Pertemuan Prabowo-Amien, Bahas Pilkada hingga Pilpres

Senin, 13 November 2017  21:40

Pertemuan Prabowo-Amien, Bahas Pilkada hingga Pilpres

Prabowo dan Amien Rais gelar pertemuan tertutup usai upacara Hari Pahlawan di Yogyakarta.

Yogyakarta(BM) –  Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi Yogyakarta. Ada sejumlah agenda yang dilakukan mantan Danjen Kopassus tersebut, di antaranya ziarah ke makam Raja Mataram, melakukan upacara peringatan hari pahlawan, dan mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh, salah satunya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Prabowo Subianto bersama Amien Rais menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di Yogyakarta. Usai upacara di SD Budi Mulia Dua, Sleman, Senin (13/11/2017). Upacara ini hanya bisa diliput lokal Yogyakarta milik Amien Rais.

Usai upacara pada sekitar puku 09.00 WIB, Prabowo dan Amien memasuki salah satu ruangan di SD tersebut. Pertemuan berlangsung tertutup. Belum diketahui apa yang dibahas keduanya.

Peringatan Hari Pahlawan ini dimulai dengan upacara bendera yang disiarkan live lewat akun Facebook Prabowo. Prabowo hadir mengenakan batik warna cokelat warna panjang dipadu peci hitam. Di lokasi juga hadir Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan serta Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Hadir juga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso dan juga para petinggi Partai Gerindra seperti Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Prabowo sebelum mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan ini sempat salat subuh berjamaah di Masjid Kristal Khadijah.

Amien dalam tausiahnya berbicara soal beratnya tantangan bangsa saat ini. Dia kemudian bercerita singkat soal sejarah perkembangan Pusat Pendidikan Budi Mulia Dua. Amien diketahui sebagai Ketua Dewan Pembina Budi Mulia Dua Foundation.

"Saya hanya sedikit saja menyampaikan bahwa sekarang ini negara kita memang menghadapi tantangan yang lumayan berat. Terutama sudah diingatkan di Alquran, ada di antara anak bangsa, atau anak manusia pada umumnya, yang sesungguhnya perbuatannya itu melenceng jauh dari kebenaran, tapi merasa sedang menegakkan kebenaran, menegakkan keadilan," sebut Amien dalam tausiah politiknya.

Amien Rais mengingatkan agar bangsa ini tak menjadi bangsa kuli. "Jangan sampai bangsa ini jadi bangsa kacung, bangsa kuli, bangsa jongos," ujar Amien Rais usai menggelar pertemuan tertutup dengan Prabowo Subianto di komplek SD Budi Mulia Dua, Sleman, Senin (13/11/2017).

Dia menilai bangsa ini sudah dijual. Namun, lanjut Amien, pemerintah saat ini pura-pura tak tahu akan hal itu. "Karena apa kita melarat, kita miskin, karena kekayaan alam tidak kita proteksi. Digotong hampir tiap jam ke luar negeri," katanya.

"Dan pemerintah pura-pura tidak tahu. Hasilnya kita bisa ambruk," imbuhnya.

Amien Rais menyatakan keyakinannya bahwa perjuangan yang telah dirintis akan mencapai kemenangan. Selanjutnya dia menyampaikan pesan kepada Prabowo bahwa meskipun selama ini kekurangan dana, namun keyakinan untuk menang selalu ada jika memegang jiwa kepahlawanan.

"Perjuangan menegakkan kebenaran itu lambat atau cepat pasti diperoleh dengan kemenangan. Lihatlah perjuangan para rasul, para khalifah, para pejuang kemerdekaan di berbagai negara. Siapa yang membayangkan dulu Bung Karno, Bung Hatta, dengan persiapan yang minimal akhirnya juga menang," papar Amien.

Amien lalu menjelaskan bahwa Bung Karno mempunyai prinsip, jika sebuah bangsa ingin merdeka dan berdaulat, tidak perlu menunggu punya kekuatan militer angkatan laut, darat, udara yang sudah solid, mempunyai senjata cukup, kepolisian yang utuh, maupuh punya perwakilan diplomasi di luar negari.

Digambarkannya hal itu seperti orang yang hendak menikah. Jika harus terlebih dulu mempunyai rumah, mobil, deposito yang besar dan sebagainya maka sampai kapanpun orang itu tidak akan menikah.

"Jadi maksud saya dengan Pak Prabowo, kita memasuki masa-masa sulit. Banyak orang lupa pada patriotisme, lupa pada bangsa dan tanah air kita. Kita maju terus, karena kita punya kekuatan yang namanya Allah SWT. Jadi kita memohon kekuatan dari Allah," ujar Amien.

"Kita memang lemah, kita kurang dana. Kurang support dari cukong, malah enggak ada (sokongan) dari taipan dan lain-lain. Tetapi selama kita memegang teguh jiwa kepahlawanan itu, kita akan (menjadi) mengerti dan insya Allah kita akan menang," lanjutnya.

 

Bahas Politik

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais menggelar pertemuan tertutup dengan para ulama nasionaldi Yogyakarta. Dalam pertemuan itu, mereka turut membahas pilkada hingga pilpres.

"Intinya, bicara tentang masalah kebangsaan, kemudian menjalin dan memperkuat tali silaturahim antara ulama dan tokoh-tokoh nasional," ujar Waketum PAN Taufik Kurniawan, yang ikut hadir dalam pertemuan, Senin (13/11/2017).

Taufik tak menampik ada pembicaraan politik dalam pertemuan itu. Para ulama yang mengikuti pertemuan tertutup ini di antaranya Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif, Ustaz Sambo, dan Eggi Sudjana. Selain itu, ada perwakilan dari MUI dan La Nyalla Mattalitti.

"Kalau agenda politik pasti, karena tokoh-tokoh politik ketemu, apalagi tokoh nasional. Untuk antisipasi Pilkada Serentak 2018, ini kan tahun-tahun politik," kata Taufik.

Menurutnya, dalam pertemuan juga dibahas pileg dan pilpres, yang akan digelar serentak pada 2019. Ulama dan para tokoh politik nasional tersebut, kata Taufik, sepakat ingin menciptakan suasana damai pada pilkada hingga pilpres nanti.

"Membahas pileg/pilpres serentak, bagaimana menciptakan kondusivitas, perdamaian di masyarakat, pilihan masing-masing rakyat tetap harus dihormati dan dihargai," ucap Wakil Ketua DPR itu.

"Sebagian besar kita ingin hal-hal soal keindonesiaan menjadi milik bangsa dan rakyat. Kita bahas situasi politik nasional, dari hal sangat umum sampai sangat detail," imbuh Taufik.

 

Ziarah

Selain melakukan pertemuan tertututp, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga mengunjungi makam Raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta. Di sana, Prabowo berdoa di makam Panembahan Senopati.

" Pak Prabowo tadi berziarah ke makam Kanjeng Panembahan Senopati. Juga ke keluarga Panembahan Senopati, juga istrinya dan kerabatnya yang berada di kompleks makam Raja-raja Mataram di Kotagede," ujar Ketua Abdi Dalem di Makam Raja-raja Mataram di Kotagede dari Kasunanan Surakarta, Raden Temenggung Pujodipuro (54) kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Pujodipuro mengatakan bahwa Prabowo mengirim doa untuk leluhur Mataram.

"Dengan tujuan supaya Allah SWT memberikan syafaatnya kepada bangsa kita, negeri kita. Supaya diberikan ketentraman," imbuhnya.

Lantunan doa diwakili oleh abdi dalem yang menemani Prabowo.

"Jadi Pak Prabowo hanya diam saja, tadi (sebelumnya) beliau sudah berpesan, intinya kirim doa kepada (Raja-raja Mataram)," ungkap Pujodipuro.

Pujodipuro menceritakan saat berziarah ke Makam Raja-raja Mataram di Kotagede, Prabowo memakai busana pranakan Jawa. Pakaian yang dipakai Prabowo, kata Pujodipuro, sesuai dengan aturan yang ditetapkan Keraton.

"Ada pengageng (yang mendampingi Prabowo), tetapi saya kurang jelas (siapa orangnya). Saya sendiri dari Keraton Surakarta, tadi (abdi dalem) yang mengikuti yakni pengageng dari Keraton Ngayogyakarta," tuturnya.

Tak sempat mengobrol langsung, Pujodipuro mengatakan Prabowo sempat meninggalkan pesan untuk para abdi dalem di sana.

"Intinya beliau (Prabowo) meminta supaya nguri-nguri (melestarikan) kebudayaan, dijaga, dirawat, dilestarikan. Supaya tetap langgeng peninggalan sejarah yang ada di Mataram," ungkapnya.

Prabowo menyapa warga Kotagede, Yogyakarta. Prabowo menyapa warga Kotagede, Yogyakarta. Foto: Usman Hadi

Di Kompleks Masjid Gede Mataram di Kotagede ini menjadi komplek pemakaman Raja-raja Mataram generasi awal. Seperti makam Panembahan Senopati dan makam Ki Ageng Pamenahan.

"Intinya itu merupakan makam keluarga Raja-raja Mataram yang sepuh, Mataram Islam yang pertama," paparnya.

"Jadi begini, di sini ada beberapa raja. Itu ada putra dari Panembahan Senopati, kemudian (makam raja) yang paling muda itu ada HB II kemudian Pakualam I sampai Pakualam IV juga ada di sini," jelas Pujodipuro.

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>