Yenny Wahid: Umat Masih Susah, PBNU Jangan Berpolitik

Rabu, 08 Agustus 2018  19:50

Yenny Wahid: Umat Masih Susah, PBNU Jangan Berpolitik

Yenny Wahid

Jakarta (BM) – Putri Gus Dur, Yenny Wahid membuat pernyataan yang sangat tegas menyikapi pertemuan pengurus inti PBNU dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Yenny mengingatkan agar PBNU tak terlibat dalam politik praktis.

"PBNU tidak boleh berpolitik, jadi tidak boleh dukung-mendukung. Saya berharap bahwa kiai-kiai itu berfokus pada program keumatan. Umat masih susah ekonominya. Jangan mengurusi politik," kata Yenny kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Yenny mengingatkan supaya PBNU belajar dari kegagalan di beberapa pilkada. "Di mana kiai-kiai terlibat langsung dan ternyata tidak bisa mengalihkan suara," ingat Yenny.

"Jadi saya berharap kita semua, PBNU, dijaga marwah dan derajat kiai, sehingga jangan berada di atas kepentingan politik praktis. Kepentingan politik praktis itu tanah becek. Jubah kiai harus tetap bersih," Ujarnya.

Pertemuan di kantor PBNU Rabu (8/8) sore diikuti oleh Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Cak Imin, dan sejumlah tokoh lain. Ada pesan serius dari pertemuan tersebut untuk Jokowi.

"Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, warga nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakpus, Rabu (8/8/2018).

 

Mahfud Md

Terkait nama Mahfud Md kian santer diisukan menjadi cawapres Joko Widodo untuk Pilpres 2019 yang sempat dikatakan sebagai bukan kader NU, Yenny Wahid menyatakan bahwa Mahfud adalah kader NU tulen.

"Yenny Wahid menjamin bahwa Pak Mahfud itu kader NU tulen," ujar Yenny, Rabu (8/8/2018).

Yenny menegaskan Mahfud merupakan orang NU asli. Yenny mengatakan sering bertemu dengan Mahfud di acara-acara NU.

"Pak Mahfud kan orang NU banget, sering sekali menghadiri acara-acara kita, acara NU, jadi saya sering ketemu Pak Mahfud," jelas Yenny.

Ada informasi bahwa Yenny dan Mahfud akan bertemu di restoran di daerah Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, malam ini. Apa kata Yenny?

"Oh, saya kan sering.... Nggak, nggak di Kunstkring. Pak Mahfud nggak tahu di mana saya," ucap Yenny.

Pernyataan berbeda disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj soal status Mahfud di NU. Said Aqil mengatakan Mahfud belum pernah jadi kader NU.

"Pak Mahfud orang yang belum pernah menjadi kader NU, pernah di IPNU. Juga belum pernah, walaupun background keluarganya NU, secara kultural NU, tapi belum pernah jadi aktivis NU," kata Said Aqil di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Pernyataan itu disampaikan Said Aqil setelah bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di kantornya. Pertemuan itu selesai sekitar pukul 18.30 WIB.

Meskipun Mahfud Md tidak pernah menjadi kader NU, Said Aqil menyebut sikap PBNU tidak mendukung siapa pun capres maupun cawapres pada Pilpres 2019. Ia juga enggan berbicara lebih terkait itu.

"Kalau NU nggak dukung-dukungan, wong NU ngedukung. Partai politik yang dukung itu kalau NU mendoakan, NU kan bagian itu, istigasah," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin mengatakan hingga saat ini belum jelas siapa nama yang akan mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Ia juga belum memikirkan akan membuat poros baru atau tidak jika dirinya tidak dipilih oleh Jokowi.

"Sampai tadi belum jelas siapa wapresnya. Saya tadi ketemu Pak Presiden, baru saja keluar dari Istana dan sampai detik ini belum diputus oleh Bapak," kata Cak Imin.

 

PKB Jualan NU

Terpisah, Putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Qotrunnada Munawaroh atau Alissa Wahid menyindir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) era Muhaimin Iskandar. Muhaimin atau Cak Imin, kata Alissa, menjual-jual NU demi kepentingan Pilpres 2019.

Sindiran itu disampaikan Alissa lewat akun Twitter resminya, @AlissaWahid, seperti dilihat detikcom Rabu (8/8/2018) pukul 20.35 WIB. Alissa mengaku bingung dengan sikap PKB saat ini.

"PKB 2018 ini gimana tho ya. Dulu enteng saja jualan nama Gus Dur, sekarang jualan NU. Sedih," kata Alissa.

Alissa menyebut PKB era Cak Imin melenceng dari semangat Gus Dur. Menurutnya, PKB saat ini haus kekuasaan.

"Gus Dur dulu bikin partai ini untuk umat, bukan untuk rebutan kekuasaan," sebut Alissa.

 

Tinggalkan Jokowi

Elite-elite PBNU plus Ketum PKB Muhaimin Iskandar bertemu di kantor PBNU. Ada pesan bernada ancaman cabut dukungan untuk Jokowi.

"Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya," kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan di PBNU, Kramatjati, Jakpus, Rabu (8/8/2018).

Pertemuan sore ini diikuti oleh Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU Robikin Emhas, Cak Imin, dan sejumlah tokoh lain.

Robikin mengatakan PBNU meminta Jokowi mengambil kader NU sebagai cawapres. Mahfud Md, yang disebut-sebut menjadi cawapres terkuat, disebutnya bukanlah kader NU.

"Itu sudah dibicarakan berkali-kali tidak termasuk yang disebut," kata Robikin menjawab pertanyaan apakah Mahfud Md termasuk tokoh yang diterima oleh PBNU.

Robikin mengatakan para kiai sepuh PBNU juga berpesan hal yang sama, bahwa cawapres haruslah kader NU. Meski demikian, dia mengatakan NU tak menyorongkan nama.

"Sepenuhnya kita serahkan ke Pak Jokowi," ujarnya. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>