekrutmen calon anggota dewan DPR, tidak hanya berkutat pada masalah itu," tambah Agung.

Terpisah, Politikus Partai Golkar Ade Komarudin mengakui desakan untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar merupakan aspirasi nyata dari berbagai daerah. Dia juga menegaskan Golkar harus Munaslub.

"Ya, harus munaslub. Saya melihat DPD (Dewan Pimpinan Daerah) I dan DPD II sudah tidak tahan. Jadi, mereka yang mau bukan elite. Karena mereka sudah enggak tahan kondisi partai yang cukup memprihatinkan jadi ya mereka mendesak untuk segera ada jalan keluar dan satu-satunya jalan keluar munaslub," kata pria yang biasa disapa Akom itu usai resepsi Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di Medan, Minggu (26/11).

DPP Partai Golkar sudah menggelar pertemuan dengan seluruh DPD Tingkat I di Jakarta pada Sabtu. Dalam pertemuan itu DPP menyosialisasikan hasil rapat pleno yang memutuskan menunjuk Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum dan pelaksanaan munaslub menunggu vonis praperadilan terhadap Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e di KPK dan sudah ditahan sejak 19 November 2017.

"Mereka menganggap itu satu-satunya jalan untuk keluar dari keprihatinan yang cukup lama. Jangan lupa, menurut AD/ART kalau dua pertiga (suara) ingin, mau bagaimana?" tambah Akom dilansir Antara.

Mantan Ketua DPR ini juga menegaskan munaslub tidak perlu menunggu hasil praperadilan.

"Saya kira, waktunya mungkin bersamaan dengan praperadilan, karena praperadilan batasnya pendek," kata Akom.

 

Pertengahan Desember

Internal Partai Golkar berharap penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa paling lambat pertengahan Desember 2017. Munaslub jangan ditunda-tunda agar partai lebih cepat konsolidasi dan bisa mempersiapkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Tahun depan sudah ada pilkada. Tahapan pilkada sudah dimulai di awal tahun. Kalau berlama-lama bisa-bisa Golkar terancam tidak ikut pilkada. Waktu persiapan pemilihan legislatif atau pilpres pun sangat singkat kalau ditunda-tunda," jelas Ketua DPP Golkar Bidang Pengawasan Pembangunan Melchias Markus Mekeng kepada wartawan di Jakarta, Minggu (26/11).

Dia menjelaskan, tahapan pileg sudah mulai pertengahan tahun 2018. Kalau penyelengaraan munaslub terus diundur maka Golkar terancam tidak dapat mengajukan calon anggota legislatif karena penandatangan persetujuan caleg bukan oleh pelaksana tugas tetapi oleh ketua umum. Untuk itu, Mekeng meminta para elite Golkar, pimpinan DPD I dan DPD II harus realistis melihat kondisi sekarang ini.

"Kita menghormati putusan rapat pleno DPP tanggal 21 November lalu bahwa putusan munaslub menunggu pra peradilan kasus Novanto. Kalau pra peradilan ditolak maka segera setelah ada hasil pra peradilan, DPP harus segera mengadakan rapat pleno lagi untuk menetapkan waktu munaslub. Agenda munaslub adalah tunggal yaitu pemilihan ketum baru," tutur Mekeng yang juga ketua Komisi XI DPR.

Menurutnya, dukungan menggelar munaslub sudah sangat kuat oleh mayoritas pengurus DPD I dan DPD II. Menyoal siapa yang didorong jika dilakukan munaslub, Mekeng mengatakan ‎saat ini dukungan yang begitu besar diberikan ke kader senior yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang sudah mendapat dukungan internal maupun eksternal.

"Dari kiri kanan, atas bawah dukungan ke Pak Airlangga sudah sangat besar. Pak Airlangga punya kemampuan dan pengalaman, dia sangat tepat pimpin Golkar," bebernya.

Mekeng juga berharap nantinya mekanisme munaslub cukup dengan musyawarah untuk aklamasi saja. Tidak perlu bertarung bebas seperti pada munas atau munaslub sebelumnya karena hanya membawa perpecahan pada Golkar. Aklamasi juga sangat penting untuk konsolidasi partai lebih cepat.

"Kalau bisa musyawarah, ya musyawarah. Supaya cepat dan tidak ada perpecahan," tegas Mekeng.

 

Airlangga Hartarto

Nama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto santer disebut menjadi calon kuat menggantikan Setya Novanto di posisi Ketua Umum Golkar.

"Saya yakin, apabila Munaslub digelar, tokoh partai seperti Airlangga Hartarto yang dapat menyelamatkan Partai Golkar dari salah arah dalam berpolitik selama 7 tahun terakhir ini," kata Sekretaris Fraksi Golkar DPR Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK)  kepada wartawan, Minggu (26/11/2017).

Soal salah arah politik Golkar dalam 7 tahun terakhir, AGK punya penjelasan. Dia berpandangan sumber dari semua krisis di Golkar adalah kesalahan filosofi politik yang sempat dianut yaitu 'Suara Golkar, Suara Rakyat'.

AGK menilai filosofi itu telah membuat mind set dan paradigma politik Golkar salah arah. Platform itu, dia melanjutkan, menyalahi karakter Golkar sebagai partai politik yang seharusnya mengikuti suara rakyat.

"Platform yang dibuat oleh Golkar di masa lalu menyalahi logika politik yang sesungguhnya, diputarbalikkan sedemikian rupa, sehingga Partai Golkar ditinggal konstituennya dan tidak percaya pada para pemimpinnya, akibat pengejawantahan termasuk program-program dari paradigma yang salah tersebut," ujar wakil rakyat dari dapil Jawa Barat II ini.

Platform partai, masih kata AGK, bukan hanya soal slogan politik, tapi juga soal filosofi berpolitik bagi kader. Golkar harus menjadi jangkar kepentingan dan aspirasi rakyat.

"Maka, yang harus diperjuangkan adalah 'Suara rakyat, Suara Golkar', bukan sebaliknya," pungkasnya. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>