Survei Orkestra: Elektabilitas Gerindra Lampaui PDI-P

Selasa, 03 Desember 2017  18:43

Survei Orkestra: Elektabilitas Gerindra Lampaui PDI-P

Rilis lembaga survei Orkestra

JAKARTA (BM) — Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) melakukan survei dengan hasil yang cukup mengejutkan. Sebab, elektabilitas Partai Gerindra mengalahkan PDI-P berdasarkan survei nasional yang dilakukan lembaga tersebut. Padahal dalam riset beberapa lembaga survei belakangan ini, selalu menempatkan PDIP di posisi teratas, dalam

Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pada 6-20 November 2017, tingkat keterpilihan Partai Gerindra sebesar 15,2 persen, sedangkan PDI-P hanya 12,5 persen.

Berturut-turut setelahnya adalah Partai Demokrat (7,4 persen), Partai Golkar (7,3 persen), PKS (5,8 persen), PKB (5,4 persen), PPP (3,4 persen), PAN (3,3 persen), dan Partai Nasdem (3,3 persen).

Perindo sebagai partai baru diketahui memiliki elektabilitas 2,9 persen, menenggelamkan Hanura (2,4 persen).

Adapun elektabilitas PSI (2 persen), PKPI (1,8 persen), dan PBB (1,6 persen). Sementara itu, ada 25,6 persen responden yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Poempida menuturkan, tingginya elektabilitas Partai Gerindra tidak lepas dari perannya yang bersikap kritis terhadap pemerintah. Utamanya, mengenai isu Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas).

"Isu UU Ormas cukup menggerus suara PDI-P  dan melambungkan Partai Gerindra. Ditambah dengan Pilkada DKI 2017, dengan rentetan isu tentang kepemimpinan Muslim cukup merebut simpati publik yang mayoritas Muslim," kata Poempida dalam konferensi pers hasil survei Orkestra di Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Poempida menjelaskan, responden yang memilih Partai Gerindra datang dari beragam segmen baik dari sisi geografis, ekonomi, pendidikan, dan usia. Secara geografis, dukungan terhadap Partai Gerindra merata di seluruh provinsi di Indonesia.

"Gerindra juga menjadi pilihan bagi kalangan ekonomi atas dan bawah. Dari aspek pendidikan juga merata ke responden pendidikan rendah dan tinggi," ucap mantan fungsionaris Partai Golkar itu.

Partai Gerindra, menurut Poempida, juga mampu merebut kalangan anak-anak muda, dewasa, dan orang tua.

Lebih lanjut dia mengatakan, Partai Gerindra berpeluang mengukir sejarah dengan menjadi pemenang Pemilu 2019, asalkan tidak melakukan kesalahan besar. Gerindra perlu merawat basis pendukungnya di tengah stagnasi inovasi partai-partai lain.

Survei Orkestra yang dilakukan dari 6 November 2017 hingga 20 November 2017 ini melibatkan 1.300 responden dari 34 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3 persen.

Responden adalah penduduk Indonesia berumur minimal 17 tahun, dengan didasarkan pada aspek jender, geografi, sosiokultural, dan sosioekonomi, serta ideologi politik responden. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara langsung tatap muka dengan panduan kuesioner oleh surveyor.

Berikut hasil survei elektabilitas partai politik menurut Orkestra. 1. Gerindra 15,2% 2. PDIP 12,5% 3. Partai Demokrat (PD) 7,4% 4. Golkar 7,3% 5. PKS 5,8% 6. PKB 5,4% 7. PPP 3,4% 8. PAN 3,3% 9. NasDem 3,3% 10. Perindo 2,9% 11. Hanura 2,4% 12. PSI 2,0% 13. PKPI 1,8% 14. PBB 1,6% 15. Tidak Tahu 25,6%

 

Elektabilitas Capres

Untuk survei elektabilitas terhadap nama yang muncul di radar Capres 2019, hasilnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas 21,9% masih menjadi lawan bersaing Presiden Jokowi dengan elektabilitas 24,38%.

"Prabowo masih kuat jadi lawan bersaing Jokowi pada Pilpres 2019 yang akan datang. Kandisat ini akan mempersiapkan diri masing-masing. Kita senang kalau ada dua pasang biar demokrasi lebih hidup," kata Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh di Gado-Gado Boplo, Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017).

Poempida mengatakan, elektabilitas Jokowi dan Prabowo berdasarkan hasil survei yang dilakukan Orkestra berimbang. "Jokowi dan Prabowo hanya 3% dengan margin of error +- 3% berarti imbang antara Jokowi dan Prabowo. Ini warning bagi Jokowi," sebutnya.

Pada survei tersebut juga muncul nama-nama yang terprediksi pada Pilpres 2019. Bahkan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun muncul pada hasil survei tersebut.

"Di sini juga muncul, lumayan fresh juga ini nama-nama baru. Nama Pak Gatot Nurmantyo muncul, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul, Anies Baswedan muncul. Tapi ini aneh kok SBY muncul lagi, ini nama nya top of mind kita ga bisa tahan," tuturnya.

Orkestra melakukan survei kepada 1300 responden di 34 provinsi di Indonesia. Survei diambil mulai tanggal 6 November sampai 20 November 2017 dengan menggunakan metode multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +- 3%.

Responden adalah penduduk Indonesia berusia minimal 17 tahun yang menjawab sesuai yang ada dipikirannya (top of mind). Wawancara dilakukan secara langsung tatap muka dengan panduan kuisioner oleh surveyor yang tersebar di seluruh Provinsi.

Berikut hasil survei Orkestra terkait elektabilitas Capres 2019. 1. Jokowi 24,38% 2. Prabowo 21,9% 3. Gatot Nurmantyo 2,80%  4. AHY 2,31% 5. Anies Baswedan 2,14% 6. SBY 1,81% 7. Jusuf Kalla 1,48% 8. Ridwan Kamil 1,32% 9. Risma 1,24% 10. Mahfud MD 1,07% 11. Nama lainnya 5,93% 12. Tidak Tahu atau Tidak memilih 34,43%. (yas/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>