Tommy Ingin Dengar Suara Rakyat

Minggu, 11 Maret 2018  19:25

Tommy Ingin Dengar Suara Rakyat

Rapat Pimpinan Nasional III DPP Partai Berkarya di Solo, Jawa Tengah

SOLO (BM) - Partai Berkarya menyatakan belum menentukan sikap dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dikarenakan masih menunggu perkembangan dan peta politik Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto di sela Rapimnas Partai Berkarya yang digelar di Lorin Solo Hotel, Minggu (11 Maret 2018).

Tommy Soeharto mengungkapkan jika saat ini partainya masih fokus pada perolehan kursi di parlemen. “Kita ini kan partai baru, jadi pada pemilu 2019, Partai Berkarya tidak bisa mencalonkan Presiden. Kita lihat situasi dulu seperti apa nanti, kita fokus ke parlemen dulu,” ujar Tommy.

Tommy mengatakan, yang terpenting adalah mendengar langsung suara rakyat. Dia menyinggung perbedaan kondisi masyarakat saat ini dan di era pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

“Rakyat makin tahu, mana yang lebih enak dan enggak enak. Biarlah nanti rakyat yang menentukan, rakyat yang menilai zamannya siapa yang lebih enak,” katanya.

Disinggung dukungan politik Partai Berkarya kepada pemerintah yang berkuasa saat ini, Tommy memilih bersikap objektif. Dia mengaku mendukung jika kebijakan pemerintah berpihak pada rakyat kecil. Namun partainya akan tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai perlu disikapi.

“Dana desa misalnya, kalau dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk ekonomi kerakyatan ya kita dukung. Jangan hanya untuk infrastruktur saja. Yang tidak baik, ya akan kita kritisi, contohnya utang negara yang semakin membengkak. Jangan hanya gali lubang tutup lubang untuk sahur utang negara,” tegasnya.

Tommy menilai utang negara bukanlah masalah kecil dan harus segera dicarikan solusinya. Pemerintah harus jelas menentukan roadmap agar Indonesia menjadi negara maju.

Sebelumnya, Partai Berkarya dikabarkan akan menunjuk Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto sebagai ketua umum. Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang pimpinan partai.

"Benar, rencananya akan dipilih secara aklamasi," kata Sekjen Partai Berkarya, Iman Sumantri, Minggu (11/3/2018).

Saat ini Tommy menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. Sedangkan jabatan ketua umum dipegang oleh Neneng A Tutty.

Wacana menjadikan Tommy sebagai ketua umum memang sudah terdengar sejak pembukaan rapimnas. Neneng pun bersedia menyerahkan jabatannya kepada kepada putra ketiga Soeharto itu.

"Kami yakin Partai Berkarya dapat menjadi besar di bawah pimpinan Tommy," kata Neneng dalam pembukaan kemarin. (det/mon/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>