Umumkan Cagub, Mega Tepis Serangan Isu PKI

Sabtu, 07 Januari 2018  20:28

Umumkan Cagub, Mega Tepis Serangan Isu PKI

Megawati mengumumkan lima pasangan gubernur dan wakil gubernur di Pilkada serentak 2018, Minggu (7/1).

JAKARTA (BM) – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengumumkan nama-sama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di Pilkada serentak 2018. Pada kesempatan itu, Megawati menyinggung terkait Partai yang dipimpinnya selalu disangkutpautkan sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia pun meminta Polri untuk menangkap orang-orang yang memfitnah PDIP bagian dari PKI.

"Tolong dibersihkan dong. Sekarang (isu PKI) turun ke PDIP. PKI itu kan singkatan, Partai Komunitas Indonesia. Saya itu partainya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ideologinya Pancasila," tegasnya di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Presiden ke-5 ini juga menampik isu PKI yang selalu dikaitkan kepada ayahnya yakni Presiden Soekarno. Karena kata Mega, Ayahnya sudah jelas-jelas diberi gelar dari Nahdlatul Ulama (NU).

"Padahal sampai hari ini (Soekarno) telah diberi gelar NU. Sampai sekarang tidak pernah dicabut," ujar dia.

Untuk itu Mega meminta agar isu PKI tidak lagi dikaitkan dengan PDIP. PKI itu sudah tidak ada lagi dan dia juga mengingatkan kepada lawan politiknya agar bertarung secara sehat.

"Maka saya katakan politisi, tetapi jantan lah. Jangan cengeng gitu. Ini republik apa? Republik Indonesia. Ini wartawan tulis loh ya," ungkapnya.

Saat ini dia tidak segan-segan menuntut pihak-pihak yang menuduh partainya adalah sebagai Partai Komunis Indonesia.

"Pasalnya pencemaran loh, saya bilang sama pak polisi. (Lalu pak polisi bilang) 'Harus ada yang ngadu bu'. Ya sudah saya ngadu," katanya.

Dalam kesempatan itu dia bercerita banyak membicarakan hal ini kepada tokoh-tokoh agama seperti dari NU dan Muhammadiyah. Megawati meminta kepada para tokoh tersebut untuk membantu menjernihkan isu-isu tersebut.

Putri proklamator Sukarno itu juga menyebut tudingan soal PKI dilontarkan kepada Presiden Joko Widodo karena berasal dari PDIP. Megawati tampak kesal dan berapi-api ketika membicarakan masalah ini.

"Sampai pak Jokowi pun, kasian lho. (Isu) Jokowi itu PKI, orangtuanya cino. Lha orang saya kenal sama ibunya. Piye lho. Bayangkan lho, dapat begituan terus nggak berharga bapak saya itu," ucapnya.

Megawati lalu meminta kepada para kader PDIP untuk bertindak mana kala ada serangan isu soal PKI. Presiden RI ke-5 itu meminta kepada para lawan politik untuk bermain adil dan mengedepankan etika dalam bertanding, baik dalam pilkada atau pemilu.

"Maka kalau PDIP itu kamu tolong dong, berani! Jelas-jelas namanya beda. Saya sampai geregetan. Siapa sih yang mainin?" tukas Megawati.

"Maka saya katakan politisi, tapi jantan lah, jangan cengeng gitu. Ini republik apa? Republik Indonesia. Untuk apa sih Indonesia," sambungnya.

 

Calon Kalbar

PDIP resmi mengusung Karolin Margret Natasa sebagai calon gubernur Kalimantan Barat. Karolin saat ini merupakan Bupati Landak, Kalimantan Barat.

"Bapaknya gubernur dua kali. Dia ini (Karolin) kecil-kecil cabe rawit. Lebih galak daripada bapaknya," ujar Megawati di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018).

Menurut Mega, Karolin cukup berprestasi selama menjabat sebagai kepala daerah. Karolin pernah mendapat penghargaan sebagai bupati yang mewujudkan pelayan publik yang responsif dan terukur.

Karolin juga mendapat penghargaan sebagai bupati terbaik se-Kalimantan pada 2017.

Sementara itu, Megawati mengusung Suryadman Gidot sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat. Suryadman saat ini merupakan Bupati Bengkayang selama dua periode.

Suryadman sejak tahun 1999 telah menjadi anggota DPR RI. Ia memiliki pengalaman sebagai kepala daerah saat menjadi wakil bupati Bengkayang.

 

Calon Jateng

PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai Cagub dan putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin sebagai cawagub. Ganjar menyebut alasan dipilihnya Yasin karena permintaan dari tokoh ulama.

"Jadi apa yang disampaikan Bu Mega tadi adalah bagaimana koalisi dibangun. Terus untuk Jateng tidak bisa sendirian, PDIP ada permintaan dari tokoh agama dan ulama yok PDIP bareng dengan kelompok yang dari agama, kiai NU. Kemudian kita bergabung kita serahkan kepada partai untuk memilih lalu ketemulah kami dengan Taj Yasin," ujar Ganjar di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

Ia mengatakan, belum diketahui kapan akan mendaftarkan diri ke KPUD. Yang pasti dia memastikan pendaftaran dilakukan sebelum hari terakhir.

"Kita sudah serahkan ke DPD. Antara ya waktunya tinggal tiga hari tapi waktunya dicarikan mereka, kita sudah siap. Tinggal cari waktunya saja," katanya.

Ia mengatakan, akan berkoalisi dengan beberapa partai seperti Nasdem, PPP, dan Demokrat. Ia memastikan siap maju di Pilgub Jateng.

Sementara itu awalnya Taj Yasin dilirik oleh Sudirman Said tetapi malah dipinang oleh PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan singkat karena keduanya memiliki kecocokan.

"Ya, itulah mungkin namanya kecocokan hati," kata Hasto.

 

Calon Sumut

Djarot Saiful Hidayat dipasangkan dengan Sihar Sitorus untuk maju di Pilgub Sumatera Utara. Djarot pun memuji pasangannya yang merupakan putra DL Sitorus.

"Beliau juga punya pengalaman, sekolahnya bagus, kuliahnya bagus, ya toh tinggal kita jalan sama-sama," kata Djarot, di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (5/1/2018).

Ia memuji Sihar yang merupakan lulusan dari universitas di Inggris. Sihar juga mendirikan beberapa club sepak bola di Sumatera Utara.

"Yang penting niat kita sama, Sumut sama, Sumut bangkit, Sumut bersih. Marilah aku mengajak seluruh warga Sumut diperantauan ayo mari bersama sama bangun Sumut kan gitu ya," sambungnya.

Djarot mengaku optimis bersaing di Pilkada Sumut walaupun dirinya terkenal di Jakarta. Saat ini fia berfokus akan segera mendaftarkan diri ke KPUD.

"Persiapan jangka pendek yaitu persiapan administrasi pendaftaran di KPU," kata Djarot.

Saat mengantar Ketum PDIP Megawati Soekarno memasuki mobil, puluhan fans Djarot membawa spanduk meneriaki Djarot. Kemudian Djarot yang memakai baju merah PDIP itu langsung menghampiri massa yang memakai pakaian putih dan berfoto-foto.

 

Calon Jabar

Untuk Jawa Barat, PDIP secara resmi mengusung Tubagus Hasanuddin sebagai cagub dan Anton Charliyan sebagai cawagub.

Megawati awalnya bicara soal banyaknya usulan nama untuk Pilgub Jabar kepada dirinya. Namun dia menegaskan ketika sudah menolak seseorang, tak ada yang lagi berani mengusulkan.

Mega lalu cerita tentang hobinya soal lingkungan dan kondisi Sungai Citarum. Dia pun menitipkan soal Sungai Citarum ini kepada cagub Jabar pilihannya.

"Urusan lingkungan tapi saya serahkan ke siapa? Saya serahkan ke ketua DPD saya yaitu Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin" kata Megawati.

TB Hasanuddin yang berbaju adat Sunda lalu maju ke depan panggung. Megawati lalu memanggil Anton Charliyan sebagai bakal cawagub Jabar.  "Tak jadiin dia," ucap Megawati.

TB Hasanuddin dan Anton Charliyan lalu salam komando dan berpose di depan para pengurus PDIP.  (kom/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>