Kampus Diharapkan Bisa Menjadi Jalan Tengah Lembaga Survey

Minggu, 13 Mei 2018  19:12

Kampus Diharapkan Bisa Menjadi Jalan Tengah Lembaga Survey
SURABAYA (BM) - Hasil survey pilgub Jatim memang terkadang membuat bingung masyarakat. Karena ada lembaga survey "A" yang memberikan nilai unggul pada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur 1, dan ada pula lembaga survey "B" yang memberikan nilai unggul pada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2. 


Karena itulah, JAringan Milenial Jatim mengumpulkan beberapa survey untuk membahas tentang Lembaga Survey mana yang kredibiltas. Hal inilah yang dibahas dalam acara "Membedah Hasil Survei Pigub Jatim" yang digelar di Restorant Agis Surabaya, Minggu (13/5). 


"Fokus survey kita adalah fokus pada kepentingan publik. Kedua pasangan calon ini sama-sama punya program yang baik yaitu sama-sama punya program pengentas kemiskinan, ketahanan pangan, pariwisata, sosial, tenaga kerja dan pengangguran, investasi," ungkap Dosen Kampus Brawijaya Malang Andy Kurniawan S.Ap, M.Ap.


Andy berharap agar masyarakat bisa lebih rasional. Diharapkan pula, masyarakat bisa memilih kepala daerah dan melihat program yang mereka janjikan. "Kita mengajak masyarakat untuk membaca program sehingga 5 tahun dan diyakin pasangan calon bisa menjalankan program tersebut."

Lanjutnya, dengan keberadaan kampus diharapkan  bisa menjadi jalan tengah lembaga survey yang memang disewa. "Saya rasa positif kalau kampus sudah mau peduli dengan kondisi sosial politik masyarakat. Jadi seolah-olah kampus tidak menjadi satu menara gading yang hanya sekedar teori tapi juga bisa menjangkau wilayah yang dibutuhkan masyarakat," lanjut Andy.


Perihal hasilnya yang cenderung ke salah satu calon, itu hasil survey yang kita sajikan dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau kampus harus ikut arus politik, ya itu tidak bisa. Sudah jelas larangan bahwa wilayah kampus apalagi negri tidak ikut politik.


"Kami hanya berpedoman pada meteorologi dan isu yang menarik, kami lakukan penelitian. Hasil survey ini hanya sebagian kecil dari penelitian kami. Hasil penelitian kami bisa kita bukukan atau jurnal. Saya berharap kampus lain juga seperti itu. Ide-ide lain yang masyarakat bisa membaca bahwa tidak hanya sekdar tokohnya tapi juga programnya dan idenya. Kita tidak ada condong pada mana pun jadi ini adalah murni ide dan gagasan, dan isu yang menarik dan kita punya ilmunya, lalu kita sajikan ke masyarakat. Kesimpulan, program Gus Ipul dan mbak Puti lebih diterima, lebih menarik dari pada probram Khofifah – Emil.  Sama-sama menarik, Cuma Gus Ipul lebih unggul. Tapi selisih dikit."

Sementara itu, Pembicara dari FISIP Unair Putu Aditya F.A S.lp Mkp juga mengatakan agar para pasangan calon bisa melihat peluang atau kesempatan bagus yang ada di Jawa Timur. 

"UMKM di Jawa Timur ini sangat besar potensinya. Semoga para pasangan calon bisa melihat hal tersebut kemudian bisa menciptakan dan membentuk pasar untuk meningkatkan UMKM," terang Putu. 

Lanjut Putu, pendidikan juga tidak kalah menarik untuk dijadikan pandangan bagi pasangan calon agar lebih ditingkatkan. (Era)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>