PAN 21 Tahun Tekankan Kader Maksimalkan Sosmed
Ketua DPW PAN Jatim, H Masfuk SH (dua-kiri) memberikan cinderamata ke KH Sa'ad Ibrahim dan Sugeng. (BM/IST)
By: harun
23 Ags 2019 18:49
 
 

SURABAYA (BM) - Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang berasaskan Pancasila dan bersifat terbuka, majemuk, serta mandiri bagi warga negara Indonesia, baik laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis, maupun agama, menyadari pentingnya mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini terungkap pada saat perayaan hari jadi yang ke-21 di Kantor DPW PAN Jawa Timur, Jl Darmokali, Surabaya, Jum'at (23/08/19) petang.


Sebagai partai politik, PAN bertekad untuk beradaptasi sebaik-baiknya dalam era digital sekarang ini. "Partai kalau mau eksis dan berkembang, harus mengikuti irama masyarakat dalam perkembangan teknologi," kata Ketua DPW PAN Jatim, H Masfuk SH usai potong tumpeng.


Bahwa ada fenomena dan indikasi yang menunjukkan semakin kuat dan strategisnya peran media sosial dalam kehidupan politik di tanah air. Di era digital ini, pelaku politik yang tidak membaca indikasi tersebut akan kehilangan momentum masa depan demokrasi Indonesia.


Mereka akan tenggelam dalam lumpur konvensionalitas politik, lalu hilang ditelan zaman. Sebaliknya, jika mampu memanfaatkan teknologi digital, salah satunya media sosial, eksistensi politiknya akan semakin kuat. Bisa diterima generasi muda dan pemilih pemula yang jumlahnya terus membesar.


Maka PAN berikhtiar untuk memiliki visi digital dalam menjalankan visi politiknya. Mengakomodasi perangkat digital dalam melancarkan operasional menjadi hal mutlak yang harus dipenuhi.


"Untuk itu, kita sudah tekankan kepada kader PAN di seluruh Jawa Timur, menggunakan sosmed secara maksimal, agar aspirasi masyarakat cepat terjaring, karena mainstream media masyarakat saat ini ke media sosial, sehingga yang diperjuangkan oleh PAN untuk masyarakat sejahtera sesuai hymne PAN itu, dapat tercapai," sambungnya.


Generasi muda dan pemilih pemula adalah segmen yang menjadi perhatian utama PAN. Sudah pasti, strategi lama tidak akan diterima oleh para generasi internet (net generation). Mereka harus didekati dengan cara baru, dengan perangkat digital. Yang manual tak akan mempan menarik minat mereka.


Perangkat digital sangat penting untuk menunjang sistem kerja parpol. Semuanya akan terintegrasi secara online. Ke depan, kampanye, sosialisasi, dan kaderisasi PAN Jatim akan dikelola menggunakan perangkat digital.


Terkait menurunnya pemilih PAN pada Pemilu serentak 17 April 2019 lalu, pihaknya mengaku sedang melakukan proses kajian, baik secara internal maupun eksternal, agar saat Pilkada yang sudah dekat nanti, tepat mengambil langkah.


"Kader PAN yang terpilih menjadi anggota dewan, harus menyerap aspirasi rakyat, harus berdampingan dengan partai, jangan sampai lupa sama partai dan konstituennya. Oleh karena itu, seluruh kader wajib berdekatan dengan masyarakat, tetapi juga aktif di partai," tegasnya.


Menyinggung insiden dan kasus Papua, dirinya mengatakan bahwa, kita sudah sepakat, kalau bangsa ini beraneka ragam, ber Bhinneka Tunggal Ika, saling menghargai.


"Kalau ada konflik, segera dibicarakan masalahnya, sebab kita sudah mengikatkan diri sebagai satu kesatuan bangsa, maka kita harus melihat konflik Papua dengan kebangsaan yang tinggi, itu saudara kita, keutuhan Indonesia. Saya berterima kasih kepada ibu Khofifah (Gubernur Jatim) dan apresiasi, telah mengambil langkah cepat bertemu kepala suku, dan tokoh-tokoh Papua," tutupnya.


Terlebih, PAN memiliki hubungan emosional yang sangat erat dengan rakyat Papua. Kami merupakan salah satu partai yang selalu mendapat kepercayaan dari rakyat Papua untuk mendudukkan wakil-wakilnya di kursi DPR RI. Termasuk dalam pemilihan legislatif Juni lalu, ada 2 caleg PAN dari Papua yang lolos ke Senayan, yaitu John Sifi Mirin dan Mesak Mirin. (han)


Create Account



Log In Your Account