Polisi dan Bawaslu Usut Kampanye Hitam Serang Sandiaga

Selasa, 25 September 2018  19:07

Polisi dan Bawaslu Usut Kampanye Hitam Serang Sandiaga

Sandiaga Salahuddin Uno menyapa pendukungnya saat melawat ke Gedung Korpri, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (25/9/2018).

Jakarta (BM) - Sebuah situs website memberitakan kabar miring terhadap sosok cawapres Sandiaga Uno. Sandi diberitakan selingkuh dengan seorang perempuan. Polisi dan Bawaslu menyatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut.

"Ini kita bersama Kominfo ya untuk ujaran kebencian atau kampanye hitam, take downnya di Kominfo, kita juga lagi membicarakan dengan bagian cyber crime. Nanti kita tindak lanjuti," kata Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).

Dia mengatakan saat ini belum ada laporan dari pihak Sandiaga terkait situs tersebut ke Bawaslu. Namun, Afif menjelaskan jika Bawaslu menemukan situs yang berisikan kampanye hitam pasti akan ditindak oleh Bawaslu dan instansi terkait seperti Keminfo.

"Intinya kalau ada laporan pasti kita tindak lanjut, tapi kita juga kalau ada temuan dari kita pasti kira sampaikan, tapi tidak semua penindakannya ada di kita," jalasnya.

Afif juga mengimbau kepada pihak Sandiaga untuk melaporkan situs tersebut.  "Itu tergantung kontennya, kita belum lihat, belum ada laporan juga, laporin saja kalau ada (kampanye hitam)," ujar dia.

Dalam situs tersebut, Sandiaga dituding berselingkuh dengan perempuan berinisial MB, pejabat di satu perusahaan terkemuka. MB juga disebut sering ke Balai Kota DKI Jakarta saat Sandiaga menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam situs, tampak pula foto-foto perempuan yang diisukan dekat dengan Sandiaga.

Sementara itu, Tim kejahatan siber Polda Metro Jaya menyatakan telah mengetahui jaringan situs yang memberitakan miring terhadap Sandiaga tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan pihaknya telah mendata sejumlah akun yang diduga berkaitan dengan situs tersebut.

"Tim cyber crime sudah melakukan penyelidikan berkaitan dengan akun tersebut, dan kita sudah ambil akun yang tertera sudah kita cek," jelas Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/9).

Argo juga menjelaskan tim siber juga telah mengamankan sejumlah pihak yang diduga sebagai admin dari jaringan situs Skandalsandiaga. Selain itu tim juga mengamankan beberapa akun dan melakukan koordinasi dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfoi) untuk memblokir situs yang telah didata.

"Kita sudah komunikasi dengan Kemenkominfo untuk memblokir situs tersebut," pungkas Argo.

Argo Yuwono mengatakan, selain situs tersebut, polisi juga menyelidiki satu situs lain yang tidak bertanggung jawab. “Pada prinsipnya polisi sudah tahu ya. Cyber Crime sudah melakukan penyelidikan berkaitan dengan akun tersebut,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/9).

 

Argo mengatakan kepolisian masih akan melakukan penyelidikan atas keberadaan situs tersebut sehingga belum memutuskan apakah akan meminta keterangan dari Sandiaga. Saat ini, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir situs tersebut.

Situs Skandal Sandiaga itu muncul berbarengan dengan dimulainya masa kampanye Pilpres 2019. Masa kampanye Pemilu 2019 dimulai pada Minggu (23/9), sedangkan situs beredar pada Senin (24/9) kemarin.   Dari pantauan Berita Metro, saat ini situs skandalsandiaga.com telah diblokir.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta aparat berwenang segera menutup situs fitnah yang menyerang pasangan capres-cawapres. Anggota Gugus Informasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Ridlwan Habib, mengatakan situs-situs berisi kampanye hitam baik yang menyerang Prabowo, Sandiaga, Jokowi, maupun Ma'ruf Amin harus ditutup oleh pihak berwenang dan pemerintah demi menjamin pemilu bersih dan damai.

Dia menekankan arahan Presiden Jokowi kepada seluruh pendukung adalah menjalankan kampanye yang damai dan sejuk. "Arahan Presiden adalah kampanye tentang program kerja dan gagasan. Dilarang keras menyerang pihak lain dengan SARA dan fitnah," kata dia  di Jakarta, Selasa.

Tidak hanya melarang kampanye hitam berupa hoaks dan fitnah, Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan koalisi Jokowi dilarang melakukan kampanye negatif terhadap kandidat lain. "Kami dilarang untuk berbicara negatif tentang Pak Prabowo-Sandi," ucap Hasto.

Hasto menegaskan pemikiran dan tindakan negatif hanya menghasilkanefek destruktif bagi masa depan bangsa. Termasuk juga penyebaran hoaks yang menurutnya akan menjadi racun peradaban bangsa dan mematikan alam pikir demokrasi Pancasila.

Menanggapi kasus tersebut, Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut situs tersebut buatan 'pusat hoax nasional'.  "Alah, itu pasti dibuat oleh 'pusat hoax nasional'," ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Tapi Fadli tidak menjelaskan siapa yang dimaksud 'pusat hoax nasional' tersebut.

"Ya kita kan udah tahu itu kita semua siapa itu pusat hoax nasional. Yang gitu-gitu pasti kan pusat hoax nasional yang buat tuh," kata anggota Dewan Pengarah Timses Prabowo-Sandiaga itu.

 

Mengecam

Terpisah, Juru bicara (jubir) tim kampanye nasional pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengecam kampanye negatif yang menimpa Sandiaga. Menurutnya perbuatan itu mencederai proses kampanye damai.

"Tentu kami sangat menyesalkan jika ada pihak-pihak yang mencoba melakukan menodai atau mencederai proses kampanye damai, kampanye beradab, kampanye yang berkualitas kalau misalnya ada pihak-pihak yang melakukan kampanye negatif ya," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9).

Ace sekaligus menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerang lawan dengan cara kampanye hitam. Dia menyayangkan bila ada yang mengaitkan timnya di balik kampanye hitam yang menyudutkan Sandiaga.

"Kami tentu sangat mengecam pihak-pihak yang melakukan kontra opini yang negatif terhadap pihak-pihak terhadap salah satu calon entah itu kepada kami maupun kepada pihak lawan. Kami tidak memiliki konsep sama sekali bahwa kampanye dilakukan dengan cara menyerang tanpa ada argumentasi," ungkapnya.

Wasekjen Partai Golkar ini juga mendukung Kepolisian mengusut kasus itu secara tuntas. Sebab, media sosial harus digunakan dengan bijak.

"Kita mendukung terhadap upaya siapapun pihak yang melakukan kampanye hitam (dilaporkan ke Polisi). Apalagi jelas bahwa media sosial harus di pergunakan sebaik-baiknya untuk hal yang positif," ucapnya.

 

Tanggapi Santai

Di sela-sela kunjungannya ke Purbalingga, Selasa (25/9/2018), Jawa Tengah, Sandiaga sendiri menanggapi isu miring tersebut dengan santai. Menurut dia, situs yang memuat fitnah terhadap dirinya hanya upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah komitmen tentang impian pemilu damai.

“Pertama-tama kita dari awal sudah menolak politik fitnah yang hanya akan menimbulkan perpecahan,” katanya. Sandiaga menduga, munculnya situs tersebut merupakan bentuk kampanye hitam yang menyerang personal dirinya.

Untuk itu, dia mengharap masyarakat agar tidak memakan mentah-mentah informasi tersebut agar tidak terjadi polarisasi. Dia sendiri tidak ambil pusing dengan beredarnya situs tersebut. Prioritasnya saat ini hanya menciptakan iklim kampanye yang sejuk dan menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada pihak penegak hukum.

“Kita harapkan komitmen pemilu damai itu bisa kita pegang teguh. Sudah saatnya kita melangkah menuju politik tanpa hoaks, tanpa SARA, kampanye sejuk dan demokrasi yang memberikan solusi,” pungkasnya. (mer/rmo/kom/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>