Terorisme Adalah Ancaman, Kekuatan Kita Bhineka Tunggal Ika

Rabu, 16 Mei 2018  18:11

Terorisme Adalah Ancaman, Kekuatan Kita Bhineka Tunggal Ika

Prabowo Subianto menyambangi Gedung DPR RI, Rabu (16/5).

Jakarta (BM) – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5) siang. Kedatangannya disambut oleh Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra, Fadli Zon, serta Wakil Ketua MPR sekaligus Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani.

Prabowo tiba di gedung DPR sekitar pukul 14.25 WIB. Ia tampak mengenakan setelan safari berwarna cokelat.

Saat ditanya maksud kedatangannya ke DPR, Prabowo sempat menjawab singkat. Ia mengaku sekadar ingin 'menjenguk' Muzani, yang belum lama ini dilantik jadi Wakil Ketua MPR dari F-Gerindra.

"Mau sidak. Nengok Pak Muzani, dapat kantor baru katanya. Jadi saya mau nengok, ucapin selamat beliau dipercaya jadi Wakil Ketua MPR. Saya belum sempat datang waktu itu," kata Prabowo.

"Jadi intinya itu saja. Dan koordinasi dengan tokoh-tokoh partai saya yang ada di DPR. Kita bahas beberapa hal," imbuhnya.

Menanggapi serangkaian peristiwa aksi teror yang belakangan terjadi, Prabowo mengatakan, seluruh elemen bangsa memiliki kewajiban menanggulangi aksi terorisme, seraya mengingatkan mengingatkan semboyan 'Bhineka Tunggal Ika'.

"Kekuatan kita adalah justru Bhineka Tunggal Ika. Semua unsur bangsa Indonesia saya kira mengutuk hal-hal seperti ini," kata Prabowo di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Prabowo menyebut, aksi terorisme merupakan ancaman besar bagi suatu bangsa. Apalagi, di era digital seperti ini, pemikiran ekstrem atau radikal lebih mudah tersebarluaskan.

Karena itu, ia berharap seluruh elemen bangsa, baik aparat keamanan maupun masyarakat sipil bisa bekerja sama menghadapi persoalan ini secara serius.

"Terorisme adalah suatu ancaman, suatu bahaya yang sangat besar bagi setiap negara dan bangsa. Dengan perkembangan teknologi digital, pemikiran yang di luar batas, pemikiran ekstrem itu cepat menyebar dan ini memang tantangan bagi semua pemerintah di semua negara, di Indonesia juga kita hadapi ini," sebut eks Danjen Kopassus itu.

"Karena itu, semua pihak harus kerja sama, harus kompak menghadapi ini dengan serius dan bijak," imbuh Prabowo.

Isu terorisme ini disebutkan Prabowo menjadi salah satu yang akan dibahas dalam kedatangannya hari ini di DPR. Siang ini, ia menemui Wakil Ketua MPR sekaligus Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

"Kami juga akan membahas langkah-langkah apa yang akan kami kerjakan. Sebagai bagian dari komponen bangsa kita harus menjaga perdamaian dan kerukunan antar semua agama, suku, semua kelompok etnis, ras. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun," tandasnya.

 

Jangan Abuse Of Power

Prabowo Subianto menyatakan mendukung revisi UU Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme untuk penguatan keamanan negara. "Kita ingin memiliki polisi yang kuat, intelijen yang kuat, TNI yang kuat namun kita tetap lihat dalam konteks demokratis," kata Prabowo.

Menurutnya, revisi ini sangat perlu untuk meningkatkan keamanan serta memperkuat kemampuan lembaga keamanan dalam menghadapi terorisme.

Namun di lain sisi, Prabowo berharap dari revisi ini jangan menimbulkan tindakan tidak demokratis dari pemerintah. Atau dengan kata lain jangan sampai ada abuse of power.

"Kami ingin jangan ada penyalahgunaan dalam penggunaannya, untuk itu kita harus arif dan bijak," ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Prabowo berpendapat, penanggulangan terorisme tak perlu menyalahkan regulasi. Prabowo menyatakan pihaknya mau mendukung pemerintah dalam menanggulangi terorisme.

"Saya kira kalau semua berniat baik, kita jangan cari alasan regulasi-lah. Kalau saya, sih," kata Prabowo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Terkait pembahasan revisi UU Terorisme, Prabowo menginginkan agar UU itu nantinya dapat berfungsi dengan baik dalam penanggulangan terorisme. Prabowo memastikan partainya siap mendukung pemerintah dalam penanggulangan terorisme jika dibutuhkan.

"Saya yakin kita mau mendukung pemerintah kalau memang itu dibutuhkan. Tapi kita juga harus lihat apakah ini demokratis atau tidak. Apakah ada peluang abuse of power. Jadi saya mau suatu tindakan yang arif dan berimbang. Jadi kita harus koreksi diri semua pihak," ujarnya.

Ia menjelaskan, partainya sejak awal sangat mendukung pemberantasan terorisme. Salah satu contoh konkretnya ialah dukungan terhadap kenaikan anggaran bagi TNI.

"Saya dan Gerindra dari dulu selalu mengingatkan jangan sampai masalah (aksi teror) ini dianggap remeh. Sebagai contoh, kami terus meminta anggaran untuk TNI terus dinaikkan. Bukan untuk mengancam negara lain, tapi untuk menjaga keamanan di bangsa kita," sebut Prabowo.

"Kita butuh Polri yang sangat kuat dan profesional. Kita butuh juga TNI yang sangat kuat dan profesional. Kita butuh intelijen yang kuat," tutupnya.

 

RUU Anti Terorisme

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan tidak ada lagi problem substansial dalam pembahasan RUU Anti Terorisme.

"Dari sisi kami, tidak ada masalah terkait hal itu, sebab kita tahu tidak ada juga problem substansialnya lagi di sana (RUU Terorisme)," ujar Muzani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Terkait masalah definisi terorisme yang menjadi penghambat pengesahan RUU tersebut, wakil ketua MPR ini menilainya akan selesai dengan cepat setelah masa sidang DPR kembali dibuka pada 18 Mei mendatang.

"Masalah definisi sendiri juga sudah mengerucut kan, apakah satu frasa masuk dalam definisi utuh atau dalam penjelasan. Jadi ini problemnya sebentar menurut saya," imbuh Muzani.

Maraknya aksi teroris belakangan ini membuat Presiden Joko Widodo geram. Kepala Negara meminta DPR dan kementerian terkait untuk mengebut pengesahan RUU Anti Terorisme.

Tidak sampai di situ, Jokowi juga mengancam akan mengeluarkan Perppu Anti Terorisme jika RUU tersebut tidak juga disahkan hingga Lebaran.

Namun oleh kalangan DPR, pernyataan Jokowi disangkalnya. Menurut Parlemen, penghambatan pengesahan RUU Anti Terorisme karena internal pemerintah yang belum satu kata terkait definisi terorisme. (rmo/det/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>