Zulkifli: Ganti Presiden atau 2 Periode, yang Penting Damai

Senin, 07 Mei 2018  18:48

Zulkifli: Ganti Presiden atau 2 Periode, yang Penting Damai

Zulkifli Hasan

Jakarta (BM) - Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai maraknya perang hashtag (tagar) pendukung Joko Widodo versus Prabowo Subianto sebagai gerakan yang sah-sah saja. Ia mengungkapkan kedua kubu untuk tetap damai dan menjaga persaudaraan satu sama lain.

"Yang salah itu apabila ribut. Jangan ya," ungkap Zulkifli Hasan saat menghadiri Rakernas dan Tasyakuran Milad Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di Hotel Yasmin Bogor, Senin (7/6/2018).

Ia lantas mengajak kedua belah pihak pengusung tagar tersebut untuk bersaing ide, gagasan dan visi untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

"Bagi yang mengusung #2019GantiPresiden atau #Tetap2Periode coba foto bersama. Kan kelihatannya lebih indah. Perbedaan itu seharusnya dijadikan penggembira, bukan menjadi dasar untuk saling mencela," tambahnya.

Selain itu, Zulkifli juga akan memperkenalkan T-Shirt bertajuk #PemiluDamai sebagai langkah memperkuat persatuan di tahun politik.

"Pemilu itu harus berkualitas, sah, dan arahnya menuju perbaikan. Dan jawaban dari semua itu adalah Pemilu Damai. Nanti kita akan kampanyekan Pemilu Damai untuk (seluruh) masyarakat," tutupnya.

 

Pilih Kotak Kosong

Terpisah, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menegaskan dirinya tak akan mendukung Joko Widodo dalam bursa Pilpres 2019. Partainya hingga saat ini tidak menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan.

"Pembicaraan antar partai sering dilakukan. Dengan Partai Gerindra misalnya, PAN, PKS. Kalau dengan PDIP tidak ada pembicaraan," kata Yusril usai menjadi pembicara di Musyawarah Nasional Umat Islam untuk Konstitusi di Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (6/5/2018).

Dia mengaku lebih memilih mendukung alternatif calon lainnya. Bahkan jika Jokowi maju sebagai calon tunggal, dia akan mendukung kotak kosong.

"Tidak akan dukung (Jokowi). Kalau Pak Jokowi calon tunggal ya kita dukung kotak kosong," katanya sembari tertawa.

Sedangkan dengan tokoh-tokoh potensial di Pilpres 2019, pihaknya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan beberapa nama, antara lain Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo.

"Secara langsung ataupun tidak langsung ada tim-tim yang bicara, misalnya dengan Pak Prabowo, Gatot," ujar dia.

Dalam kesempatan itu dia juga mengritik aturan mengenai presidential threshold yang mengharuskan capres didukung 20 persen suara di parlemen. Adanya regulasi itu, kata dia, membuat calon-calon potensial baru kesulitan maju di Pilpres 2019.

"Kalau kiranya presidential threshold itu dibuka, kan kita bisa menghasilkan calon potensial yang lebih baik," ujar Yusril. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>