Pakde Karwo Puji TP PKK Sebagai Ujung Tombak Gotong Royong

Senin, 12 November 2018  17:00

Pakde Karwo Puji TP PKK Sebagai Ujung Tombak Gotong Royong

PONOROGO (BM) - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memberikan pujian kepada seluruh masyarakat Jatim yang menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Pakde Karwo-sapaan akrabnya, gotong royong harus dilestarikan, agar tercipta kebersamaan, rasa tepa selira, dan memperkuat persatuan dan kesatuan, khususnya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di negeri ini. 

           
Pujian itu disampaikan Pakde Karwo saat membuka Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) Ke-46 Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 yang mengambil tema mengambil tema “Semangat Gotong Royong adalah Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan Desa Di Jawa Timur” di alun-alun Kab. Ponorogo, Senin (12/11).

           
Pakde Karwo mencontohkan, salah satu bukti terjaganya nilai gotong royong di Jatim adalah penanganan pasca bencana gempa di Pulau Sapudi, Kab. Sumenep yang menyebabkan 624 rumah rusak dan korban luka. Saat itu, pemerintah bersama TNI, Polda dan masyarakat bersama-sama membantu pemulihan rumah-rumah tersebut, sehingga progress-nya berjalan cepat.


Orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, kepedulian dan kebersamaan itu tak hanya memulihkan secara fisik bangunan-bangunan di Pulau Sapudi, namun juga menyembuhkan kondisi psikis dari korban yang terdampak gempa. Hal ini disaksikannya sendiri saat menjenguk salah satu korban yang rumahnya rata dengan tanah saat bencana terjadi.


“Saya, Kapolda dan Pangdam V/Brawijaya menemui salah satu korban yang mengeluh stress berat. Saya tanya, apa penyebabnya? Dia menjawab bahwa tidak punya harapan karena rumahnya hancur. Lantas saya sampaikan, rumah yang rusak akan ditanggung Pemprov Jatim, pembangunannya dikerjakan gotong royong oleh masyarakat, TNI dan Polri. Ajaibnya, dia langsung bangun dan merasa sembuh” katanya.

 
Dari contoh tersebut, imbuh gubernur kelahiran Madiun ini, menunjukkan bahwa nilai gotong royong harus terus dilestarikan dan ditumbuhkan ditengah-tengah masyarakat. “Gotong royong membuat orang tidak merasa sendirian saat terkena musibah, gotong royong menjadi jawaban agar orang tidak merasa sepi ditempat yang ramai. Ini yang harus terus di­uri-uri” tegasnya.


Melihat pentingnya nilai gotong royong itu, Pakde Karwo meminta para kepala daerah untuk terus menggalakkan dan menggerakkan masyarakatnya agar terus memelihara gotong royong. “Pimpinlah kegiatan gotong royong dan gerakkanlah masyarakat dalam memelihara budaya ini. Gotong royong adalah cara hidup untuk menyelesaikan masalah dengan baik secara bersama-sama” pintanya.

  
Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga memuji TP PKK yang menjadi salah satu ujung tombak terpeliharanya gotong royong di negeri ini. “Secara riil sampai ke tingkat dasawisma, TP PKK-lah yang merealisasikan gotong royong itu, tidak ada organisasi yang strukturnya sampai ke dasawisma seperti PKK. Merekalah kekuatan utama yang membuat gotong royong terpelihara dengan baik di Jatim” katanya.


Di tingkat dasawisma, lanjut Pakde Karwo, kader PKK-lah yang mengurus gizi buruk, mendampingi ibu hamil dengan resiko tinggi (Risti), memberdayakan ibu-ibu agar lebih produktif, dan kegiatan-kegiatan lainnya. “PKK sungguh luar biasa, mereka bekerja dengan keras, ikhlas, dan mampu berkontribusi luar biasa terhadap bangsa ini” pujinya.


Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan segenap jajaran TP PKK dapat saling bahu-membahu untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada keluarga bahwa kondisi aman, nyaman, tentram dan damai di negara ini dimulai dari lingkungan keluarga.

 
“Keluarga dan lingkungan kita harus dapat menjadi benteng utama dan pertama untuk terciptanya kondisi masyarakat yang aman dan tentram dan damai. Kerukunan dalam keluarga akan membuahkan kerukunan dalam masyarakat, kerukunan dalam masyarakat akan membuahkan kerukunana dalam negara” kata Bude Karwo-sapaan akrabnya.

 
Bude Karwo juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota TP PKK se-Jatim atas kerja keras, cerdas, dan ikhlas sehingga nama Jawa Timur begitu harum di tingkat nasional. “Ini karena PKK di Jatim dengan OPD terkait saling berisnergi dalam memberdayakan masyarakat.  Tidak perlu diragukan lagi, buktinya tingkat kemiskinan di Jatim dulu mencapai 18%, sekarang sudah di titik 10%” pujinya.


Di akhir sambutannya, Bude Karwo berpesan kepada seluruh kader PKK untuk terus berkarya dengan cerdas, terampil, dengan hati yang luhur, serta terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan program-program pokok TP PKK. “Tentu saja target-target itu bisa dicapai dengan memperhatikan local wisdom” pungkasnya.



Dalam kesempatan ini diberikan pula piala dan piagam penghargaan berbagai lomba PKK, diantaranya Lomba Pelaksanaan 10 program pokok PKK Prov. Jatim Tahun 2018 kategori kabupaten dan kota. Adapun pemenangnya adalah Kab. Blitar (Juara I) mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 15 juta , Banyuwangi (Juara II) mendapat Rp. 12,5 juta, Kab. Mojokerto (Juara III) mendapat Rp. 10 juta, Kab. Magetan (Juara IV) mendapat Rp. 10 juta, Kab. Ponorogo (Juara Harapan I), Kab. Sumenep (Juara Harapan II), dan Kab. Situbondo (Juara Harpaan III) yang masing-masing mendapat uang pembinaan Rp. 7,5 juta. Sedangkan untuk tingkat kota, Juara I adalah Kota Malang yang mendapat uang pembinaan Rp. 15 juta. (hm/Era)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>