Negara Berikan Kompensasi Rp 1,1 Miliar Untuk Korban Bom

Rabu, 15 Mei 2019  16:46

Negara Berikan Kompensasi Rp 1,1 Miliar Untuk Korban Bom

SURABAYA (BM) – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membantu pemerintah dalam pemberian kompensasi sebesar Rp 1,1 miliar bagi 16 korban terorisme di sejumlah rumah ibadah diantaranya gereja Santa Maria dan Polresta di Surabaya pada 13 Mei 2018.

Pemberian kompensasi dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/5) dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

“Ini artinya bahwa pemerintah hadir untuk menyapa warganya. Dan itu artinya tekat untuk melindungi warga dan bangsa tetap menjadi ikhtiar pemerintah. Hal ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus saling menghormati sehingga hal-hal yang bisa melukai atau menghilangkan nyawa harus dihindarkan. Oleh karena itu, pada hari ini korban dan keluarga diajak untuk kumpul , ini bukti bahwa tim pemerintah pusat memberikan penguatan terutama kepada korban,” ungkap Khofifah.

Khofifah berharap agar secara psikologis para korban dan keluarga korban mendapat kekuatan. Mereka masih membutuhkan psikososial terapi dan hal ini akan segera dilakukan kordinasi tekhnik.

“Juga  harus seiring dengan upaya yang menumbuhkan kembali semangat mereka termasuk untuk korban yang masih kecil duduk di bangku SMP, semoga semangat belajarnya tidak berkurang. Dan kita semua punya tanggung jawab untuk memberikan perlindungan warga bangsa, memberikan proses sosial terapi yang dibutuhkan,” harap Khofifah.

Sementara itu, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan bahwa ada 16 korban yang mendapat kompensasi hari ini dan terkait besaran nominal yang diberikan adalah tidak sama atau berbeda tergantung kerugian yang dialami masing-masing korban.

“Kompensasi yang diberikan mulai 20juta hingga 600juta an. Saat ini memang cuma 16 korban yang mendapat kompensasi tapi nanti akan masih banyak. LPSK memberikan layanan pendampingan  dan mereka dimintai kesaksikan di semua tahapan dan kita juga memberikan layanan rehabilitasi medis, psikologis dan psikososial. Dan yang terakhir ini adalah pelayanan kompensasi pembayaran oleh negara,” terang Hasto.

Lanjutnya, jumlah korban bisa terus bertambah, dan hingga saat ini masih ada korban yang sedang dalam proses penanganan. Dengan adanya pemberian kompensasi ini membuktikan bahwa negara semakin serius memberikan memperhatikan warga negaranya. Pembayaran kompensasi membuktikan aturan tentang hak-hak korban yang dituangkan dan dijamin dalam undang-undang.

“Pembayaran kompensasi kepada korban terorisme seperti pada kasus ledakan bom di Surabaya ini merupakan sejarah baru dalam dunia hukum. Sebelumnya, aturan yang ada hanya mengatur hak-hak tersangka, terdakwa maupun terpidana,” ungkap Hasto.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara LPSK dengan beberapa institusi seperti universitas Brawijaya, RSUD R. Koesma Tuban dan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI).  (Era)

   

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>