Target Menang Pilkada 2018, Gerindra Akan Capreskan Prabowo

Rabu, 18 Oktober 2017  17:34

Target Menang Pilkada 2018, Gerindra Akan Capreskan Prabowo

Prabowo Subianto

Jakarta (BM) – Tahun 2018 yang disebut-sebut sebagai tahun politik menjadi acuan sejumlah partai politik dalam mengejar target perolehan suara. Tak terkecuali Partai Gerindra, yang menggelar Konferensi Nasional dan Temu Kader Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (18/10) membahas persiapan menjelang Pilkada Serentak 2018.

Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader setelah mendaftar di KPU.

"Beliau mengucapkan terima kasih ke seluruh kader, mulai dari tingkat ranting PAC, DPC, DPD, provinsi, atas keberhasilan Gerindra sebagai partai yang kemarin mendaftar Komisi Pemilihan Umum yang dinyatakan lengkap tanpa catatan, 100 persen semua mendaftar, baik tingkat kabupaten maupun kecamatan," kata Prasetyo seusai acara di Bogor, Rabu (18/10/2017).

Prasetyo mengatakan target Gerindra untuk Pemilu 2018 juga dipaparkan dalam acara ini. Selain itu, ada perayaan hari ulang tahun Prabowo.

"Kebetulan kemarin bertepatan HUT Ketum Prabowo Subianto, kami memohon doa restu kepada masyarakat supaya diberi kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, semakin percaya diri, semakin mantap, dan insyaallah kalau masyarakat Indonesia mengizinkan, beliau diberi kepercayaan untuk memimpin," sambungnya.

Prasetyo menyebut mayoritas kader Gerindra ingin Prabowo maju dalam Pilpres 2019. Jadi yang jadi target Gerindra ialah memenangi Pilkada Serentak 2018 dan bisa mengusung Prabowo sebagai presiden.

"Saya kira itu target kita, Pak Prabowo meraih mandat dari masyarakat, sekaligus Partai Gerindra mendapat kepercayaan dari masyarakat," katanya.

Meski begitu, Prasetyo mengaku tak mematok persentase peraihan suara untuk pilkada mendatang. "Yang penting menang," jawabnya.

Prasetyo mengatakan Prabowo punya syarat khusus untuk sosok yang akan diusung dalam Pilkada 2018. Hal itu menjadi modal utama Gerindra untuk memberikan dukungan.

"Kriteria Pak Prabowo, Merah-Putih, cinta Tanah Air. Berpartai, berpolitik hanya alat perjuangan. Kita punya kecintaan untuk perjuangan," tuturnya.

Tak lupa, dalam kesempatan itu, kata Prasetyo, Prabowo juga memantik semangat para kader untuk tetap mengabdi kepada negara.

"Ya tetap semangat di dalam mengabdi karena kita berpolitik semata-mata untuk mengabdi negara," ujar Prasetyo.

 

Momen Haru

Ketum Gerindra Prabowo Subianto mendapat ucapan selamat ulang tahun dari seluruh kader saat pertemuan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor. Prabowo disebut sempat terharu mendapat ucapan tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo seusai acara Konferensi Nasional dan Temu Kader Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (18/10/2017). Dia mengatakan momen itu juga membuatnya terharu.

"Yang jelas, beliau bagaimana tidak (terharu), kalau kata Presiden PKS, ada tiga hal yang mengungkapkan 100 persen lolos verifikasi KPU, ulang tahun beliau, seluruh kader Gerindra hadir pada saat beliau ulang tahun," kata Edhy.

Edhy kemudian menggambarkan momen haru tersebut. Ucapan ulang tahun disampaikan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat selesai berpidato di depan panggung.

Saat itu Prabowo duduk di meja panjang bersama ketua harian, wakil ketua, dan dewan pembina. Mendengar ucapan selamat tersebut, seluruh kader kompak bertepuk tangan.

"Kemudian seluruh kader tepuk tangan. Beliau sempat terhenti sejenak, sulit digambarkan kami sendiri terharu," katanya.

Kemudian seluruh kader juga meminta kesediaan Prabowo maju menjadi capres pada 2019. Edhy menyebut Prabowo hanya diam tak berkomentar.

"Seluruh kader juga minta Pak Prabowo nyapres. Pak Prabowo tidak menjawab lama, diam, tepuk tangan bergemuruh, beliau duduk termangu, nggak senyum. Kita-kita keluar air mata," urainya.

Saat berpidato, Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi saat ini. Edhy menyebut Prabowo akhirnya bersedia dicalonkan menjadi capres.

"Beliau akhirnya pidato penutupan, disampaikan secara prinsip, bukan capresnya buat beliau kepentingan negara hari ini kita di ambang kehancuran. Peneliti di luar negeri sudah mengatakan 2030 Indonesia di ambang kehancuran," katanya.

"Kalau memang demi bangsa dan negara, kalian tidak ada masalah. Saya (bersedia) sebagai alat untuk memperjuangkan keselamatan bangsa," sambung Edhy.

Edhy menyebut Prabowo menyampaikan pidato dengan penuh semangat. Menurutnya, pidato Prabowo membakar semangat para kader.

"Pidato beliau berapi-api, kami melihat semangat beliau. Saya yakin semua kader yang mendengar pidato beliau pulang dengan penuh semangat," pujinya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>