Kartu Merah, Amien: Siapkan Pengganti Jokowi

Rabu, 07 Februari 2018  18:22

Kartu Merah, Amien: Siapkan Pengganti Jokowi

Amien Rais

JAKARTA (BM) – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memberi kartu merah untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia meminta DPP Partai Amanat Nasional (PAN) segera menyiapkan calon untuk menggantikan Jokowi melalui Pilpres 2019. “Saya secara pribadi mengharap supaya DPP PAN berpikir keras untuk mencari alternatif,” ujar Amien di kantor DPP PAN di Jalan Senopati, Jakarta, Rabu (7/3).

Amien menilai bahwa pemerintahan Jokowi sudah gagal. Nawacita yang didengungkan Jokowi, sambungnya, hanya sebatas wacana. Sementara di satu sisi, kekuasaan ekonomi sudah dicaplok oleh bangsa lain.

 “Sumber daya alam kita sudah bukan untuk bangsa kita lagi. Jokowinomic itu yang diuntungkan yang kaya. Rakyat yang dipinggirkan makin keliatan kembang kempis,” urai mantan Ketua Umum PAN itu.

Secara kasat mata, beber Amien, pemerintah telah membiarkan Meikarta menggasak sekian ratus hektar untuk membangun apartemen, yang semua itu bukan untuk kepentingan rakyat kecil. Sebaliknya, semua itu untuk kepentingan para taipan dan cukong. Lebih menyolok lagi, kata Amien, soal reklamasi teluk Jakarta yang jelas-jelas bukan untuk bangsa Indonesia, baik dari sisi harganya dan peruntukannya.

 “Jadi kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah supaya ada persiapan.Jadi dikeluarkan dari lapangan demokrasi kemudian dicari yang lebih unggul lebih bagus,” demikian  mantan Ketua MPR RI itu.

 

Belum Tentu Prabowo..

Partai Amanat Nasional (PAN) diminta untuk tahu diri dalam pertarungan Pilpres 2019 mendatang. Hal tersebut mengingat elektabilitas PAN yang saat ini masih rendah.

Menurutnya, PAN bisa mencalonkan kandidat presiden secara mandiri jika mampu meraih elektabilitas di atas 12 persen.  "PAN tahu dirilah, kecuali nerobos 12 persen," ujar salah satu pendiri PAN ini.

Meski demikian, Amien tetap meminta PAN untuk menyiapkan calon alternatif selain petahana Presiden Jokowi.  

Saat ditanya apakah nama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, layak menjadi calon alternatif tersebut, Amien mengatakan belum tentu. "Belum tentu (Prabowo)," tegasnya.

Lebih lanjut, Amien Rais memuji aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo.

"Saya melihat kehebatan Zaadit Taqwa ini memecah kebuntuan ketakutan yang sudah sedemikian merata," kata Amien.

Amien mengatakan, aksi yang dilakukan Zaadit merupakan sebuah aksi yang sederhana.

Namun, aksi mengacungkan kartu kuning sambil meniupkan peluit itu berhasil membuat hentakan.

Sebab, aksi itu dilakukan langsung di hadapan Jokowi saat ia menghadiri Dies Natalis di Kampus UI beberapa waktu lalu.

"Tapi itu kan Pak Dodo sudah selesai (memberi sambutan) baru dia nyemprit. Kalau tengah-tengah (sambutan) agak kurang ajar. Tapi itu sudah selesai. Saya kira dipidanakan juga tidak bisa," kata Amien.

Amien Rais berharap, aksi Zaadit tersebut bisa jadi pemicu bagi mahasiswa dan aktivis lain untuk terus bersikap kritis terhadap pemerintah.

Ia berharap mahasiswa tidak tunduk pada kekuasaan. "Ketika semua melempem muncul Zaadit ini. Ini jadi pemicu. saya harap akan terus menggelinding. Dan saya walau sudah tua akan tetap ikut bersama," ucap Amien.

Mantan Ketua MPR itu menambahkan, tuntutan yang disampaikan BEM UI kepada Jokowi masih tergolong minim.

Dalam tuntutannya, BEM UI hanya menyampaikan tiga hal, yakni terkait gizi buruk di Asmat, dwifungsi TNI-POLRI dan aturan soal Organisasi Mahasiswa.

Harusnya, kata Amien, lebih banyak lagi tuntutan yang bisa disampaikan oleh mahasiswa UI kepada Jokowi.

Misalnya, terkait permasalahan ekonomi yang membuat kehidupan rakyat semakin sulit.

"Tapi saya kira bangsa ini terima kasih ke Zaadit. Bahwa yang dikasih peringatan dari UGM, ya saya bangga. Jangan malu-maluin UGM lah ya," kata alumnus UGM ini disambut tawa hadirin.

Sebelumnya, Generasi Muda DPP PAN memberikan "Kartu Hijau" untuk kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Aksi itu sebagai bentuk apresiasi atas kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Kartu merah stop, kartu kuning peringatan, ada pelanggaran, kalau kartu hijau jalan terus. Kita dukung (Jokowi) menuntaskan agendanya sampai 2019," ujar Ketua Departemen Kominfo DPP PAN, Rizki Aljupri di The Atjeh Connection SCBD, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Dengan dukungan yang diberikan, Rizki berharap Jokowi akan bisa menuntaskan berbagai program kerjanya sampai akhir masa pemerintahan tahun 2019. (det/kom/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>