Sekjen PDIP Temui Risma, Calon Bakal Diumumkan Megawati

Senin, 09 Oktober 2017  17:17

Sekjen PDIP Temui Risma, Calon Bakal Diumumkan Megawati

Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di rumah dinas walikota Surabaya

SURABAYA (BM) – Dalam berbagai kesempatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan tak ingin maju dalam Pilgub Jatim 2019. Namun demikian, Risma mengaku siap memenangkan pasangan cagub dan cawagub yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Jatim 2018. Bahkan dia bersedia untuk menjadi juru kampanye.

"Saya siap jadi jurkam, wong saya pernah menjadi jurkam sampai ke Papua kok," kata Risma usai menemui Sekjen PDI-P Hasto Kristanto di rumah dinasnya, Senin (9/10/2017).

Sayangnya Risma enggan menyebut siapa pasangan cagub dan cawagub yang akan diusung PDI-P Jatim di Pilkada Jatim 2018 itu. "Pokoknya ada, jawabannya rahasia," ujarnya.

Hasto sendiri mengaku mendatangi Risma di rumah dinasnya salah satunya juga terkait Pilkada Jatim.

Hasto meminta masukan kepada Risma dan menyampaikan pesan dari Megawati Soekarnoputri kepada orang nomor satu di Surabaya tersebut. "Sebagai salah satu tokoh politik di Jatim, kami minta masukan dari Bu Risma," kata Hasto.

PDI-P akan menjadi partai pertama yang mengumumkan nama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di pilkada Jatim 2018 pada 15 Oktober ini.

Dalam pengumuman itu, Ketua DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri akan menandatangani surat rekomendasi pasangan calon yang akan diusung.

Hasto mengatakan, pertemuannya dengan Risma salah satu agendanya adalah membahas soal Pilgub Jatim 2018. "Saya ditugaskan Ketua Umum untuk menemui bu Risma terkait rencana pelaksanaan simposium tata kota. Selain itu kami meminta masukan terkait Pilgub Jatim kepada bu Risma. Masalah ini perlu kami sampaikan langsung kepada bu Risma untuk menghindari penyadapan," ujarnya, Senin (9/10).

Hasto mengatakan, sebenarnya  dirinya tidak hanya kepada Risma untuk dimintai masukan terkait Pilgub Jatim tetapi juga tokoh lainnya di Jatim, termasuk Dahlan Iskan. Semua masukan terkait dengan Pilgub Jatim akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan secara cermat bakal calon yang tepat, yang sedang di usung PDI Perjuangan.

Terkait Tri Rismaharini yang selalu mengelak dan menyatakan tidak akan maju dalam Pilgub Jatim, termasuk ketika mendampingi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri di Kebun Bibit Wonorejo pada 11 September lalu. Ia juga tidak mendaftarkan diri untuk maju menjadi Cagub atau Cawagub Jatim.

Hasto mengatakan, walaupun tidak pernah mendaftarkan diri, namun Risma sebagai petugas partai, hak untuk dicalonkan tidak akan hilang. Hasto menyatakan pencalonan itu bisa berangkat dari rakyat, politik dan pemerintahan. DPP PDI Perjuangan mempunyai hak untuk memenangkan pilkada di Jatim, dengan mengusung kader terbaiknya.

"Meski tidak pernah mencalonkan diri, pencalonan bisa saja berasal dari unsur pemerintah. DPP PDIP berhak mencalonkan kadernya yang dinilai potensial," kata Hasto .

Hasto menyatakan, bahwa pengumuman Cagub dan Wagub Jatim akan dilakukan langsung oleh Megawati. Hanya pengumuman calonnya saja sedangkan deklarasinya akan dilakukan kemudian bersama partai pengusung lainnya. 

Kemungkinan Risma akan tampil di Pilgub Jatim, menyaingi Khofifah yang sudah mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui Partai Demokrat ,  Hasto memberikan pernyataan semua masih teka teki.

"Politik itu dinamis. Bisa saja mendadak. Pak Jokowi dulu juga mendadak kok. Saya lihat bu Risma ini sosok berprestasi. Kalau pada saat pengumuman calon cagub dan wagub Jatim bu Risma berada di Tokyo Jepang, tidak ada masalah sebab kami bisa berkomunikasi melalui teleconference," katanya.

Sedangkan Tri Rismaharini usai pertemuan dengan Sekjen PDI Perjuangan perihal kesiapannya maju Pilgub Jatim, ia tetap tidak mau mengumbar pernyataan.

 "Tunggu saja tanggal mainnya. Saya tidak mau menyatakan siap atau tidak karena ini tanggung jawab besar. Ketika saya ditanyai kesiapan jadi walikota dulu saya juga tidak berani memberi janji," tuturnya.

Berdasar informasi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) akan mengumumkan pasangan bakal calon gubernur (Cagub) dan Cawagubnya di Pilgub Jawa Timur pada 15 Oktober mendatang. Bagi kader partai yang tak patuh atas rekomendasi itu, akan diganjar sanksi pecat.

Penegasan ini disampaikan Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi saat mendampingi Sekjen Hasto Kristiyanto dalam rangka meminta masukan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Senin (9/10).

"Kalau memang itu menjadi suatu keputusan partai (rekomendasi), maka kami mempunyai kewajiban untuk melaksanakan itu tanpa tedeng aling-aling," tegas Kusnadi di sela pertemuan di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya.

Kemudian, lanjutnya, kalau ada satu atau lebih di antara kader PDIP yang tidak setuju atas rekom DPP PDIP yang akan segera diumumkan pada tanggal 15 Oktober itu, maka sanksinya adalah dipecat. "Sistem partai akan ditegakkan. Ya pasti (sanksi). Kalau ada pelanggaran disiplin, pasti akan ada sanksi. Ya dipecat. Gak usah ada tedeng aling-aling."

Bahkan, masih kata Kusnadi, kader dilarang bertanya soal keputusan partai. "Kalau keputusan partai sudah A, keputusan partai sudah harus dilaksanakan, titik. Kalau kemudian mereka-mereka itu ada yang: Oh kenapa begini-begini, tidak boleh."

"Kita ini petugas partai, kita ini pengurus partai, kita ini anggota partai, kalau partai menyuruh kita nyemplung kali, gak usah nanya: Kenapa kita kok nyemplung kali (nyebur sungai). Sudah gitu aja," tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku mendapat perintah dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk meminta masukan kepada Tri Rismaharini. Salah satu itemnya adalah isu Pilgub Jawa Timur.

Dari pertemuan ini, muncul spekulasi kalau partai besutan Megawati Soekarnoputri ini akan mengusung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Risma atau Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas.

Bahkan bisa jadi justru akan mengusung Khofifah Indar Parawansa yang juga salah satu kader terbaik NU. Atau bisa juga mengusung kader sendiri (non-NU) seperti Pilgub Jawa Timur 2008 dan 2013 lalu, yaitu Risma-Anas.

 

Usung Khofifah

Terpisah, Partai Golkar tetap yakin bakal mengusung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjadi cagub.

"Lho iya tetap (dukung Khofifah). Kita sudah berikan dukungan, berarti kita tetap. Apalagi kan Khofifah kalau kita perhatikan sebagai menteri bagus," ujar Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Idrus mengatakan tidak merasa khawatir jika Risma maju dalam pertarungan Pilgub Jatim. Sebab, menurut Idrus, kuncinya hanya cara meyakinkan rakyat.

"Nggak (khawatir). Di dunia politik itu tantangan kita cuma satu, bagaimana meyakinkan rakyat," tegas dia.

Saat ini Idrus menjelaskan telah final mendukung Khofifah dan tinggal memikirkan Jatim-2. Untuk wakilnya sendiri, ia mempersilakan Khofifah menyodorkan tiga nama kepada Partai Golkar.

"Karena di Golkar itu mekanismenya, pertama, kita tetapkan calon gubernur, nanti calon gubernur itu diberi kewenangan untuk mengajukan tiga nama. Nah, tentu Khofifah itu akan bicara dengan partai pengusung dari tiga nama itu akan kita bahas siapa," jelasnya.(dji/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>