Misbakhun, Perjuangkan Nasib Petani Tembakau

Kamis, 09 Agustus 2018  21:03

Misbakhun, Perjuangkan Nasib Petani Tembakau

Misbakhun turun langsung di tengahe sawah bersama warga. (BM/Saifullah)

PROBOLINGGO  (BM) - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan nasib petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo.
 
Hal tersebut diungkapkan Misbakhun ketika tatap muka bersama Kelompok Tani Tembakau di Desa Gondosuli Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo, Kamis (9/08).
 
Menurutnya, persoalan tembakau jika hanya diseret pada permasalahan kesehatan saja, maka akan menimbulkan ketidakadilan.
 
Sebab, tembakau sebagai komoditas pertanian yang sudah turun temurun dibudidayakan oleh petani tembakau di Probolinggo.
 
Selain itu, menyangkut masalah ekonomi dan budaya yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan. Apalagi, petani tembakau sampai berhasil meluluskan anaknya di dunia pendidikan. Pada konteks inilah, Negara harus hadir dan memberikan perlindungan kepada petani tembakau.
 
“Petani tembakau adalah konstituen saya. Karena itu, Saya berkomitmen akan istiqomah mengawal kepentingan petani tembakau,"jelas Misbakhun.
 
Inisiator RUU Pertembakauan ini mengatakan, Kalau Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu sentra penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. 
 
"Karena Probolinggo sebagai salah satu sentra penghasil tembakau, maka menjadi urgen untuk perlindungan  petani tembakau," kata Misbakhun. 
 
Politisi Partai Golkar itu mengingatkan petani tembakau perlunya tata niaga tembakau. Hal ini penting agar adanya hubungan yang saling menguntungkan antara petani tembakau dengan industri hasil tembakau. 
 
"Semestinya Gudang - Gudang atau Perusahaan swasta itu wajib mengambil tembakau lokal minimal 80% di setiap industri. Tapi mereka sudah impor tembakau dari luar negeri ada dari Turki, Brazil, China dan juga dari Amerika,"terangnya.
 
Pria kelahiran Pasuruan ini kembali menegaskan komitmennya untuk berada di tengah-tengah masyarakat tembakau. Jangankan bagi hasil cukainya saja yang harus di besar-besarkan.
 
"Kalau sampai Cukai setiap tahun di naikan dan tidak ada dampak pada petani tembakau, saya orang pertama kali yang akan melawannya pada Kementerian Keuangan,"sebut Misbakhun.
 
Sebab, Pasuruan-Probolinggo itu sentra tembakau apalagi menjadi tanggung jawab Misbakhun untuk memperjuangkannya.
" saya  berada di tengah-tengah masyarakat tembakau untuk memperjuangkan hak-hak petani tembakau," katanya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Misbakhun turun kelokasi panen tembakau di tengah sawah serta melihat langsung warga yang sedang merajang daun tembakau hingga akhirnya menjadi tembakau kering untuk di jual ke tengkulak. (sip) 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>