APTI Jatim Harapkan, Harga Tembakau Tembus Rp 40 Ribuan

Rabu, 12 Juni 2019  13:27

APTI Jatim Harapkan, Harga Tembakau Tembus Rp 40 Ribuan

beberapa Petani sedang menanam tembakau. (BM/Saifullah)

PROBOLINGGO (BM) - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur meminta, pihak Gudang harus mampu membeli harga tembakau petani secara imbang. Sebab, di Kabupaten Probolinggo sudah masuk masa tanam tembakau tahun 2019.
 
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh sekertaris APTI Jatim, H Ahmad Muzammil.
 
Menurutnya, areal tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2019, tidak jauh beda dengan tahun 2018.  Namun, kata dia untuk tahun ini, areal tanamnya lebih sedikit dari tahun sebelumnya.
 
“Bulan Juni 2019 ini, banyak petani di Kabupaten Probolinggo, sudah mulai tanam tembakau. Kami APTI berharap, pihak gudang mengambil harga yang maksimal dari para petani, karena harus diimbangi dari mahalnya biaya perawatan dan harga obat-obatan,"jelas Muzammil, Rabu (12/6).
 
Minimal harga tembakau masih katanya,  harus Rp 35-45 ribu per kilogram. Sebab, dengan harga tersebut akan mampu menggairahkan petani tembakau.
 
Di Kabupaten Probolinggo lanjut Muzammil, ada tujuh Kecamatan yang masih produktuf tanam tembakau, seperti Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan, dan Kecamatan Gading.  
 
Namun untuk luas areal tanam tembakau berdasarkan data dari Pemkab Probolinggo, rencana luas areal tanam tembakau musim tanam tahun 2019 di Kabupaten Probolinggo mencapai 10.774 hektare. Dengan asumsi rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton per hektare.
 
“Namun, tidak menutup kemungkinan pula, petani yang biasa tanam tembakau bisa-bisa beralih ke tanam jagung dan tanaman lainnya, karena itu secara tidak terduga. Dari itu kami memprediksi areal tanamnya bisa kurang, bisa sama. Dan yang jelas tahun ini besar kemungkinan areal tanamnya berkurang,” ujarnya.
 
Berdasdarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, luas rencana areal tanam tembakau tahun 2019 di tujuh Kecamatan tersebut, Kecamatan Paiton seluas 1.943 hektare tersebar di 20 Desa, Kecamatan Kota Anyar seluas 1.544 hektare tersebar di 13 Desa, Kecamatan Pakuniran seluas 1.490 hektare tersebar di 11 Desa, Kecamatan Besuk seluas 2.188 hektare tersebar di 16 Desa, Kecamatan Krejengan seluas 2.200 hektare tersebar di 17 Desa, Kecamatan Kraksaan seluas 1.110 hektare tersebar di 14 Desa, dan Kecamatan Gading seluas 299 hektare tersebar di tujuh Desa. (sip)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>