Pakde Karwo: Pintar Boleh, Tapi Harus Beretika

Rabu, 09 Januari 2019  16:13

Pakde Karwo: Pintar Boleh, Tapi Harus Beretika

SURABAYA (BM) - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo  bersama dengan istrinya, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si, melakukan silaturahmi dengan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Jatim mulai dari pejabat, staf, hingga Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Ruang Hayam Wuruk lantai 8, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Rabu,(9/1).


Dalam acara tersebut, Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur menguungkapkan rasa terimakasih dan memohon maaf kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim, apabila selama 10 tahun memimpin ada sikap dan cara yang kurang berkenan. Menurutnya, semua itu dilakukannya untuk mendorong Provinsi Jawa Timur menjadi lebih baik lagi.


“Saya bersama keluarga mohon maaf apabila ada sikap dan cara yang kurang berkenan. Manungso kan kanggone khilaf (manusia adalah tempatnya salah),” kata orang nomor satu di Jatim ini.


Tidak lupa Pakde Karwo berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jatim untuk meningkatkan kolaborasi guna mencapai kemajuan bersama-sama. Menurutnya kolaborasi ini mampu menjadi kekuatan besar bila dilakukan untuk mencari persamaan, bukan sebaliknya.


“Mari kita berkerja secara kolaboratif, bergandengan tangan, menyisihkan perbedaan, dan mencari kesamaan untuk perubahan yang lebih baik ke depan. Ini yang kemudian menjadi pekerjaan batin yang luar biasa,” katanya.


Selain berkolaborasi, Pakde Karwo juga berpesan kepada seluruh ASN untuk terus berinovasi. Apalagi dalam era digital saat ini, inovasi harus terus dilakukan.


“Kemajuan digital jangan dijadikan musuh, namun sebaliknya harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kehidupan,” katanya.


Tidak hanya itu, Pakde Karwo juga mengingatkan pentingnya membangun teamwork dan terus belajar. Apalagi, perubahan atau dinamika saat ini begitu cepat sehingga ASN dituntut untuk terus belajar dan mengetahui perkembangan zaman.


“Pintar boleh, tapi yang harus diingat adalah harus punya etika,” pesannya.


Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga berterimakasih kepada istrinya yang selama ini dengan sabar dan ikhlas memberikan pendekatan dengan hati dan perasaan yang lembut.


 “Terkadang saya terlalu rasional karena dilahirkan untuk memilih keputusan yang keras. Saya bersyukur Tuhan memberikan saya istri yang perasaannya lebih lembut pada pikiran-pikiran keras tadi. Sering sebelum tidur istri saya menyampaikan untuk jangan berpikir seperti itu, coba istighfar, ambil wudhu dan sembahyang malam,” katanya.


Pakde Karwo juga menyampaikan rasa syukurnya menjadi gubernur di daerah dan waktu yang tepat. Dimana Jatim merupakan provinsi yang dinamikanya luar bisa. Menariknya, justru perbaikan itu bukan dimulai dari lingkungan yang nyaman, melainkan dari susasana yang penuh tantangan dan krisis.


“Jatim itu tidak suka budaya konflik yang hanya membuat lelah tidak berkesudahan. Saya 10 tahun berasama Pak Wagub berjuang dari bawah. Untuk itu sekali lagi kami mohon maaf. Ibaratnya, lebih baik kasarnya janggut daripada lunyu-nya lumut. Lumut itu meleseti, janggut itu kasar tapi ngangeni,” pesannya.


Di akhir, ia berharap gubernur selanjutnya dapat terus meningkatkan pembangunan inklusif di bidang kemiskinan, sehingga mampu mengurangi angka disparitas. Juga, mampu terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mengurangi pengangguran.


Sementara itu, istri Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si mengatakan, momen silaturahmi ini sangat berkesan. Alasannya, Bude Karwo-sapaan akrabnya telah berkecimpung di dunia birokrasi sejak tahun 1979, yakni saat suaminya  berkarier sebagai birokrat, kemudian menjabat sebagai gubernur selama dua periode


“Saya mendampingi Mas Karwo sejak awal karier beliau di Dispenda Jatim tahun 1979, kemudian saat mas Karwo sebagai gubernur. Jadi saya sudah berinteraksi dan dekat dengan anda semua selama empat puluh tahun lamanya. Meskipun secara fisik jarang bertemu, tapi saya merasakan bahwa support anda semua terhadap keberhasilan Jawa Timur sungguh luar biasa. Ini tidak akan bisa kami lupakan” katanya.

         
Sebagai Ketua TP PKK Jatim, Bude Karwo juga berpesan agar hubungan yang harmonis dan solid antara Pemprov Jatim dengan TP PKK dapat terus dijaga dan ditingkatkan. “Ini agar Jawa Timur terus menjadi provinsi yang lebih hebat lagi, saya yakin pasti bisa. Sebab kepemimpinan Mas Karwo bisa berhasil berkat kerjasama yang baik dari anda semua. Terima kasih atas kerja keras dan ikhlasnya” pujinya.


Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM menyampaikan, dirinya berterima kasih atas bimbingan dan arahan dari Pakde Karwo dalam membangun Jatim. Menurutnya, Pakde Karwo adalah sosok pemimpin yang santun, tapi tegas, penuh inovasi dan selalu memikirkan rakyatnya.

 
“Salah satu yang kami ingat, Pakde Karwo berpesan agar membangun Jawa Timur harus cepat, agar hasilnya dapat dinikmati rakyat. Perjuangan bapak akan kami lanjutkan, semangat bapak akan kami nyalakan, sambil bertakwa pada Tuhan. Walaupun tugas bapak sudah purna, kami tidak pernah merasa berpisah, kami tetap satu dalam cita-cita mulia untuk masa depan Indonesia yang jaya” katanya.

 

Sementara itu, mewakili ASN di lingkup Pemprov Jatim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekda Provinsi Jatim, Dr. Supriyanto mengatakan, Pakde Karwo adalah sosok pemimpin yang mampu dan selalu memberikan bimbingan dan arahan kepada anak buahnya. Hal ini membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan terarah, hasilnya adalah banyaknya penghargaan yang diraih Jatim.


“Satu hal yang tidak bisa saya lupakan, bapak selalu berpesan bahwa pemerintah harus bisa mendengar sesuatu yang tidak terdengar oleh rakyatnya, melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh rakyat. Hal ini yang saya rasakan sendiri, baik saat bapak menjadi kepala Dispenda yang luar biasa inovasinya, maupun saat bapak menjadi gubernur” katanya.


Secara pribadi, Asisten Supriyanto memiliki kenangan khusus terhadap sosok Pakde Karwo. Kenangan itu adalah saat mendengar kabar bahwa orang tuanya baru saja meninggal, kabar ini didengarnya saat dirinya tengah bertugas mendampingi Pakde Karwo meninjau Jembatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

 

“Diatas Jembatan Kertosono, bapak menyampaikan ikut berduka cita, kemudian mempersilahkan saya pulang. Begitu sampai di rumah duka, ternyata karangan bunga dari Pakde Karwo dan Bude Karwo sudah ada di halaman rumah. Ini salah satu implementasi kepemimpinan Pakde Karwo bahwa pemerintah harus hadir ditengah rakyat, pesan ini yang tidak akan saya lupakan” pungkasnya.

 

Silaturahmi ini dihadiri oleh para pejabat Eselon II beserta istri, pejabat Eselon III, IV, staf, dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemprov Jatim, serta rekan-rekan pers. (Era)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>