Pertemuan Prabowo-SBY Penentu Koalisi Gerindra-Demokrat

Senin, 09 Juli 2018  18:50

Pertemuan Prabowo-SBY Penentu Koalisi Gerindra-Demokrat

JAKARTA (BM) - Kemungkinan besar hasil kesepakatan koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat akan dinyatakan pada menit akhir pendaftar capres dan cawapres pada 10 Agustus mendatang.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Agus Hermanto menjelaskan kedua ketua umum partai sudah menyediakan waktu pertemuan guna membahas arah koalisi.

Menurutnya saat ini utusan masing-masing partai sudah intens bertemu.

"Seperti yang kemarin kan pak Syarief Hasan sudah bertemu dan utusan dari Gerindra. Gerindra pun juga sudah ke kita sehingga semua sudah terjadi koordinasi-kordinasi, kita tunggu saja," ujar Agus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7).

Agus menambahkan meski Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto belum bertemu langsung namun hal itu tidak memudarkan jalinan komunikasi yang telah berjalan. Menurutnya bisa saja hasil rencana keseluruhan akan diumukan pada menit-menit akhir pendaftaran Capres-Cawapres 2019.

"Memang puncaknya tentu pertemuan antara pak SBY dan juga pak Prabowo, koordinasi yang paling tepat bisa saja membutuhkan waktu hingga last minute, itu penentuan-penentuannya," pungkasnya.

 

AHY Capres atau Cawapres

Partai Demokrat kembali menegaskan sikap partai ingin mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019. Apa pun koalisinya, Demokrat mematok syarat AHY harus di posisi capres atau cawapres.

"Menjadi keputusan dari Demokrat bahwa apa pun koalisinya, harus AHY sebagai capres atau cawapres," ujar Waketum PD Syarief Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Meski mematok syarat demikian, Syarief menolak kalau itu disebut harga mati Demokrat dalam menentukan arah koalisi. Menurutnya, itu merupakan sikap partai.

"Jangan bilang harga mati, itu ketetapan dari Partai Demokrat," tegas Syarief.

"Di hidup ini kan tidak mengatakan harga mati, hidup itu kan penuh dinamis, ya mari kita duduk. Yang jelas keputusan Partai Demokrat kalau tidak capres ya jadi cawapres," terang Syarief.

Dalam Pilpres, PD membuka pintu koalisi dengan Gerindra. Syarief menyebut Ketum Gerindra Prabowo Subianto siap berkoalisi dan menerima AHY jadi cawapresnya.

"Di situ Pak Prabowo dengan tegas mengatakan siap untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat dan siap menerima AHY sebagai calon wakil presiden," terang Syarief yang sempat bertemu dengan Prabowo.

Sementara itu, para elite Partai Demokrat Senin (9/7) siang merapat ke kediaman Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan membahas capres/cawapres hingga koalisi Pilpres 2019.

Pantauan di kediaman SBY, Jl Mega Kuningan VIII, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018), sejumlah elite mulai merapat sejak pukul 13.30 WIB. Mereka di antaranya Agus Hermanto (Wakil Ketua Dewan Pembina), Syarief Hasan (Waketum), dan Nachrowi Ramli (Ketua DPD PD DKI).

Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto sebelum bertemu SBY.Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto sebelum bertemu SBY. (Zunita Amalia/detikcom)

Terlihat juga anggota Majelis Tinggi PD Melani Leimena dan Sekretaris Mejelis Tinggi PD Amir Syamsudin. Sebelum masuk ke rumah SBY, Syarief menjelaskan maksud kedatangannya.

"Pertama kita akan bahas DPR RI, kedua soal gubernur dan wagub, ketiga bahasan capres/cawapres. Tiga itu jadi tugas utama dari Majelis Tinggi. Nah, mungkin juga ketiganya (yang dibicarakan) saya belum tahu. Ini kan nggak begitu banyak agendanya," kata Syarief kepada wartawan di lokasi.

Ketika ditanya apakah nanti akan membahas mengenai dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) ke Jokowi untuk dua periode, Syarief mengatakan itu tidak menjadi bahasan prioritas.

"Sementara, itu tidak menjadi prioritas untuk dibahas. Karena perpindahan kader partai dari partai satu ke yang lain itu hal biasa. Saya pikir Dewan Kehormatan sedang bekerja," imbuh dia.

Mencuatnya wacana untuk memasangkan Prabowo dengan AHY tak membuat PKS khawatir. "Tidak, kita tidak berpikir linear ketika itu Pak Prabowo meninggalkan kita. Ketika Pak Prabowo ke sana (ke Demokrat), kami berpikir Pak Prabowo memperkuat koalisi dengan tetap Gerindra-PKS sebagai backbone (tulang punggung) utamanya," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Bagaimana sikap PKS andai Prabowo memilih wakil di luar kader mereka? Seperti diketahui, PKS mengajukan sembilan nama baik sebagai capres ataupun cawapres.

"Jawabannya agak tricky karena kalau yang dipilih PKS pun yang lain harus terima. Jadi sama intinya, siapapun yang dipilih dalam proses musyarawah, saya yakin sembilan nama kami punya strong voters kuat. Itu yang akan didukung oleh semua partai koalisi, bukan hanya PKS tapi Gerindra, PAN, yang lain akan sepakat dalam musyawarah bersama," jawab Mardani.

Mardani mengatakan, koalisi Pilpres 2019 tak semata soal kursi cawapres. Mardani berharap, koalisi ini solid dan dapat memuaskan semua pihak. Dia kembali menyinggung soal peta kabinet 2019 yang sempat diusulkannya.

"Karena kita ingin bukan cuma mengusung capres-cawapres, tapi kami jauh lebih dari itu. Saat pengumuman, ada 10 kementerian utama kita umumkan saat capres-cawapres kita umumkan. Platform Indonesia seperti apa yang diusung oleh koalisi kita," beber Mardani. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>