SBY Gelar Emergency Meeting

Rabu, 03 Januari 2018  22:01

SBY Gelar Emergency Meeting

Ketum PD SBY dan Sekjen Hinca Panjaitan sebelum rapat darurat di Kantor DPP Demokrat, 3 Januari 2017.

Jakarta (BM) - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengumpulkan semua pengurus harian partai Demokrat untuk membahas persiapan pemilihan kepala daerah 2018. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pembahasan rapat berkaitan dengan sejumlah kasus yang dialami menjelang pendaftaran calon.

"Kami anggap sangat penting mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keadilan dan demokrasi, khususnya yang berkaitan dengan pilkada," katanya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Rabu, 3 Januari 2017.

Selain SBY dan Hinca, di jajaran pimpinan, hadir Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Amir Syamsuddin dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Edhie Baskoro Yudhoyono. Rapat baru dimulai pukul 21.00 dari jadwal semula pukul 20.00.

Hinca enggan menjelaskan detail rapat yang digelar sebagai emergency meeting itu. Namun ia tak membantah bahwa rapat tersebut untuk merespons dugaan kriminalisasi calon kepala daerah yang diusung partai di Kalimantan Timur. "Pilkada kan banyak, ada di 171 wilayah, salah satunya tentu di Kalimantan Timur," ujarnya.

Pertemuan ini, kata Hinca, juga genting lantaran terjadi lima hari menjelang penutupan masa pendaftaran calon kepala daerah pada 8 Januari 2017. "Kami tuntaskan pada malam hari ini," ucapnya. Ratusan orang hadir dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, calon Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, dan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi diperiksa Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Syaharie, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat KAlimantan Timur, diperiksa sebagai saksi dalam kasus pemerasan dan pencucian uang dengan terdakwa Hery Susanto Gun alias Abun dan Noor Asriansyah alias Elly.

Hinca pun mengundang pengurus harian untuk hadir dalam pertemuan yang dihadiri SBY tersebut. "Pimpinan PD (Partai Demokrat) menganggap ini sebuah krisis keadilan dan krisis demokrasi," kata Hinca dalam rapat darurat ini.

 

Gerindra-PAN-PKS

Terpisah, Sejumlah petinggi PAN, PKS dan Gerindra juga menggelar pertemuan di kediaman Prabowo  Subianto di kawasan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pantauan di lokasi, tampak petugas keamanan tengah berjaga di depan gerbang kediaman Prabowo. Terlihat juga, sejumlah mobil petinggi Gerindra sudah terparkir rapi.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani masih enggan mengelaborasi lebih lanjut tentang bahasan dalam pertemuan ini.

"Saya belum tahu pembicaraan apa, nanti saya kabari karena kan ini baru sampai," ujarnya sebelum masuk ke kediaman Prabowo.

 

Merapat

Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan merapat ke kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Kedatangan 2 tokoh partai itu untuk membahas pilkada serentak 2018.

Pantauan di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018), Sohibul datang pukul 19.40 WIB. Dia tak banyak berkomentar dan langsung masuk ke rumah Prabowo.

Tak lama berselang, Zulkifili datang pukul 20.10 WIB. Dia didampingi oleh Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Zulkifli sempat menjelaskan mengenai kedatangannya ke rumah Prabowo malam ini. Menurutnya, dia hendak berdiskusi dengan Prabowo dan Sohibul terkait kesepakatan untuk bersama-sama di 5 wilayah Pilkada 2018.

"Jadi ini saya kira silaturahim, yang kedua kita jumpa di tempat PKS, sekarang di rumah Prabowo. Tentu finalisasi pilkada, yang 5 wilayah itu kan. Yang sudah disepakati, finalisasi," kata Zulkifli.

Zulkifli pun akan memperjuangkan agar kadernya bisa diusung di Pilgub Jatim. Sejumlah nama akan ditawarkan dalam pembahasan nanti.

"Kalau saya membawa Jawa Timur kalau bisa kita ngusung calon sendiri," tuturnya.

"Menanggapi hal itu saya nggak tahu, yang saya tahu kita ada alternatif. Kalau dari saya itu ada, Masfuk, Yoto, Anang, banyak juga orang top," sambungnya.

 

Koalisi

Sebelumnya, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera sempat menyatakan, pihaknya dengan kedua pengurus PAN dan Gerindra sudah mencapai pembicaraan tahap akhir.

"PKS, PAN, Gerindra. Koalisi tiga partai itu agak fixed," ujarnya saat ditemui di kawasan Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).

Lebih lanjut, Mardani belum bisa memastikan siapakah sosok calon gubernur maupun calon wakil gubernur Jatim yang akan diusung oleh koalisi PAN PKS Gerindra.

Menurutnya, pembahasan mengenai Pilgub Jatim sudah mengerucut ke beberapa nama seperti Anggota Komisi II DPR RI Moreno Soeprapto, Bupati Bojonegoro Suyoto, dan Yenny Wahid.

"Masih akan dibahas. Kalau kata Pak (Sohibul) Iman kemarin Pak Prabowo sempat menyampaikan tapi belum dibahas secara resmi," bebernya.

Pernyataan Mardani ini sesungguhnya bertentangan dengan keputusan DPP PKS pada awal Desember 2017 lalu. Saat itu PKS telah resmi mengusung Wakil Gubernur Jatim saat ini Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas untuk maju dalam kontestasi Pilkada Juni tahun ini. (tem/rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>