Safari Politik AHY, Sinyal Demokrat Merapat ke Jokowi

Rabu, 07 Maret 2018  19:57

Safari Politik AHY, Sinyal Demokrat Merapat ke Jokowi

Jakarta (BM) –  Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai safari politik Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY ke Istana Negara, dan dilanjutkan pertemuan dengan Wiranto, bisa dibaca sebagai tanda merapatnya Demokrat bersama koalisi partai pendukung pemerintah. Sinyal tersebut, kata dia, terlihat melalui pernyataan AHY seusai pertemuan.

"Tergantung indikator apa yang dipakai. Kalau indikatornya pernyataan-pernyataan AHY, menurut saya, sinyal itu cukup kuat," katanya di kantor Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Maret 2018.

Qodari menyinggung pernyataan AHY tentang elektabilitas Joko Widodo menjadi isyarat keinginan Demokrat merapat ke Jokowi. Selain itu, kata Qodari, AHY sempat menyampaikan pesan bagi Jokowi dari Susilo Bambang Yudhoyono untuk melanjutkan kepemimpinannya. "Itu kan artinya didukung," ujarnya.

Pada Selasa, 6 Maret 2018, AHY berkunjung ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden. AHY berujar dirinya datang mengundang Jokowi untuk menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Sentul International Convention Centre pada Sabtu mendatang.

 

Qodari menilai pertemuan tersebut politis lantaran dilakukan menjelang tahun politik pada 2018 dan 2019. Menurut dia, AHY memiliki kepentingan untuk menjadi bagian dari elite politik. "Jadi ini aktor-aktor politik, tahun politik, semuanya adalah kalkulasi politik," ucapnya. Ia menilai dampak politik pertemuan dengan Jokowi akan sangat tinggi.

Qodari menilai AHY mungkin sedang membangun komunikasi dalam masa penjajakan koalisi partai politik menjelang pemilu. "Karena di politik itu kan cuma ada dua pilihan, bersama-sama atau berbeda jalan," tuturnya.

 

Bertemu Wiranto

Ketua Kogasma Pemenangan Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Kemenko Polhukam Wiranto, Rabu (7/3). Kedatangan AHY selain menyerahkan undangan acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, juga melakukan diskusi terkait situasi politik nasional saat ini.

"Tadi saya menerima Pak AHY dari Partai Demokrat pertama-tama menyampaikan undangan pada Rapimnas. Tadi saya sampaikan sebagai pimpinan parpol memang selalu hadir di setiap undangan dari parpol dan berikutnya kita bebincang-bincang terkait situasi politik nasional saat ini juga, terkait Pilkada dan Pilpres yang akan datang," kata Menko Polhukam, Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

Sebagaimana diketahui, Wiranto juga merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Saat bertemu AHY dia menyampaikan berbagai masalah, dan bicara soal upaya menciptakan suasana politik yang kondusif.

"Sehingga sudah ada kesepahaman bahwa kita akan sama-sama mensukseskan, baik pemilu legislatif, pilkada serentak maupun pilpres. Ya intinya itu saja," ujar Wiranto.

Wiranto menegaskan pembahasan dengan AHY tidak untuk memenangkan siapapun di Pilkada. Diskusi tadi dalam rangka menyukseskan Pemilu.

"Kita menyukseskan Pemilu, kita menjaga suasana kondisif, suasana damai suasana yang baik. Itu kan keinginan kita bersama. Saya kira partai politik juga menghendaki pelaksanaan Pilkada serentak, Pemilu presiden dan legislatif nanti juga berjalan," ujar Wiranto.

Selain itu Wiranto mengatakan dalam Pilkada tidak perlu berkonflik. Harus menghindari kampanye hitam, menghindari melakukan ujaran kebencian, menghindari hoax, dan menghindari politik uang agar konflik Pilkada dapat dihindari.

"Kalau itu dapat dihindari ya sebenarnya Pemilukada maupun legislatif atau presiden bukan sesuatu yang ditakuti, tidak perlu tahun politik 2018-2019 jadi momok yang menakutkan investor, menakutkan wisatawan. Kita ajak Pemilu biasa saja karena itu juga dilaksanakan setiap musim Pemilihan," kata Wiranto.

"Dulu kan tiap tahun ada sekarang serentak lima tahun sekali, itu hal biasa jangan buat kita takut terancam asal ada kesadaran masing-masing untuk mengambil bagian dalam membangun suasana aman damai tentram itu sebenarnya. Jadi dengan mas Agus (AHY) saya bicara seperti itu," tambahnya.

 

Reuni soal Militer

Pertemuan yang berlangsung kurang dari 60 menit ini juga membahas politik dan keamanan mendatang. "Sesungguhnya tujuan maksud saya datang ke Bapak Wiranto ini juga untuk mengundang, menyampaikan undangan dari Ketum Partai Demokrat Bapak SBY untuk menghadiri Rapimnas Partai Demokrat, yang akan diselenggarakan 10-11 Maret 2018 di Sentul," kata AHY setelah bertemu Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018).

AHY mengatakan Wiranto akan mengusahakan hadir dalam rapimnas itu. Putra sulung Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Selasa (6/3) kemarin, juga mengantar undangan yang sama ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kemarin saya juga mengantarkan undangan secara langsung ke Presiden Jokowi di Istana dan insyaallah beliau juga akan hadir dalam rapimnas tersebut," ujar AHY.

Selain mengantarkan undangan, AHY menyebut silahturahmi dengan Wiranto sudah sejak dulu menjadi keinginannya. Mantan Danyonif Arya Kemuning Kodam Jaya itu mengatakan banyak mendengarkan pengalaman Wiranto, yang merupakan Pangab di era Orde Baru.

"Saya banyak mendengarkan pengalaman-pengalaman beliau meniti karier selama puluhan tahun dan juga kita berdiskusi tentang bagaimana Indonesia hari ini, termasuk dalam berbagai aspek politik, keamanan, dan hari ini dan masa depan," kata AHY, yang keluar dari TNI saat berpangkat mayor.

Wiranto sempat keluar mengantar AHY seusai pertemuan. Sebagai Menko Polhukam yang merupakan pembina politik dalam pemerintahan, menurutnya, wajar bila ia menerima tamu dari kalangan parpol. (det/tem/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>