Napi Teroris Jaringan Santoso Bebas dari Lapas Probolinggo

Minggu, 24 Juni 2018  11:43

Napi Teroris Jaringan Santoso Bebas dari Lapas Probolinggo

Arif Susanto ,Napi Teroris melakukan sujud syukur di lapas Kota Probolinggo. (BM/Saifullah)

PROBOLINGGO (BM) -  Narapidana Teroris (Napiter) Jaringan Santoso akhirnya bebas murni, setelah menjalani hukuman atas kasus terorisme di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2 B Probolinggo, 
 
Napiter jaringan Santoso itu ialah Arif Susanto (34) napi terorisme yang bebas dan langsung melakukan sujud syukur di LP pada Minggu (24/6).  Arif mendekam selama 4 tahun, di LP Probolinggo. Ia sendiri berdomisili di Tanahlunto, Poso, Sulawesi Tengah.
 
Penyerahan surat bebas murni, diserahkan langsung oleh Kalapas Yundi Suyandi dan disaksikan oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal.
 
“Atas bebasnya Arif kami memfasilitasi dan tentunya kami kawal. Kami juga mengantar sampai Arif tiba di kampung halamannya di Tanahlunto Poso,” ujar AKBP Alfian.
 
Kalapas Kelas IIB Kota Probolinggo, Yandi Suyandi, selama menjalani hukuman, Arief menunjukkan itikad baik dan kooperatif. Ia pun berbaur dan berinteraksi dengan seluruh napi di dalam lapas. Tidak ada sel khusus yang diberikan padanya atau pun perlakuan istimewa lainnya.
 
“Saudara Arif ini juga tidak membuat onar, tidak bikin ribut pada napi lain maupun pada petugas lapas. Cukup kooperatif. Hal itu, ditunjukkan dengan sikap Arif selama berada di lapas, yang mau sholat berjamaah dengan napi lainnya,” ujar Kalapas.
 
Dijelaskan pula oleh Yandi, kebebasan Arif ini memang murni karena masa tahanannya selama empat tahun sudah dilalui. Tanpa syarat apapun, sebagaiamana Lapas ini juga pernah membebaskan satu napi teroris sebelumnya.
 
Yandi berharap bebasnya napi teroris ini, bisa mengubah stigma negatif masyarakat. Sehingga yang bersangkutan bisa kembali diterima oleh masyarakat umum. “Selain itu, agar yang bersangkutan tidak kembali mengulangi aksi teror dan menyebarkan paham radikalnya, ke masyarakat,” tandasnya.
 
Kepada wartawan, Arif mengaku senang bisa menghirup udara bebas setelah empat tahun di dalam Rumah tahanan. Selain itu, dia akan fokus mengurus anak dan istri, yang ia tinggal selepas masuk sel tahanan.
 
“Alhamdulillah senang sekali, saya langsung akan temui anak istri di kampung, mengurusi mereka,” kata bapak dengan 2 anak ini.
 
Sebagai informasi, Arif ditangkap satgas Tinombala, karena terlibat dengan jaringan terorisme kelompok Santoso di Poso. Ia sebelumnya mendekam di Mako Brimob selama 2 tahun lalu dilimpahkan ke Lapas Probolinggo dengan masa hukuman 2 tahun.  (sip)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>