Revitalisasi, 3 Jenderal Perkuat Golkar

Minggu, 08 Oktober 2017  18:36

Revitalisasi, 3 Jenderal Perkuat Golkar

Setya Novanto

Jakarta (BM) – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto telah kembali aktif memimpin partai. Novanto telah meneken surat revitalisasi Partai Golkar. Surat bernomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 itu berisi deretan pengurus Golkar pasca revitalisasi. Ada beberapa nama baru, salah satunya Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko yang menggantikan Yorrys Raweyai sebagai Ketua Koordinator Bidang Polhukan.

Revitalisasi ini juga membuat pengurus Golkar diperkuat tiga orang 'jenderal'. Masih ada Letjen TNI (Purn) Haji Lodewijk Freidrich yang menjabat Ketua Koordinator Bidang Kajian Stragegis dan pengembangan SDM, dan Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto yang menjabat Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah.

SK revitalisasi kepengurusan Golkar itu diteken Ketua Umum Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham pada 2 Oktober 2017 lalu. Pergantian Yorrys Raweyai yang menuai kontroversi pun telah sah dengan ditekennya surat keputusan tersebut.

"Saya sudah konfirmasi langsung kepada Ketua Umum dan memang sudah ditandatangani Surat Keputusan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017," kata Sekjen Golkar Idrus Marham kepada wartawan, Minggu (8/10/2017).

Idrus sebelumnya menjelaskan revitalisasi ini adalah salah satu poin rekomendasi Rapimnas Golkar yang dilakukan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

"Jadi begini, dulu memang Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) yang dilakukan di Kalimantan Timur, salah satu keputusan yang penting adalah memberikan tugas pada ketum untuk melakukan revitalisasi pengurus. Jadi ini Rapim yang memberikan mandat pada ketum. Jadi ini mandat," jelas Idrus di The Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (5/10).

Idrus menuturkan, pergantian kepengurusan itu tidak memerlukan rapat pleno. Karena sudah mandat dari Rapimnas.

Dalam perombakan tersebut, tak ada nama Yorrys Raweyai. Sementara tercatat tiga nama jenderal purnawirawan TNI/Polri. Pertama adalah Letjen TNI (Purn) Haji Lodewijk Freidrich yang menjabat Koordinator Bidang Kajian Strategis dan pengembangan SDM sejak pengurus periode Golkar 2016-2019 dibentuk.

Kemudian baru saja Golkar melakukan perombakan di tubuh internal. Melalui surat revitalisasi pengurus yang diteken langsung oleh Ketum Golkar Setya Novanto pada 2 Oktober lalu, ada tambahan dua jenderal purnawirawan lagi yang mengisi posisi elite.

Dua orang itu adalah Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko yang menggantikan Yorrys Raweyai sebagai Koordinator Bidang Polhukan. Pergantian Yorrys ini sebelumnya sempat menuai polemik.

Lalu ada Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Posisi ini sebelumnya Aziz Syamsudin.

Yorrys sendiri sudah menanggapi soal pemecatannya pasca-Novanto memenangkan praperadilan.  "Pergantian biasa-biasa aja," tukas Yorrys, Minggu (8/10).

Namun Yorrys mengaku belum menerima suratnya.  "Surat belum terima. Belum ada," ujar Yorrys.

Isu pencopotan Yorrys sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. 'Penyingkiran' Yorrys dari posisi elite Golkar itu terjadi tak lama setelah Novanto memenangkan praperadilan yang membuatnya bebas dari status tersangka kasus korupsi e-KTP.

Beberapa kali Yorrys cukup berbicara keras mengenai Novanto. Termasuk soal rekomendasi rapat pleno Golkar terkait penonaktifan Novanto dari jabatannya sebagai Ketum dengan penunjukan Plt Ketum.

Rekomendasi itu pun kini menguap setelah Novanto menang praperadilan. Yorrys bahkan tak hanya dipecat dari jabatannya. Dia juga dipolisikan oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Yorrys dipolisikan bersama Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia. Keduanya dilaporkan karena dianggap mencemarkan nama baik Ketum Golkar Setya Novanto. (det/ kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>