Pemuda Muhammadiyah Jatim Desak Ngabalin Minta Maaf

Kamis, 09 Agustus 2018  07:36

Pemuda Muhammadiyah Jatim Desak Ngabalin Minta Maaf

Sholikhul Huda M.Fil.I

SURABAYA (BM) - Mencermati pemberitaan di media massa akhir-akhir ini, terkait dinamika politik menjelang penentuan pasangan capres-cawapres antara poros Jokowi dan Prabowo, politisi senior Ali Mochtar Ngabalin memberikan pernyataan yang cukup keras. Ia menyebut 'Mulut Amin Rais Kayak Comberan'.

Menyikapi fenomena tersebut Angkatan Muda Muhammadiyah Jawa Timur angkat bicara. Ujaran Ngabalin itu dinilai sebagai tidak selayaknya keluar dari seorang politisi senior dan sesama aktivis muslim.

Sholikhul Huda M.Fil.I, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mengatakan, berbeda pandangan politik adalah hal wajar, tetapi harus tetap saling menghormati.

Lebih lanjut, ia meminta kepada Ali Muchtar Ngabalin untuk meminta maaf secara terbuka terkait ujaran kebencian kepada Amin Rais selaku sesepuh Persyarikatan Muhammadiyah. Apa yang dilakukan Ngabalin itu mencederai perasaan warga Muhammadiyah. 
 
"Ngabalin mengatakan, 'Mulut Amien Rais Kayak Comberan', jelas  tidak mencerminkan sikap politik santun  beradab dan budaya ketimuran yang saling menghormati dan ada  'unggah-ungguh' dengan orang tua" kata Sholikhul Huda, M.Fil.I, sebagaimana rilis yang diterima redaksi Berita Metro, Kamis (9/8) pagi.

Ujaran Ngabalin, kata Sholikhul Huda, justru akan memantik permusuhan dan menebar ujaran kebencian (Hate Speach), serta merusak nama baik Amin Rais.
 
Ngabalin sebagai politikus yang selalu mengenakan simbol islam itu, imbuh Sholikh, sangat tidak pantas menyerang pribadi seseorang, lebih-lebih kepada mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga tokoh reformasi dan mantan Ketua MPR Republik Indonesia.
 
"Menurut kami  pernyataan Ngabalin sangat tidak pantas diucapkan," kata Sholikh, menyayangkan sikap diluar kepatutan Ngabalin. 

Pria yang sebagai Ketua Forum Komunikasi Dosen Jatim itu tidak menampik adanya perbedaan sikap politik. Hal itu, merupakan hak setiap warga dan dijamin Undang-undang. Dinamika Politik terutama tarik- menarik koalisi pengusung calon Presiden dan Wakil Presiden, poros Jokowi dan Probowo sebuah kelumrahan. 
 
Tetapi, manakala sudah menyerang kepribadian seseorang tentu patut diluruskan.
 
"Kita boleh berbeda tapi tidak kemudian bebas ngomong seenaknya sendiri, menyinggung perasaan orang lain," tukas Sholikh mempersoalkan ketidakpantasan ucapan seorang Politisi Senior.
 
Karena itu, Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mendesak Ngabalin supaya meminta maaf secara terbuka kepada Pak Amin Rais selaku sesepuh Muhammadiyah.
 
"Omonganya sudah masuk pada ranah pencemaran nama baik dan ujaran kebencian," kata Sholikh, mestinya politisi sekelas Ngabalin memberikan contoh bagaimana politik beradab dan beretika.
 
"Kita tunggu iktikad baik dari saudara Ngabalin yang notabene sesama muslim," ungkapnya. 
 
Jika tidak dihiraukan maka Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur akan melakukan upaya jalur hukum. (tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>