Mojokerto, Bondowoso & Sumenep, Money Politic Terbesar

Senin, 08 April 2019  22:34

Mojokerto, Bondowoso & Sumenep, Money Politic Terbesar
SURABAYA (BM) - Money Game atau Politik Uang memang menjadi isu yang santer terutama menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019 ini. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Pusat Studi Anti-Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) UM Surabaya yang dilakukan sejak 5-20 Maret 2019 ditemukan beberapa hasil dari riset tersebut.

 
"Diksi yang paling banyak di Jawa Timur adalah tipe power, lalu diksi Lebaran di TPS dan Putihkan TPS. Kalau hal ini dibiarkan berlarut-larut, TPS bisa menjadi medan konflik. Kami meminta agar penyelenggara, pengawas bisa mengantisipasi hal tersebut dgn diksi2-diksi negatif tersebut," ungkap Direktur PUSAD UM SUrabaya Satria Unggul W P dalam Bincang hasil riset "Mengurai Praktik Kotor Dalam Pemilu 2019 di Jawa Timur" di Gedung A UM Surabaya, Senin (8/4).
 
Dalam acara yang berlangsung siang hari tersebut, dihadiri pula oleh pembicara Ketua Komisi Yudisial Penghubung Jawa Timur Dizar Al Farizi, Komisioner KPUD Jawa Timur Muhammad Arbayanto dan Komisioner Bawaslu Jawa Timur Totok Hariyono. 
 
Lanjut Satria, kemudian dalam survey juga ditemukan diksi money politik, cash money atau berbentuk kartu akses kesehatan. "Ini bisa dipakai jika caleg yang dipilih jadi. termasuk ditawari jabatan tertentu di pemerintah kabupaten kota/desa/kecamatan. Dan termasuk dengan potensi konflik. Money politik di 3 kabuptaen kota terbesa yaitu Mojokerto, Bondowoso dan Sumenep," terangnya.
 
Temuan bawaslu cukup bagus yaitu Masyarakat Jawa Timur cukup permisif cuma nanti dalam proses penemuan dan penindakan nanti akan ada bukti-bukti yang diperlukan penegak hukum untuk menindaklanjuti. Penyelenggara yang kena tindak pidan pemilu ditemukan kasus di Mojokerto.
 
Sementara itu, Totok Hariyono mengatakan bahwa berdasarkan riset , masih ada 19% ketidakpercayaan pada penyelenggara. Ketidak percayaan bisa disebabkan oleh banyak hal  mungkin dari kecurangan-kecurangan. "Dalam hal ini Bawaslu sudah berusaha semaksimal mungkin menekan tingkat kecurangan tersebut. Contohnya kita tidak pernah membiarkan sebuah pelanggaran yang sudah dalam bentuk pelaporan. atau Semua laporan sudah kita tindaklanjuti. Kita sudah berusaha meningkatkan kepercayaan masyarakat," ungkapnya.
 
Lanjutnya, nanti di masa tenang Bawaslu melakukan patroli pengawasan. Semua organ kita kaan turun keliling ke TPS-TPS. "Dengan kita keliling memberikan efek sungkan dan takut upaya untuk melakukan pelanggaran, misalnya politik uang. Dan kita tidak ada hari libur. Nanti kita akan shift per 8 jam. Kita selalu berpikiran positif akan teratasi. Sanksi pidana sudah jelas terhadap pelanggaran," ungkap Totok. (Era)
 
 
 

 
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>